Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

OJK Sindir Bank: Cepat Naikkan Bunga, Lambat Turunkan

📅 Rabu, 20 Agu 2025, 18:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
OJK Sindir Bank: Cepat Naikkan Bunga, Lambat Turunkan Doc: Antara
Ket. Ilustrasi - Nasabah melakukan penarikan uang di mesin ATM besama Bank Himbara.

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan industri perbankan agar tidak menutup mata terhadap arah kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) yang telah menurunkan suku bunga acuan ke level 5,0 persen.

OJK menilai, sudah saatnya bank secara bertahap menyesuaikan tingkat suku bunganya agar lebih sejalan dengan dinamika pasar dan tidak hanya menguntungkan pihak perbankan semata.

Imbauan ini sejatinya menjadi kritik halus terhadap praktik perbankan yang kerap lambat memangkas suku bunga kredit ketika BI menurunkan acuan, namun justru cepat menaikkan bunga pinjaman saat acuan dinaikkan.

Ketidakselarasan ini dinilai menekan dunia usaha, memperlambat ekspansi investasi, serta membebani masyarakat yang masih membutuhkan akses pembiayaan terjangkau.

Dengan sikap tegas ini, OJK seakan menegaskan bahwa stabilitas sistem keuangan tidak boleh hanya ditakar dari laporan keuntungan bank, melainkan juga dari seberapa jauh perbankan mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Jika bank masih enggan menyesuaikan bunga, OJK memberi sinyal siap mengintervensi melalui regulasi yang lebih ketat.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan penyesuaian dilakukan agar tetap sejalan dengan kondisi pasar, rasio keuangan yang sehat, serta tidak menciptakan persaingan bunga yang kurang sehat.

“Selanjutnya, perbankan juga diminta untuk tetap menjaga transparansi dan perlindungan konsumen dalam menyampaikan informasi terkait produk perbankan,” ujar Dian dalam jawaban tertulis di Jakarta, Rabu (20/8).

Dian mengatakan penurunan suku bunga acuan BI akan diikuti oleh penurunan suku bunga kredit oleh perbankan di Tanah Air dengan jeda waktu beberapa periode.

"Oleh karena itu, suku bunga kredit diperkirakan masih akan menurun sebagai respons dari penurunan BI Rate pada 2025," ujar Dian.

Lebih lanjut, Dian melihat masih adanya ruang untuk penurunan suku bunga lebih lanjut, seiring dengan ekspektasi penurunan suku bunga global pada kuartal IV-2025.

Namun demikian, lanjutnya, penurunannya tergantung pada strategi dan struktur biaya masing-masing bank, terutama terkait dengan biaya dana atau Cost of Fund (CoF).

“Bank perlu mengelola strategi pendanaan mereka, khususnya untuk meningkatkan porsi dana murah, untuk menciptakan ruang penurunan suku bunga kredit,” ujar Dian.

Dia mengungkapkan, rata-rata tertimbang suku bunga kredit tercatat turun sebesar 11 basis poin (bps) menjadi 8,99 persen pada tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya, utamanya didorong oleh penurunan suku bunga kredit produktif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mobil Tabrak Kerumunan Oran...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.