Masyarakat Tak Wajib Kenakan Baju Adat saat Hadiri Upacara

Rabu, 13 Agu 2025, 03:03 WIB

Istana tidak mewajibkan masyarakat mengenakan baju adat saat mengikuti Upacara Detik-detik Proklamasi dan Penurunan Bendera pada HUT Ke-80 RI pada 17 Agustus nanti.

JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa pihaknya tidak mewajibkan masyarakat mengenakan baju adat saat menghadiri Upacara Detik-detik Proklamasi dan Penurunan Bendera pada HUT Ke-80 RI di Istana Merdeka, Jakarta, pada 17 Agustus mendatang.

Ket. Foto: Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan keterangan media usai menyaksikan gladi kotor latihan gabungan di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (12/8/2025). — Sumber: Antara

“Untuk masyarakat, kita tidak mewajibkan untuk menggunakan pakaian tertentu. Yang penting semangatnya, nuansanya kalau memang di rumah punya mungkin baju warna merah, ada warna merah putihnya pakailah,” kata Prasetyo saat memberikan keterangan media usai menyaksikan geladi kotor latihan gabungan di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (12/8).

Mensesneg menjelaskan bahwa untuk peserta upacara jalur undangan resmi diharapkan mengenakan pakaian adat.

Namun, untuk masyarakat umum yang berhasil mendapatkan tiket menghadiri upacara di Istana Merdeka, Jakarta, tidak diwajibkan mengenakan pakaian adat.

Namun, ia berharap semangat merayakan kemerdekaan HUT RI dengan mengenakan pakaian bernuansa merah putih.

Prasetyo juga memastikan total 16 ribu tamu undangan akan menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, pada Minggu, 17 Agustus 2025. Istana mengalokasikan masing-masing 8.000 undangan menghadiri sesi upacara pagi hari dan sore hari.

Di sisi lain, Prasetyo mengakui bahwa tingginya antusias masyarakat yang ingin ikut serta dalam Upacara di Istana membuat hanya 16 ribu undangan yang disediakan. “Dalam kesempatan ini, kami juga selaku pribadi dan mewakili panitia memohon maaf kalau memang karena keterbatasan tempat maka banyak masyarakat yang sebenarnya antusias ingin ikut hadir merayakan. Tetapi sekali lagi karena keterbatasan tempat tidak bisa semuanya tertampung,” kata Mensesneg.

Pada peringatan HUT Ke-80 RI di Istana, Prasetyo mengungkapkan beragam pengisi acara dari unsur masyarakat, instansi, hingga kelompok seni turut ambil bagian. Hal itu karena masukan dan ide untuk memeriahkan acara di Istana dari berbagai kalangan terus bermunculan.

“Ada yang kemudian mengusulkan untuk ditambahkan ini. Dan bagi kami panitia, sepanjang itu bisa diakomodasi, tidak mengganggu acara inti, acara pokok, enggak ada masalah. Karena semangatnya semua ingin ikut berpartisipasi,” kata Prasetyo.

Di Istana Presiden

Presiden RI Prabowo Subianto direncanakan mengukuhkan 76 orang calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu, 13 Agustus 2025.

“(Pengukuhan Paskibraka) rencananya tanggal 13 (Agustus),” kata Mensesneg.

Menurut jadwal, pengukuhan 76 orang calon Paskibraka dari 38 provinsi di Indonesia tersebut akan dilakukan sebelum geladi bersih Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi.

Prasetyo menjelaskan bahwa geladi kotor latihan gabungan ini merupakan rangkaian dari proses adaptasi para calon Paskibraka dan petugas Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi serta Pengibaran Bendera hingga Penurunan Bendera dalam memperingati HUT Ke-80 RI yang jatuh pada 17 Agustus mendatang.

Saat geladi kotor berlangsung, hujan deras mengguyur halaman Istana Merdeka, Jakarta. Namun demikian, kondisi tersebut tidak mengganggu kegiatan baris-berbaris, sehingga gladi kotor berjalan tanpa hambatan. “Kita berharap nanti pada saat hari Minggu, tanggal 17 Agustus, cuaca akan bersahabat. Tapi, apa pun kondisinya, ya enggak ada masalah. Mau hujan, mau terus,” kata Prasetyo.

Prasetyo mengatakan pihak Istana akan melakukan evaluasi terhadap calon Paskibraka dan petugas upacara karena ada sejumlah hal yang dinilai belum sempurna.

Adapun dari 76 orang calon Paskibraka, tiga orang di antaranya akan bertugas sebagai pembawa baki dan pengibar bendera. Namun, baru akan diumumkan tepat pada Minggu, 17 Agustus 2025.

Sehari sebelumnya, 76 orang calon Paskibraka pada Senin (11/8) pagi melaksanakan latihan gabungan terakhir sebelum berpindah ke Jakarta pada Senin (11/8) malam.

Latihan gabungan digelar lengkap dengan pasukan Paspampres, TNI/Polri, hingga satuan musik. Para calon Paskibraka tampak mengenakan pakaian dinas upacara dalam latihan gabungan itu.

Menurut Prasetyo, sejumlah anggota calon Paskibraka masih grogi karena merupakan kali pertama mereka berlatih di halaman Istana Merdeka, ­Jakarta. Ant/S-2

  • HUT RI 80

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.