Perjuangkan Transmigran Menjadi Patriot Bangsa

Jumat, 15 Agu 2025, 00:00 WIB

Sejak21 Oktober 2024, Kementerian Transmigrasi dipimpin oleh M Iftitah Sulaiman Suryanagara. Dengan mengusung visi mewujudkan transformasi kawasan transmigrasi demi mendukung visi pemerintah: Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045, Kementerian Transmigrasi diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam mewujudkan visi pemerintah tersebut dengan membuat terobosan maupun transformasi.

Untuk mengetahui program kerja dan agenda Kementerian Transmigrasi, wartawan Koran Jakarta, Fredrikus W Sabini, melakukan wawancara dengan Menteri Transmigrasi, M Iftitah Sulaiman Suryanagara, dalam sejumlah kesempatan.

Ket. Foto: Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara — Sumber: KORAN JAKARTA/M. FACHRI

Berikut petikan wawancaranya.

Apa fokus utama Kementrans saat ini?

Salah satu fokus utama Kementerian Transmigrasi adalah mengentaskan kemiskinan di Tanah Air dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kementerian kami bukan lagi sekadar memindahkan orang yang di masa lalu sering dipelesetkan menjadi ‘hanya memindahkan kemiskinan dari tempat lama ke tempat yang baru’, tetapi ke depan kami ingin sungguh-sungguh bekerja dengan segenap hati untuk mengentaskan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Kami juga fokus meningkatkan produktivitas para transmigran melalui berbagai aktivitas dalam aktivitas ekonomi, termasuk swasembada pangan, agar ikut serta memberikan kontribusi kepada pendapatan negara dan pertumbuhan ekonomi.

Kontribusi para transmigran terhadap perekonomian daerah yang mereka tempati diharapkan mampu memperkokoh persatuan dengan masyarakat sekitar. Dengan tercapainya peningkatan pendapatan dan pemerataan kesejahteraan para transmigran dan masyarakat di sekitarnya diharapkan hal ini akan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Lalu apa pendekatan yang diambil terkait fokus utama Kementrans?

Transmigran merupakan patriot bangsa. Oleh karena itu pendekatan transmigrasi ke depan tidak hanya berfokus pada bidang ekonomi, tetapi juga mengedepankan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), termasuk pembangunan karakter bangsa, dan pendekatan sosial-budaya.

Kementrans juga mendorong pembangunan Sekolah Rakyat di daerah transmigrasi. Apa alasannya?

Kementrans tengah mengupayakan pembangunan percontohan (pilot project) Sekolah Rakyat berasrama (boarding school) di kawasan transmigrasi di Sumba dan Papua. Ini merupakan salah satu langkah strategis dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM) di kawasan transmigrasi.

Saya berharap keberadaan Sekolah Rakyat di wilayah transmigrasi dapat membantu masyarakat yang membutuhkan untuk mendapatkan akses pendidikan bagi anak-anak mereka.

Bagaimana Anda memulai program ini?

Kementerian Transmigrasi berkolaborasi dengan Kementerian Sosial menyiapkan pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan transmigrasi yang ditargetkan mulai berjalan pada awal 2026.

Pembangunan di kawasan transmigrasi sendiri kini diarahkan untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja. Dalam konteks tersebut, pendidikan menjadi kunci agar masyarakat setempat dapat berdaya secara mandiri dan berkelanjutan.

Sekolah Rakyat akan sangat relevan bagi daerah dengan tingkat kemiskinan ekstrem. Dengan kolaborasi antarkementerian, efektivitas program akan meningkat, dan pembangunan benar-benar menjangkau mereka yang paling membutuhkan.

Bagaimana persiapan sertifikasi lahan transmigrasi?

Tahun ini kami sudah alokasikan dana untuk program Trans Tuntas penyelesaian (hak milik) lahan transmigrasi melalui ABT (Anggaran Biaya Tambahan) tahun 2025 sebesar Rp62,5 miliar.

Saat ini banyak lahan transmigrasi yang menghadapi permasalahan tumpang tindih kawasan dengan area hutan, sengketa Hak Guna Usaha (HGU) dengan para pelaku usaha dan perkebunan, serta konflik lahan dengan masyarakat setempat.

Untuk menyelesaikan berbagai permasalahan tersebut, dana yang telah dialokasikan akan digunakan untuk inventarisasi Hak Pengelolaan Lahan (HPL) Transmigrasi, percepatan penerbitan HPL Transmigrasi, percepatan penerbitan SHM Transmigrasi, dan penyelesaian permasalahan pertanahan.

20250814231349_antarafoto-kunjungan-menteri-transmigrasi-ke-antara-heritage-center-1745253288.jpg

KORAN JAKARTA/M. FACHRI

Berapa SHM yang siap dibagikan oleh Kementrans?

Kementrans menargetkan pembagian sertifikat hak milik (SHM) transmigrasi bagi 2.895 bidang tanah pada Juli 2025 dari 13.751 yang menjadi target penerbitan sertifikat tahun ini.

Untuk menyelesaikan berbagai permasalahan lahan transmigrasi yang sangat bervariatif, Kementrans telah menjalin kerja sama dengan Kementerian ATR/BPN, Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Badan Informasi Geospasial (BIG) dalam mencari solusi terbaik.

Apa harapan Anda terkait program transmigrasi,?

Kementrans berharap dukungan media massa dalam mengedukasi masyarakat terkait transformasi dan paradigma baru program transmigrasi. Kementrans saat ini berupaya untuk melakukan transformasi terkait fokus program transmigrasi yang tidak lagi untuk memindahkan penduduk, tapi untuk membangun pusat ekonomi baru.

Transmigrasi kini bukan lagi hanya sekadar perpindahan penduduk, tetapi pembangunan kawasan ekonomi yang berbasis kesejahteraan. Untuk itu peran media massa diperlukan untuk meluruskan pemahaman masyarakat yang masih terpaku pada paradigma lama program transmigrasi di era terdahulu.

Tanggapan Anda mengenai Program Transmigrasi Patriot?

Kami akan menekankan bahwa para transmigran itu adalah para patriot bangsa, bukan lagi kaum yang terpinggirkan atau kaum yang dipindahkan.

Pemerintah sedang merancang program transmigrasi dalam masa transisi dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja di daerah transmigrasi. Dalam rencana awal, pemerintah akan melaksanakan Transmigrasi Patriot yang mengutamakan pengiriman orang-orang terdidik dan terlatih ke daerah transmigrasi, bukan lagi mereka yang tidak memiliki keterampilan.

Kami tidak lagi mengirim orang-orang yang tidak terampil dan tidak terdidik ke daerah transmigrasi, tetapi kita berharap yang dikirim ke daerah transmigrasi adalah orang-orang yang terdidik dan betul-betul terlatih.

Kementrans sendiri tengah mematangkan pelaksanaan Program Transmigrasi Patriot yang pendaftarannya direncanakan untuk dibuka pada akhir Mei 2025.

Salah satu hal yang tengah difinalisasi adalah terkait anggaran, mengingat Kementerian Transmigrasi baru dihidupkan kembali di era Presiden Prabowo Subianto, sehingga saat ini anggarannya masih berasal dari Anggaran Belanja Tambahan (ABT)

Sekarang ini kami sedang mengkaji pelaksanaan program tersebut secara mendetail agar anggaran yang disiapkan dapat terserap dengan efektif dan efisien.

Tujuan dari Program Transmigrasi Patriot?

Pelaksanaan Program Transmigrasi Patriot sendiri merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kapasitas masyarakat agar dapat mengelola lahan mereka di kawasan transmigrasi menjadi sumber pendapatan.

Kementrans pun merancang Program Transmigrasi Patriot sebagai sebuah gerakan nasional bagi anak-anak muda untuk mengikuti pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat melalui program beasiswa double degree pada jenjang D4, S1, S2, dan S3, baik di universitas lokal, nasional, maupun luar negeri. Kita semua sepakat kunci untuk meningkatkan kesejahteraan itu melalui pendidikan.

Program Transmigrasi Patriot ini tidak hanya menyasar anak-anak para warga transmigran, tapi seluruh generasi muda Indonesia yang berjiwa bela negara.

Sebelum kami siapkan mentalnya, intelektualnya, dan fisiknya, anak-anak muda ini akan kami seleksi terlebih dahulu yang memiliki karakter patriot, yakni orang-orang yang berani dan rela berkorban untuk bangsa dan negara.

Terkait program transmigrasi ini, lembaga mana saja yang Anda ajak kolaborasi?

Kementrans siap berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) untuk mengembangkan pusat-pusat ekonomi baru di kawasan transmigrasi melalui tiga program terkait peningkatan akses pembelajaran serta pengembangan industrialisasi.

Kami tengah melakukan transformasi terhadap program transmigrasi agar tidak hanya sekedar menjadi sarana pemindahan penduduk, tapi juga dapat membangun ekosistem ekonomi baru yang terintegrasi di kawasan-kawasan transmigrasi.

Bagaimana Kementrans memperkuat SDM transmigrasi?

Kementerian Transmigrasi (Kementrans) berkomitmen untuk memprioritaskan penguatan sumber daya manusia (SDM) di bidang transmigrasi melalui balai pelatihan dan pemberdayaan masyarakat di berbagai daerah.

Transmigrasi membangun ekosistem ekonomi baru yang terintegrasi dengan mengirimkan SDM unggul. Peran balai pelatihan dan pemberdayaan masyarakat di berbagai daerah adalah menyiapkan SDM unggul yang ada.

Saya berharap balai pelatihan ini dapat terus meningkatkan perannya dalam mencetak SDM yang tidak hanya kompeten, tetapi juga mampu menghadapi tantangan di kawasan transmigrasi.

Karena nanti ada lahan-lahan pertanian yang tersedia untuk mencapai swasembada pangan, Kementerian Transmigrasi akan menyediakan tenaga kerjanya, berikut dengan perumahannya.

Tanggapan Anda mengenai kebijakan baru dalam penyelenggaraan program transmigrasi yaitu "rasakan dulu, baru tempatkan”?

Kami harus memindahkan kehidupan, bukan sekadar memindahkan orang. Itu artinya, rasa aman, rasa tentram, dan rasa bahagianya pun harus ikut dipindahkan.

Oleh karenanya saya mewajibkan para instruktur transmigrasi mendalami langsung kehidupan di lokasi penempatan, minimal selama seminggu sebelum melaksanakan tugas pelatihan. Pendekatan humanis ini diyakini akan menjadi landasan keberhasilan program transmigrasi kedepannya.

Kami ingin tahu, kalau di situ (lokasi transmigrasi) nyaman, insyaallah para transmigran nyaman. Kalau kami tidak nyaman, jangan harap transmigran akan nyaman.

Kira-kira seperti apa target Anda untuk kesejahteraan petani transmigran?

Kementrans juga berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian untuk meningkatkan taraf hidup para petani transmigran agar bisa memiliki pendapatan mencapai Rp15 juta hingga Rp20 juta setiap bulan.

Kami tidak ingin petani dan transmigran dipandang lagi sebagai warga negara kelas dua karena mereka adalah sokoguru pembangunan bangsa.

Selain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kolaborasi dengan Kementerian Pertanian tersebut juga bertujuan untuk mencapai target swasembada pangan pada tahun depan.

Sejauh mana peran transmigran di sektor pangan?

Transmigran bukan lagi kaum terpinggirkan, melainkan mereka merupakan patriot bagi bangsa untuk urusan ketahanan pangan. Kami akan menekankan bahwa para transmigran itu adalah para patriot bangsa, bukan lagi kaum yang terpinggirkan atau kaum yang dipindahkan.

Hal tersebut bukan tanpa alasan, para transmigran merupakan tonggak yang penting dalam urusan ketahanan dan kedaulatan pangan yang ada di Indonesia. ers/I-1

20250814230916_Capture.JPG

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.