Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lambatnya Respons Bank Buat Kebijakan BI Kehilangan Gigi

📅 Rabu, 20 Agu 2025, 18:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lambatnya Respons Bank Buat Kebijakan BI Kehilangan Gigi Doc: ANTARA-BI Dokumentasi
Ket. Ilustrasi - Logo Bank Indonesia di pintu gerbang Kantor Pusat BI di Jalan Thamrin Jakarta.

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mengungkapkan kekecewaannya atas lambatnya respons perbankan dalam menurunkan suku bunga kredit, meski sejak September 2024 BI sudah memangkas suku bunga acuan (BI-Rate) hingga 100 basis poin (bps).

Kondisi ini memperlihatkan adanya jurang antara kebijakan moneter bank sentral dengan praktik nyata di industri perbankan.

Alih-alih segera menurunkan bunga kredit untuk merangsang konsumsi dan investasi, bank justru terlihat enggan melepas margin keuntungannya.

Situasi ini menimbulkan kesan bahwa perbankan lebih mementingkan laba ketimbang peran strategisnya dalam menggerakkan roda perekonomian.

BI menilai, lambannya transmisi suku bunga kredit berpotensi menjadi rem penghambat pemulihan ekonomi nasional.

Dunia usaha dan masyarakat yang berharap pada biaya pinjaman lebih murah justru harus menanggung beban bunga tinggi, sementara stimulus moneter kehilangan efektivitasnya.

Dengan pernyataan ini, BI seolah mengirim pesan keras: kebijakan longgar tidak boleh terjebak dalam ruang hampa. Jika bank tetap lamban menyesuaikan bunga kredit, kepercayaan publik terhadap komitmen perbankan mendukung pertumbuhan bisa terkikis, bahkan membuka ruang bagi regulator untuk mengambil langkah yang lebih keras.

Bank Indonesia (BI) mencatat, penurunan suku bunga kredit perbankan masih berjalan lambat pasca suku bunga acuan (BI-Rate) dipangkas sebesar 100 basis poin (bps) sejak September 2024.

“Pada Juli 2025, suku bunga kredit tercatat sebesar 9,16 persen, masih relatif sama dengan bulan sebelumnya,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulan Agustus 2025 secara daring di Jakarta, Rabu (20/8).

Bank Indonesia memandang suku bunga kredit perbankan perlu terus menurun sehingga dapat mendorong peningkatan penyaluran kredit/pembiayaan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Bank sentral Indonesia juga terus mengoptimalkan strategi operasi moneter pro-market untuk memperkuat transmisi penurunan suku bunga dari BI-Rate ke suku bunga pasar uang dan perbankan.

Meski penurunan suku bunga kredit perbankan masih lambat, suku bunga di pasar uang tercatat menurun.

Di pasar uang, sejalan dengan penurunan BI-Rate pada Juli 2025 dan operasi moneter Bank Indonesia, suku bunga INDONIA terus menurun dari sebelum pengumuman penurunan BI-Rate pada Juli sebesar 5,14 persen menjadi 4,78 persen pada 19 Agustus 2025.

Suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan juga menurun dari masing-masing sebesar 5,85 persen; 5,86 persen; dan 5,87 persen sebelum penurunan BI-Rate pada Juli 2025 menjadi 5,28 persen; 5,32 persen; dan 5,34 persen pada tanggal 15 Agustus 2025.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.