Korea Utara Bantah Singkirkan Speaker Propaganda di Perbatasan, Tolak Rekonsiliasi

Kamis, 14 Agu 2025, 12:20 WIB

SEOUL - Kim Yo Jong, adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un membantah laporan militer Korea Selatan yang menyebutkan Pyongyang telah menyingkirkan pengeras suara propaganda di sepanjang perbatasan.

Dalam pernyataan berbahasa Inggris yang disiarkan Kantor Berita Pusat Korea resmi, Kim Yo Jong menggarisbawahi bahwa upaya Korea Selatan untuk meredakan ketegangan tidak ada gunanya.

Ket. Foto: Kim Yo-jong, saudara perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, berbicara pada pertemuan nasional tentang pandemi Covid-19 pada 10 Agustus 2022. — Sumber: KCNA/Yonhap

"Kami tidak pernah mencopot pengeras suara yang terpasang di wilayah perbatasan dan tidak bersedia mencopotnya," kata Kim, saudara perempuan penguasa Korea Utara Kim Jong Un.

Sejak terpilih pada bulan Juni, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung telah berjanji akan menjangkau Korea Utara yang bersenjata nuklir dan mengupayakan dialog tanpa prasyarat, kebalikan dari pendahulunya yang bersikap keras.

Korea Selatan telah menyiarkan K-pop dan laporan berita dengan keras ke Korea Utara sebagai tanggapan terhadap Pyongyang yang menyiarkan suara-suara aneh dan meresahkan di sepanjang perbatasan yang telah menjadi gangguan besar bagi penduduk lokal Korea Selatan.

Kedua negara telah menghentikan siaran propaganda di sepanjang zona demiliterisasi, kata militer Seoul pada bulan Juni setelah terpilihnya Lee.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan pada tanggal 5 Agustus mereka telah mulai menyingkirkan pengeras suara dari sisi perbatasannya sebagai "tindakan praktis yang bertujuan membantu meredakan ketegangan dengan Korea Utara".

Dalam pernyataannya pada hari Kamis (14/8), Kim menepis tindakan seperti itu.

"Baru-baru ini, Korea Selatan telah mencoba menyesatkan opini publik dengan mengatakan bahwa 'tindakan niat baik' dan 'kebijakan peredaan'-nya mendapat respons, serta menciptakan opini publik bahwa hubungan DPRK-Korsel sedang 'dipulihkan'", ujarnya, merujuk pada kedua Korea dengan singkatan nama resminya.

"Kami telah mengklarifikasi beberapa kali bahwa kami tidak memiliki keinginan untuk memperbaiki hubungan dengan ROK... dan pendirian serta sudut pandang yang konklusif ini akan diabadikan dalam konstitusi kami di masa mendatang," kata Kim.

Pernyataan tersebut muncul saat Korea Selatan dan Amerika Serikat bersiap mengadakan latihan militer gabungan tahunan yang bertujuan untuk mengekang Korea Utara, dari tanggal 18 hingga 28 Agustus.

Korea Utara, yang menyerang tetangganya pada tahun 1950, yang memicu Perang Korea, selalu marah dengan latihan militer AS-Korea Selatan, dan menganggapnya sebagai latihan untuk invasi.

"Entah ROK menarik pengeras suaranya atau tidak, berhenti siaran atau tidak, menunda latihan militernya atau tidak, dan menguranginya atau tidak, kami tidak peduli dan tidak tertarik pada mereka," kata Kim.

"Saya yakin kebijakan Seoul terhadap DPRK tetap tidak berubah dan tidak akan pernah berubah."

Kedua negara secara teknis masih berperang karena Perang Korea 1950-53 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai. 

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP, Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.