- Home
-
- Luar Negeri
-
- Wow, Trump Sambut Hangat P...
Wow, Trump Sambut Hangat Putin di Alaska dengan Fly Pass Pembom Siluman B-2 dan Jet Tempur F-22
Sabtu, 16 Agu 2025, 06:00 WIBANCHORAGE - Presiden Donald Trump pada Jumat (15/8) menyambut dengan hangat kedatangan pemimpin Russia, Vladimir Putin, di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson, pangkalan angkatan udara era perang dingin di pinggiran Anchorage, Alaska, untuk memulai pertemuan puncak untuk membahas perdamaian perang di Ukraina.
Dari ABC (American Broadcasting Company) News, sesaat mereka bersalaman di karpet merah, sebuah pesawat pembom siluman kebanggan AS B-2 Spirit yang dikawal dengan 4 jet tempur siluman, F-22 melakukan fly pass kehormatan di langit Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson.
Menurut dua pejabat, dua pesawat pengebom B-2 diterbangkan ke pangkalan tersebut menjelang pertemuan puncak hari Jumat; jet F-35 tiba dari Pangkalan Angkatan Udara Eielson di Alaska. Pesawat-pesawat F-22 berpangkalan di Elmendorf.
Tidak langsung diketahui apakah Trump secara pribadi yang memerintahkan pelibatan pesawat - pesawat terswbut untuk menyambut pemimpin Rusia, yang juga merupakan negara berkekuatan nuklir.
B-2 dianggap sebagai simbol kekuatan AS, karena pesawat pengebom ini dapat terbang mengelilingi dunia tanpa henti dan dapat membawa amunisi konvensional maupun nuklir. Pesawat pengebom siluman B-2Â adalah jenis yang sama yang digunakan AS dalam Operasi Midnight Hammer bulan Juni lalu, di mana tujuh pesawat terbang 36 jam langsung dari Pangkalan Angkatan Udara Whiteman di Missouri ke Iran, tempat mereka menjatuhkan lebih dari selusin bom penghancur bunker.
Dari The Guardian, kedua pemimpin turun dari pesawat mereka pukul 11.08 waktu setempat.Â
Bahasa tubuh yang ramah dan penuh sentuhan yang mengikutinya sangat kontras dengan tindakan Trump yang menekan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, di Ruang Oval Gedung Putih pada bulan Februari.
Trump dan Putin berjalan menyusuri karpet merah yang telah digulung menuju pesawat masing-masing dan bertemu di tempat karpet berbentuk T, dengan Trump tiba lebih dulu dan bertepuk tangan saat Putin mendekat.
Kedua pria itu berjabat tangan hangat dan berbasa-basi ringan. Trump menepuk lengan Putin dengan ramah. Putin menyeringai dan menunjuk ke langit sementara tangan mereka masih bertautan.
Keduanya berdiri menatap media tetapi tidak menanggapi pertanyaan yang diteriakkan, termasuk: "Presiden Putin, maukah Anda berhenti membunuh warga sipil?" Presiden Russia, yang sedang dicari oleh Mahkamah Pidana Internasional, tampak mengangkat bahu.
Putin kemudian bergabung dengan Trump di mobil limusin kepresidenan AS yang dijuluki "the Beast" â sebuah hak istimewa yang langka bagi sekutu dan musuh â dan terlihat tertawa gembira.
Para pemimpin kemudian duduk bersama di ruang konferensi bersama delegasi masing-masing, duduk di samping, di depan latar belakang biru yang bertuliskan "Pursuing Peace" beberapa kali. Trump didampingi oleh Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Utusan Khusus Steve Witkoff, sementara Putin didampingi oleh Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov dan Penasihat Urusan Luar Negeri Yuri Ushakov.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan pertemuan empat mata antara Trump dan Putin yang sebelumnya direncanakan kini menjadi negosiasi tiga mata. Hal ini berbeda dengan pertemuan tahun 2018 di Helsinki, ketika Trump dan Putin pertama kali bertemu secara pribadi hanya dengan penerjemah mereka selama dua jam.
Diskusi yang akan berlangsung selama beberapa jam ke depan dapat membentuk kembali perang di Ukraina dan hubungan antara Moskow dan Washington. Perang tersebut telah menyebabkan kerugian besar bagi kedua belah pihak dan menguras sumber daya. Zelenskyy dan para pemimpin Eropa tidak diundang.
Para kritikus mengatakan bahwa, dengan membawa Putin ke tanah AS untuk pertama kalinya dalam satu dekade, presiden memberinya legitimasi yang ia dambakan setelah ia menjadi paria global menyusul invasinya ke Ukraina pada tahun 2022.
Sekutu-sekutu Eropa khawatir bahwa Trump yang terkenal mudah berubah mungkin akan mengkhianati Ukraina dengan membekukan konflik dengan Russia dan mengakui â meskipun hanya secara informal â kendali Russia atas seperlima wilayah Ukraina.
Trump berusaha meredakan kekhawatiran tersebut saat menaiki Air Force One, dengan mengatakan ia akan membiarkan Ukraina memutuskan kemungkinan pertukaran wilayah. "Saya di sini bukan untuk bernegosiasi demi Ukraina, saya di sini untuk mempertemukan mereka," ujarnya.
Ketika ditanya apa yang akan membuat pertemuan itu sukses, ia mengatakan kepada wartawan: âSaya ingin melihat gencatan senjata segera ... Saya tidak akan senang jika bukan hari ini ... Saya ingin pembunuhan dihentikan.â
Dalam perjalanannya ke Alaska, Trump diwawancarai di pesawat Air Force One bersama Bret Baier dari Fox News Channel. Dalam sebuah klip yang diunggah daring, ia mengatakan ia yakin pertemuan itu akan "berjalan sangat baik â dan jika tidak, saya akan segera pulang."
"Ya, saya akan jalan kaki," tambahnya setelah pertanyaan lanjutan.
Trump sebelumnya menggambarkan pertemuan puncak itu sebagai "pertemuan yang benar-benar ajang uji coba". Namun, ia juga memperingatkan "konsekuensi yang sangat berat" bagi Rusia jika Putin tidak setuju untuk mengakhiri perang.
Trump mengatakan awal minggu ini ada kemungkinan 25 perswn bahwa pertemuan puncak itu akan gagal tetapi juga melontarkan gagasan bahwa, jika pertemuan itu berhasil, ia dapat membawa Zelenskyy ke Alaska untuk pertemuan tiga arah berikutnya.
Sekutu Eropa juga khawatir Trump mungkin tergoda oleh insentif ekonomi dan potensi kesepakatan. Pada hari Jumat, kantor berita Reuters melaporkan bahwa AS telah melakukan diskusi internal mengenai penggunaan kapal pemecah es bertenaga nuklir Russia untuk mendukung pengembangan proyek gas dan LNG di Alaska.Â
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Trump Minta Juru Runding AS Tidak Terburu-buru Capai Kesepakatan dengan Iran
-
AS dan Iran Tandatangani MoU, Lalu Lintas Selat Hormuz Dibuka
-
Aturan Tak Tertulis Berpakaian Anggota Kabinet, Ternyata Trump Tidak Menyukai Sepatu Coklat
-
Zelenskiy Kirim Surat Terbuka ke Putin, Usulkan Pertemuan Akhiri Perang
-
Dinas Keamanan Ukraina Menganggap Serangan Russia terhadap Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir sebagai Kejahatan Perang
-
Trump Sebut Kesepakatan dengan Iran Bisa Ditandatangani di Eropa Dalam Beberapa Hari ke Depan
-
Trump akan Bicara dengan Pemimpin Taiwan Pasca Kunjungan ke Beijing
Berita Terbaru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.