Pertamina Gelar Operasi Darurat, Selamatkan Labuan Bajo dari Ancaman Krisis BBM

Senin, 18 Agu 2025, 07:43 WIB

KUPANG - PT Pertamina Patra Niaga Jatim Bali Nusa Tenggara (Jatimbalinus) mengambil langkah taktis dengan mengerahkan armada tambahan dari dua fuel terminal strategis di Flores, yakni Maumere dan Ende, untuk menjamin kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Labuan Bajo dan wilayah sekitarnya. 

Gerak cepat ini dilakukan sebagai respon atas potensi kelangkaan yang dapat memicu gejolak ekonomi sekaligus mengganggu aktivitas pariwisata premium di destinasi super prioritas tersebut.

Ket. Foto: Kendaraan tangki yang melayani penyaluran BBM ke SPBU selama 24 jam. — Sumber: ANTARA/Ho-Pertamina

Keputusan Pertamina bukan sekadar solusi teknis logistik, melainkan sinyal kuat bahwa perusahaan energi pelat merah itu siap menghadapi tantangan rantai pasok di kawasan timur Indonesia. 

Dengan menambah pasokan langsung dari dua titik distribusi utama, Pertamina berupaya menutup celah krisis energi yang bisa merugikan masyarakat, pelaku usaha, hingga kredibilitas pemerintah dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Langkah ini juga mengandung pesan provokatif: Labuan Bajo yang menjadi wajah pariwisata Indonesia di mata dunia tidak boleh dibiarkan terancam oleh kelangkaan BBM. 

Pertamina menegaskan dirinya bukan sekadar pemasok energi, melainkan garda depan yang menjaga roda ekonomi dan wibawa bangsa.

Masyarakat dan pelaku industri diharapkan membaca strategi ini sebagai komitmen untuk mencegah krisis, sekaligus peringatan bahwa pengelolaan energi di kawasan strategis tidak bisa dibiarkan lengah.

"Dari Fuel Terminal Maumere, telah dioperasikan tiga unit mobil tangki berkapasitas 16.000 liter dengan total pasokan 48.000 liter produk Pertamina Dex," kata Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi dari Surabaya, Minggu (17/8).

Hal ini disampaikannya berkaitan dengan perkembangan serta upaya, Pertamina Patra Niaga mengatasi masalah kelangkaan BBM baik di Labuan Bajo, Ende dan Ngada beberapa pekan terakhir.

Dia mengatakan, selain fuel terminal Maumere ada juga penambahan pasokan dari Fuel Terminal Ende yang terdiri dari enam unit mobil tangki dengan kapasitas yang sama dikerahkan, membawa total 96.000 liter produk Biosolar.

Selain penambahan pasokan,Pertamina juga kata dia melalukan suplai BBM ke SPBU selama 24 jam. Hal ini menjadi komitmen Pertamina Patra Niaga untuk mengamankan distribusi BBM di wilayah Labuan Bajo dan sekitarnya.

“Fuel terminal kami beroperasi 24 jam untuk memastikan ketersediaan BBM di Labuan Bajo dan sekitarnya tetap terjaga," ujar Ahad.

Selain itu Pertamina juga ujar dia memprioritaskan pengiriman ke SPBU serta pengisian bagi konsumen kendaraan. Sementara itu, pengisian untuk konsumen non-kendaraan dilakukan pengaturan mencegah potensi tindakan spekulatif.

Warga ujar dia tidak perlu khawatir juga karena pada Selasa (19/8) pekan depan kapal tanker dijadwalkan melakukan bongkar muat di Fuel Terminal BBM Reo dengan membawa 250.000 liter Pertamina Dex dan 800.000 liter Biosolar untuk menambah stok BBM di wilayah tersebut.

Sebagai informasi rata-rata konsumsi penggunaan BBM SPBU wilayah Labuan Bajo untuk produk Pertalite 6.090 liter, Pertamax 7.020 liter, Biosolar 2.220 liter, Pertamina Dex 5.940 liter.

“Dengan tambahan pasokan ini, didukung dua titik alih suplai dan optimalisasi distribusi yang kami lakukan, kami mengamankan distribusi BBM tercukupi,” pungkasnya.

Pertamina juga ujar Ahad menyampaikan terima kasih atas kesabaran dan pengertian masyarakat, yang sepenuhnya dipicu oleh faktor cuaca ekstrem yang berdampak pada mobilisasi kapal suplai ke Fuel Terminal BBM Reo.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.