Pendidikan Swasta Gratis Diawali dengan 258 Sekolah

Kamis, 14 Agu 2025, 01:10 WIB

JAKARTA – Pada tahun 2026 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta berharap mampu menargetkan sebanyak 258 sekolah swasta gratis. “Rencananya, 258 sekolah swasta gratis untuk tahun depan,” kata Wakil Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jakarta Sarjoko, Rabu. Dia menjelaskan saat ini sebanyak 40 sekolah swasta di Jakarta sudah menerapkan program sekolah swasta gratis.

Kendati demikian, sambung dia, di satu sisi, program tersebut masih berproses secara regulasi karena belum ada Peraturan Gubernur (Pergub) khusus terkait program tersebut. Berhubungan dengan anggaran, program itu sudah masuk ke dalam dalam APBD Perubahan (APBD-P).

Ket. Foto: Siswa antre untuk bersalaman dengan gurunya di SDN Grogol Selatan 08, Jakarta, Rabu (28/5). MK mengabulkan sebagian gugatan uji materi atas UU Sisdiknas tentang sekolah gratis. — Sumber: ANTARA/Sulthony Hasanuddin

“Dari aspek anggaran, kemarin sudah masuk di dalam update-nya perubahan. Untuk 40 sekolah itu kurang lebih sekitar 107 miliar,” jelas Sarjoko. Meskipun belum ada Pergub sekolah swasta gratis, dia menuturkan sudah mengundang 40 sekolah swasta yang lebih dulu menjalankan program tersebut.

Menurutnya, seluruh sekolah swasta itu tidak keberatan dengan belum adanya Pergub terkait dan sepakat untuk menjalankan program tersebut walaupun belum memperoleh dana khusus. “Meskipun mereka belum mendapatkan penyaluran dananya, secara prinsip sudah menyepakati untuk menyelenggarakan sekolah gratis. Mereka juga tidak akan memungut biaya ke orang tua atau siswa,” terang Sarjoko.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Pendidikan Jakarta Taga Radja Gah menuturkan meskipun belum ada Pergub terkait sekolah swasta gratis, program itu sudah dilaksanakan agar setiap anak bisa secepatnya mulai bersekolah. Dia menegaskan keputusan tersebut dibuat setelah berdiskusi dengan pihak sekolah swasta yang ditunjuk.

“Untuk pembayaran memang menunggu Pergub, dan mereka paham. Inilah kolaborasi antara masyarakat dan Pemda. Sebenarnya ini untuk membantu wilayah-wilayah yang tidak ada sekolah negerinya,” tutur Taga.

Sedangkan terkait Makan Bergizi Gratis (MBG) pemprov Jakarta menilai memperkuat program peningkatan kesehatan peserta didik, salah satunya kantin sehat. “MBG ini akan memberikan penguatan terhadap keseluruhan program. Kita tidak bicara makanan yang diberikan, tetapi juga kantinnya, program-program aktivitas fisiknya,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Jakarta, Ani Ruspitawati.

Program kantin sehat di sekolah sudah dimulai sejak 2013 melalui Peraturan Gubernur Jakarta Nomor 140 tentang Penyelenggaraan Kantin Sehat dan masih berlangsung sampai dengan saat ini. Program tersebut merupakan upaya pemerintah mencegah terjadinya penyakit tidak menular pada usia muda, seperti diabetes, hipertensi, gagal ginjal, dan lainnya. 

  • Sekolah Swasta Gratis

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.