QRIS Masuk Tempat Wisata, BI Papua Ingin Transaksi Tunai Jadi Sejarah
Sabtu, 23 Agu 2025, 23:35 WIBBIAK - Edukasi penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di tempat wisata memiliki arti strategis dalam mendorong transformasi digital ekonomi nasional sekaligus memperkuat ekosistem pariwisata yang modern, inklusif, dan efisien.Â
Sektor pariwisata yang sarat dengan transaksi ritel kecil, mulai dari tiket masuk, kuliner lokal, hingga suvenir kerajinan, sangat bergantung pada akses pembayaran yang cepat, aman, dan praktis.Â
Dengan edukasi QRIS yang masif, wisatawanâbaik domestik maupun mancanegaraâdapat bertransaksi tanpa harus membawa uang tunai, sementara pelaku usaha mikro dan kecil (UMKM) di kawasan wisata memperoleh kepastian pembayaran yang lebih transparan.
Secara analitis, edukasi QRIS di destinasi wisata tidak hanya soal digitalisasi pembayaran, tetapi juga bagian dari strategi besar untuk meningkatkan literasi keuangan digital masyarakat. Banyak pedagang kecil di kawasan wisata masih terbiasa dengan transaksi tunai.Â
Edukasi intensif diperlukan agar mereka memahami manfaat langsung QRIS, seperti efisiensi biaya, pencatatan transaksi otomatis, hingga potensi akses permodalan dari rekam jejak digital yang tercatat di sistem perbankan.
Selain itu, penerapan QRIS di tempat wisata juga dapat mendukung **pariwisata berkelanjutan**. Dengan transaksi digital, peredaran uang lebih terkendali, mengurangi risiko kebocoran penerimaan, dan memberikan data akurat bagi pemerintah daerah untuk memetakan potensi ekonomi wisata.Â
Data transaksi ini bisa digunakan sebagai basis perumusan kebijakan, mulai dari peningkatan infrastruktur hingga promosi destinasi berbasis evidence-based policy.
Namun, tantangan utama tetap ada: keterbatasan infrastruktur jaringan internet di beberapa destinasi wisata terpencil, resistensi budaya terhadap pembayaran non-tunai, serta kebutuhan pelatihan teknis bagi pelaku usaha kecil.Â
Oleh karena itu, edukasi QRIS harus dibarengi dengan penyediaan infrastruktur digital yang memadai dan kampanye literasi keuangan yang disesuaikan dengan karakteristik masyarakat lokal.
Dengan langkah itu, edukasi QRIS di tempat wisata tidak hanya menjadi instrumen pembayaran modern, tetapi juga katalis bagi peningkatan daya saing pariwisata Indonesia, sekaligus memperluas inklusi keuangan yang lebih merata di berbagai daerah.
Bank Indonesia (BI) Perwakilan Papua melakukan jelajah sejumlah tempat objek wisata dan pasar ikan di Kabupaten Biak Numfor untuk mengedukasi masyarakat terkait dengan transaksi menggunakan quick response code Indonesian standar (QRIS).
"Kemudahan transaksi dengan layanan digitalisasi QRIS di tempat objek wisata menjadi lebih cepat, praktis, dan tidak perlu repot dengan uang pengembalian," kata Kepala BI Perwakilan Papua Faturachman di Biak, Sabtu (23/8).
Ia menjelaskan dengan transaksi pembayaran QRIS maka pengunjung yang akan membayar tiket masuk hanya dengan memindai kode QR menggunakan dompet digital di telepon seluler.
Keunggulan lain penggunaan QRIS, kata dia, dari aspek keamanan mengurangi risiko kehilangan uang tunai saat di tempat wisata.
Dia mengatakan untuk Kabupaten Biak Numfor, pihak BI melakukan kegiatan itu, di antaranya di Pantai Anggopi, Distrik Oridek dan Wisata Hutan Mangrove di Kali Ruar, Distrik Biak Timur, pasar ikan Bosnik, pasar ikan Bosnik, dan pusat kuliner Hanggar.
Faturachman mengakui di Kabupaten Biak Numfor, para pelaku usaha sudah mulai memasang QRIS untuk pembayaran digital.
"Penerapan QRIS mempermudah pengunjung untuk bertransaksi, tidak perlu membawa uang tunai," katanya.
Keuntungan pembayaran secara nontunai mengunakan QRIS, kata dia, juga membantu pelaku usaha pariwisata dalam pemulihan ekonomi.
Ia mengatakan penggunaan pembayaran dengan QRIS dapat meningkatkan transparansi dalam pembayaran.
"Sesuai data Bank Indonesia transaksi pembayaran dengan QRIS mencapai 217.060 pengguna," katanya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
KPK Lantik 6 Pimpinan Tinggi Pratama, Termasuk Direktur Penyelidikan dan Penuntutan
-
Mulai 28 Februari 2026, Bulog Ekspor 2.280 Ton Beras Haji ke Arab Saudi
-
Wapang TNI Buka Dikreg LV Sesko TNI TA 2026, Siapkan Pemimpin Strategis Masa Depan
-
Menko Pangan Dorong Penguatan Sanksi Pengelolaan Sampah
-
Kemenekraf Targetkan Penyaluran KUR Berbasis KI Rp10 Triliun
-
Bumi Berseru Fest, Cara Telkom Perkuat Komunitas Lokal Hadapi Perubahan Iklim
-
Pemprov Papua Tengah Buka Peluang Koperasi Masyarakat Adat Kelola Tambang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.