AHY: Jalan Indonesia Menuju Transisi Energi dan Ekonomi Hijau Harus Inklusif dan Adil
Sabtu, 23 Agu 2025, 15:17 WIBJAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan perjalanan Indonesia menuju transisi energi dan ekonomi hijau harus inklusif dan berkeadilan.
âJalan menuju keberlanjutan tidak dapat âdiaspalâ dengan teknologi yang tidak terjangkau atau target yang jauh. Jalan menuju keberlanjutan harus pragmatis, berkeadilan, dan didukung oleh sumber daya nyata,â kata Menko AHY di Jakarta, Sabtu (23/8).
AHY mengatakan bahwa saat ini, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, sedang berupaya melakukan pendekatan terpadu, memperkuat ketahanan pangan dan air melalui pertanian, irigasi, dan logistik yang lebih baik.
Selain itu, Indonesia juga tengah berupaya mewujudkan ketahanan energi dengan memperluas energi terbarukan (EBT) seperti panas bumi, tenaga air, pengolahan sampah menjadi energi, serta membangun infrastruktur yang tangguh iklim untuk menghubungkan Aceh hingga Papua, baik secara fisik maupun digital.
âPeringatan seratus tahun Indonesia pada tahun 2045 tidak akan dinilai hanya dari PDB. Namun, akan diukur dari apakah pertumbuhan kita tangguh dan adil, dinamis dan berkelanjutan,â ujar AHY.
âDan kita tidak dapat bergantung pada model pertumbuhan lama, yang dulu didorong oleh ketergantungan bahan bakar fosil dan praktik ekstraktif,â imbuhnya.
Pendekatan tersebut, meskipun dulu efektif, kini ia nilai berisiko meninggalkan masyarakat dengan polusi udara, ekosistem yang terdegradasi, dan daya saing jangka panjang yang melemah.
âOleh karena itu, masa depan harus dibangun di atas infrastruktur yang berkelanjutan. Infrastruktur yang tidak hanya tangguh dan efisien, tetapi juga rendah karbon, tahan iklim, dan inklusif,â tegas Menko AHY.
Namun, ia menegaskan bahwa infrastruktur yang berkelanjutan bukan hanya sekadar baja dan beton, tapi juga sumber daya manusia (SDM).
âJika kita ingin membangun Indonesia yang siap menghadapi masa depan, kita harus berinvestasi dengan berani dalam sumber daya manusia seperti halnya dalam modal fisik,â ujarnya.
âMentransformasi energi berarti meningkatkan bukan hanya teknologi, tetapi juga kemanusiaan. Menyelaraskan infrastruktur dengan energi, kemakmuran dengan keberlanjutan, dan keadilan dengan ketahanan adalah cara kita menuju Indonesia Emas 2045,â tambahnya.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Kebutuhan Gas Pembangkit Naik 4,5% per Tahun, LNG Jadi Andalan Transisi Energi hingga 2034
-
BGN Setop Sementara 1.256 SPPG di Indonesia Timur Tanpa IPAL dan SLHS
-
LA Lakers Menang Tipis 105-104 atas Orlando Magic
-
Percepat Transisi Energi Terbarukan
-
Dorong Ekonomi Hijau, IRT Denpasar Sulap Sampah Dapur Jadi Pupuk Anggrek
-
Nggak Perlu Bangun PLTU Baru! Ini Jurus PLN Tekan Emisi Pakai Limbah Kebun Milik Warga
-
Green Financing Dibuka! Proyek Hijau RI Kini Gampang Dapat Modal, ESG-IN Gandeng IDCTA
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.