• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Film Animasi The Cat in th...

Film Animasi The Cat in the Hat dari Warner Bros. Ditunda, Siap Tayang November 2026

Jumat, 22 Agu 2025, 16:30 WIB

JAKARTA - Tahun 2026 diprediksi akan menjadi salah satu tahun tersibuk bagi industri animasi global. Dengan kesuksesan fenomenal Ne Zha 2 dari Tiongkok yang meraup pendapatan $2,2 miliar dan menempati posisi teratas film animasi terlaris sepanjang masa, studio-studio besar Hollywood ikut mempersiapkan deretan film animasi unggulannya.

Sony Pictures Animation akan membuka awal tahun dengan film bertema basket berjudul Goat yang dijadwalkan tayang pada Februari 2026. Setelah itu, Disney-Pixar akan meluncurkan film orisinal bertajuk Hoppers pada Maret, disusul film komedi animasi dewasa Animal Friends yang menampilkan suara Ryan Reynolds dan Jason Momoa pada Mei 2026.

Ket. Foto: Cuplikan film animasi The Cat in the Hat, produksi Warner Bros. — Sumber: ComicBook

Sejumlah sekuel besar juga akan mendominasi bioskop sepanjang tahun, di antaranya The Super Mario Bros. Movie 2, Minions 3, Toy Story 5, dan Ice Age 6. Universal dan DreamWorks semula menargetkan Shrek 5 rilis pada Juli dan Desember 2026, tetapi film ini ditunda hingga Juni 2027 untuk menghindari bentrokan dengan Spider-Man: Beyond the Spider-Verse.

Warner Bros. turut mengumumkan penundaan besar untuk proyek animasinya, The Cat in the Hat, adaptasi dari karya klasik Dr. Seuss. Film yang awalnya dijadwalkan tayang pada 27 Februari 2026 kini diundur selama sembilan bulan menjadi 6 November 2026. Dengan perubahan ini, film akan dirilis hampir sebulan setelah The Legend of Aang: The Last Airbender produksi Paramount dan Nickelodeon yang tayang pada 9 Oktober 2026.

Kucing yang diisi suaranya oleh Bill Hader tersebut awalnya dijadwalkan tayang hanya seminggu sebelum Hoppers dari Pixar. Namun, keputusan Warner Bros. untuk memilih slot pra-liburan dinilai lebih strategis. Menurut laporan Deadline, langkah ini mengikuti tradisi sukses Disney yang kerap merilis film-film animasi besar pada bulan November, seperti Frozen, Moana 2, Coco, hingga The Incredibles.

Universal sebelumnya juga sukses dengan The Grinch rilisan Illumination pada November 2018 yang meraup $540 juta di box office global. Bahkan, versi live-action Cat in the Hat yang dibintangi Mike Myers juga rilis pada November 2003, setelah How the Grinch Stole Christmas yang dibintangi Jim Carrey tayang pada November 2000.

Film fitur perdana dari Warner Bros. Pictures Animation ini menghadirkan kisah kucing ikonik Dr. Seuss yang dikenal usil, lucu, sekaligus penuh kekacauan. Sinopsis resmi menyebutkan bahwa sang kucing mendapat misi dari Institut untuk Lembaga Imajinasi dan Inspirasi, LLC untuk menghibur dua saudara kandung bernama Gabby dan Sebastian yang tengah beradaptasi di kota baru. Jika gagal, sang agen kekacauan bisa kehilangan topi ajaibnya.

Daftar pengisi suara film ini terbilang mewah. Selain Bill Hader, ada Xochitl Gomez, Matt Berry, Quinta Brunson, Paula Pell, Tiago Martinez, Giancarlo Esposito, America Ferrera, Bowen Yang, dan Tituss Burgess. Kehadiran nama-nama besar tersebut diprediksi akan memperkuat daya tarik film di pasar internasional.

Dengan jadwal rilis barunya, The Cat in the Hat akan menjadi satu-satunya film keluarga yang tayang menjelang akhir 2026, sebelum film animasi terbaru dari Disney Animation Studios dirilis pada libur Thanksgiving, 25 November 2026. Warner Bros. berharap strategi ini mampu mengulang sukses rilisan besar Disney maupun Universal yang konsisten mendominasi box office di periode tersebut.

The Cat in the Hat dijadwalkan tayang di bioskop pada 6 November 2026. Film ini akan menjadi salah satu sorotan utama dalam kalender animasi Hollywood, bersaing langsung dengan deretan blockbuster animasi dan sekuel waralaba besar lain yang siap memanaskan box office global.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.