Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menag Nasaruddin Umar: Indonesia Perlu Anugerahkan Penghargaan Global untuk Tokoh Perdamaian

📅 Sabtu, 16 Agu 2025, 11:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menag Nasaruddin Umar: Indonesia Perlu Anugerahkan Penghargaan Global untuk Tokoh Perdamaian Doc: Antara Foto
Ket. Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar ditemui di sela-sela acara penutupan 2025 Human Fraternity Fellowship di Kediaman Duta Besar Uni Emirat Arab (UAE) Jakarta

Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar mengatakan bahwa sudah saatnya Indonesia memberikan penghargaan tingkat dunia untuk individu maupun kelompok yang berjasa bagi perdamaian.

“Jadi, jangan hanya kita menerima award, kita juga harus memberikan pengakuan, penghargaan,” kata Nasaruddin ditemui di sela-sela acara penutupan 2025 Human Fraternity Fellowship di Kediaman Duta Besar Uni Emirat Arab (UAE) Jakarta, Jumat (15/8) malam.

Pernyataan tersebut disampaikan Menag untuk merespons penghargaan Zayed Award for Human Fraternity dari UAE yang telah menjangkau berbagai organisasi dan individu yang mendorong perdamaian dan kerukunan umat beragama sedunia.

Menurut Menag, banyaknya nominasi serta adanya penerima anugerah Zayed Award dari Indonesia, yaitu organisasi Islam Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, menunjukkan tingginya kualitas sumber daya manusia Indonesia.

"Hal itu sepatutnya mendorong Indonesia untuk 'membalas' dengan menganugerahkan penghargaan sejenis ke tingkat internasional," ujar dia.

Terlebih, kata dia, posisi sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar sedunia merupakan nilai tambah bagi Indonesia untuk memiliki penghargaan bergengsi semacam itu.

Ia pun memastikan rencana Kementerian Agama untuk menganugerahkan penghargaan kepada pihak-pihak yang berprestasi dan berjasa bagi perdamaian dunia. “Ke depan, kita juga akan memberikan penghargaan kepada mereka yang berprestasi, kita harus go international,” kata Nasaruddin.

Senada dengan Menag, Wakil Presiden Ke-13 RI Ma’ruf Amin juga mengungkapkan persetujuannya supaya Indonesia memiliki penghargaan bagi pelaku perdamaian dunia.

“Orang berbuat baik kalau diberi penghargaan tentu semakin terdorong untuk berbuat lebih banyak lagi. Saya yakin banyak orang yang akan melakukan hal-hal baik,” kata Ma’ruf ditemui di agenda yang sama.

Zayed Award for Human Fraternity digelar untuk mengapresiasi individu dan entitas yang berkontribusi besar terhadap kemajuan peradaban manusia dan hidup berdampingan secara damai.

Penghargaan itu digagas pada 2019 untuk menandai penandatanganan "Piagam Persaudaraan Kemanusiaan" yang bersejarah oleh Paus Fransiskus dan Imam Besar Al Azhar Ahmed Al-Tayeb di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Pemenang Zayed Award akan mendapatkan hadiah senilai 1 juta dolar AS.

Organisasi Islam Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama menjadi penerima bersama penghargaan tersebut pada 2024. Sementara, Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri sempat diamanahi menjadi anggota dewan juri Zayed Award edisi 2024.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.