- Home
-
- Luar Negeri
-
- Korea Utara Bantah Singkir...
Korea Utara Bantah Singkirkan Speaker Propaganda di Perbatasan, Tolak Rekonsiliasi
Kamis, 14 Agu 2025, 12:20 WIBSEOUL - Kim Yo Jong, adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un membantah laporan militer Korea Selatan yang menyebutkan Pyongyang telah menyingkirkan pengeras suara propaganda di sepanjang perbatasan.
Dalam pernyataan berbahasa Inggris yang disiarkan Kantor Berita Pusat Korea resmi, Kim Yo Jong menggarisbawahi bahwa upaya Korea Selatan untuk meredakan ketegangan tidak ada gunanya.
"Kami tidak pernah mencopot pengeras suara yang terpasang di wilayah perbatasan dan tidak bersedia mencopotnya," kata Kim, saudara perempuan penguasa Korea Utara Kim Jong Un.
Sejak terpilih pada bulan Juni, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung telah berjanji akan menjangkau Korea Utara yang bersenjata nuklir dan mengupayakan dialog tanpa prasyarat, kebalikan dari pendahulunya yang bersikap keras.
Korea Selatan telah menyiarkan K-pop dan laporan berita dengan keras ke Korea Utara sebagai tanggapan terhadap Pyongyang yang menyiarkan suara-suara aneh dan meresahkan di sepanjang perbatasan yang telah menjadi gangguan besar bagi penduduk lokal Korea Selatan.
Kedua negara telah menghentikan siaran propaganda di sepanjang zona demiliterisasi, kata militer Seoul pada bulan Juni setelah terpilihnya Lee.
Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan pada tanggal 5 Agustus mereka telah mulai menyingkirkan pengeras suara dari sisi perbatasannya sebagai "tindakan praktis yang bertujuan membantu meredakan ketegangan dengan Korea Utara".
Dalam pernyataannya pada hari Kamis (14/8), Kim menepis tindakan seperti itu.
"Baru-baru ini, Korea Selatan telah mencoba menyesatkan opini publik dengan mengatakan bahwa 'tindakan niat baik' dan 'kebijakan peredaan'-nya mendapat respons, serta menciptakan opini publik bahwa hubungan DPRK-Korsel sedang 'dipulihkan'", ujarnya, merujuk pada kedua Korea dengan singkatan nama resminya.
"Kami telah mengklarifikasi beberapa kali bahwa kami tidak memiliki keinginan untuk memperbaiki hubungan dengan ROK... dan pendirian serta sudut pandang yang konklusif ini akan diabadikan dalam konstitusi kami di masa mendatang," kata Kim.
Pernyataan tersebut muncul saat Korea Selatan dan Amerika Serikat bersiap mengadakan latihan militer gabungan tahunan yang bertujuan untuk mengekang Korea Utara, dari tanggal 18 hingga 28 Agustus.
Korea Utara, yang menyerang tetangganya pada tahun 1950, yang memicu Perang Korea, selalu marah dengan latihan militer AS-Korea Selatan, dan menganggapnya sebagai latihan untuk invasi.
"Entah ROK menarik pengeras suaranya atau tidak, berhenti siaran atau tidak, menunda latihan militernya atau tidak, dan menguranginya atau tidak, kami tidak peduli dan tidak tertarik pada mereka," kata Kim.
"Saya yakin kebijakan Seoul terhadap DPRK tetap tidak berubah dan tidak akan pernah berubah."
Kedua negara secara teknis masih berperang karena Perang Korea 1950-53 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai.Â
- Konflik Semenanjung Korea
- siaran propaganda
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Badan Intelijen Korsel Digerebek, Diduga Terlibat Insiden Drone di Korut
-
Pangkas Birokrasi Perizinan, Pemkab Bekasi Luncurkan Aplikasi BOSS
-
Tak Ada Lagi Siaran K-pop, Korsel Mulai Singkirkan Pengeras Suara Anti-Korut di Sepanjang Perbatasan
-
Jonatan Christie Comeback Gemilang! Lolos ke Perempat Final Hylo Open 2025
-
Korut Ancam Korsel Jika Terbangkan Drone ke Wilayahnya
-
WNI Bikin Ulah di Jepang, Menteri Karding Bantah Kabar Tokyo Blacklist Pekerja Indonesia
-
Binus Bentuk Generasi Berdaya Saing Global Lewat Kolaborasi dengan Universitas Mitra di Asia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.