Rupiah Melemah Jelang Rilis FOMC: Pasar Hati-Hati atau Ekonomi Rapuh?
Kamis, 21 Agu 2025, 17:25 WIBJAKARTA - Pelemahan rupiah menjelang rilis hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) bukan sekadar gejala teknis pasar, melainkan refleksi rapuhnya ketahanan eksternal Indonesia di tengah gejolak global.Â
Pasar yang bergerak hati-hati menunggu arah kebijakan suku bunga The Fed memperlihatkan satu hal: rupiah masih menjadi mata uang yang gampang diguncang oleh faktor eksternal ketimbang berdiri di atas fondasi domestik yang kokoh.
Fenomena ini menimbulkan pertanyaan: mengapa setiap kali The Fed âbatukâ, rupiah langsung demam? Apakah struktur ekonomi Indonesia masih terlalu bergantung pada arus modal jangka pendek dan portofolio asing?Â
Jika benar demikian, maka pelemahan rupiah bukan hanya soal volatilitas sementara, tetapi cerminan dari kerentanan mendasar.
Di sisi lain, pelemahan rupiah bisa berdampak ganda. Ekspor memang berpotensi lebih kompetitif, tetapi impor, terutama energi, pangan, dan bahan baku industri, akan membengkak, memperlebar tekanan pada inflasi dan defisit transaksi berjalan.Â
Situasi ini berpotensi menyeret ekonomi domestik ke pusaran dilema: menjaga stabilitas harga atau mendorong pertumbuhan.
Dengan demikian, pelemahan rupiah menjelang FOMC seharusnya dibaca bukan sekadar reaksi pasar yang hati-hati, melainkan peringatan dini bahwa strategi ketahanan eksternal Indonesia masih rapuh.Â
Tanpa diversifikasi sumber pembiayaan dan penguatan sektor riil, rupiah akan terus berada dalam posisi defensif setiap kali bank sentral AS mengubah nada kebijakannya.
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan, Kamis (21/8) sore, melemah sebesar 17 poin atau 0,10 persen menjadi Rp16.288 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.271 per dolar AS.
Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Taufan Dimas Hareva mengatakan pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah dipengaruhi sikap hati-hati pasar menjelang rilis risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC).
âRupiah mendapat tekanan dari penguatan dolar AS (Amerika Serikat) seiring sikap hati-hati pasar menjelang rilis risalah rapat FOMC,â katanya di Jakarta, Kamis (21/8).
Adapun Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini justru menguat ke level Rp16.283 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.291 per dolar AS.
Pasar disebut menunggu sinyal lebih jelas mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang berpotensi menyampaikan pernyataan bernada hawkish. Hal ini akan mempertahankan penguatan dolar AS, sedangkan indikasi pelonggaran suku bunga dapat membuka ruang apresiasi bagi rupiah.
Mengutip Anadolu, risalah rapat pertemuan FOMC pada Rabu (20/8) menunjukkan bahwa para pejabat khawatir tentang kondisi ekonomi, inflasi, dan pasar tenaga kerja, kendati mayoritas dari mereka sepakat bahwa pemotongan suku bunga acuan masih terlalu dini.
Risalah rapat dirilis menjelang pidato utama Gubernur The Fed Jerome Powell dijadwalkan pada Jumat (22/8) di simposium tahunan bank sentral di Jackson Hole, Wyoming, AS.
Melihat sentimen dari dalam negeri, pasar dinyatakan masih mencermati arah kebijakan moneter Bank Indonesia (BI), serta data fundamental seperti neraca perdagangan yang menjadi penopang stabilitas rupiah.
Menurut Taufan, sentimen ini membuat pelemahan rupiah relatif terbatas, kendati dolar AS bergerak menguat.
âKe depan, rupiah diperkirakan bergerak dinamis mengikuti perkembangan data ekonomi global dan respons kebijakan moneter dalam negeri,â ucap dia.
- rupiah melemah
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pesantren Kilat Dompet Dhuafa: Ajarkan Mitigasi Bencana Sejak Dini pada Anak Penyintas Aceh
-
BMKG: Sepekan ke Depan Berpotensi Terjadi Cuaca Ekstrem
-
BKSDA Bali Tutup Empat Taman Wisata Alam saat Perayaan Nyepi
-
Mantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono Meninggal Dunia
-
IHSG Berdarah, Saham RI Anjlok 4,5 Persen Akibat Perang Timur Tengah dan Fitch Ratings
-
Mulai Sistem Jatah Hingga Pengurangan Hari Kerja, Negara-negara Asia Tempuh Langkah Darurat Hadapi Kenaikan Harga Minyak karena Perang Iran
-
Kemacetan di Selat Hormuz Bahayakan Kelompok Rentan Dunia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.