Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dugaan Korupsi Minyak Mentah Pertamina, Kejagung Periksa Bos Besar Medco E&P Indonesia!

📅 Senin, 18 Agu 2025, 13:50 WIB | Oleh:
Dugaan Korupsi Minyak Mentah Pertamina, Kejagung Periksa Bos Besar Medco E&P Indonesia! Doc: Istimewa
Ket. Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah soal Minyak Mentah

Jakarta – Kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di lingkungan PT Pertamina (Persero) terus bergulir. Terbaru, Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa President Director PT Medco E&P Indonesia berinisial RG sebagai saksi dalam perkara besar yang disebut-sebut merugikan keuangan negara dalam jumlah signifikan.

Pemeriksaan terhadap RG dilakukan oleh tim penyidik dari Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) sebagai bagian dari pendalaman penyidikan perkara korupsi yang melibatkan beberapa pejabat dan mantan petinggi Pertamina, subholding, dan pihak Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) pada periode 2018–2023.

“Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan perkara atas nama tersangka HW dan kawan-kawan,” ungkap Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, Kamis (15/8).

Tak hanya RG, Kejagung juga memeriksa 9 saksi lainnya dari berbagai perusahaan terkait, termasuk PT Kilang Pertamina Internasional, PT Mahameru Kencana Abadi, hingga Pertamina International Shipping.

Beberapa nama yang turut diperiksa antara lain FTR (Manager Market Research & Data Analysis PT KPI), HSN (Chartering Manager PT Mahameru Kencana Abadi), YCB (Officer Crude & Black Oil Operation PT PIS), serta pejabat dan analis di berbagai sub-unit Pertamina Group.

Penyidikan ini menjadi semakin kompleks setelah Kejagung sebelumnya menetapkan 9 tersangka dalam gelombang kedua. Salah satu nama mencolok adalah Mohammad Riza Chalid (MRC), dikenal sebagai oil trader kontroversial yang juga merupakan beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa dan PT Orbit Terminal Merak.

Tersangka lainnya meliputi sejumlah mantan petinggi Pertamina seperti:

  • Alfian Nasution (AN) – VP Supply & Distribusi Pertamina 2011–2015

  • Hanung Budya Yuktyanta (HBY) – Direktur Pemasaran & Niaga 2014

  • Toto Nugroho (TN) – SVP Integrated Supply Chain 2017–2018

  • Dwi Sudarsono (DS) – VP Crude & Product 2018–2020

  • Hasto Wibowo (HW) – Mantan VP Integrated Supply Chain

  • Arief Sukmara (AS) – Direktur Gas & Petrokimia PT PIS

  • Martin Haendra (MH) – Business Development Manager PT Trafigura

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.