Harga Cabai dan Bawang Merah Turun Tajam

Rabu, 13 Agu 2025, 01:10 WIB

JAKARTA – Untuk wilayah Jakarta, berdasarkan Info Pangan Jakarta, harga cabai rawit merah turun tajam pada hari Selasa (12/8) dibanding hari Senin (11/8). Harga cabai rawit merah di tingkat konsumen pada hari Selasa 45.485 per kilogram dibandingkan sebelumnya, Senin (11/8) sebesar 50.225 per kg.

Sedangkan harga bawang merah 47.658 per kg atau turun dari hari Senin 53.683 per kg. Meski begitu, harga ini tetap masih dinilai tinggi. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta, Hasudungan Sidabalok, menjelaskan masih tingginya harga bawang merah dan cabai rawit merah dipengaruhi beberapa faktor.

Ket. Foto: Ilustrasi - Bawang merah dan komoditas pangan lainnya yang dijual di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. — Sumber: ANTARA/Harianto.

Salah satunya, dipengaruhi kegagalan panen, karena permintaan kedua komoditas tersebut pada dasarnya stabil. Lebih lanjut, dia memaparkan kemungkinan berkurangnya supply bawang merah dan cabai rawit merah disebabkan kegagalan panen akibat serangan hama penyakit.

Selain gagal panen, ada pula kemungkinan populasi tanaman atau luas tanam kedua komoditas tersebut berkurang. “Petani cabai mudah beralih ke komoditas lain jika terjadi kegagalan panen atau jika panen berlebih, tetapi harga murah,” tandasnya. Hampir bisa dipastikan jika terjadi gagal panen atau harga murah, bulan-bulan berikutnya harga cabai akan mahal karena berkurangnya pasokandari petani yang beralih ke tanaman lain.

Berbeda dengan petani padi, mereka umumnya konsisten menanam padi walaupun gagal panen atau harga turun di pasaran. Kondisi pasokan dan permintaanitulah yang dinilai menyebabkan harga bawang merah dan cabai rawit merah berfluktuasi. “Karena permintaan relatif stabil, maka yang perlu dijaga adalah pasokannya,” tutur Hasudungan.

Sementara itu, untuk menghadapi situasi harga tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta melakukan berbagai upaya guna menjaga ketersediaan dan menstabilkan harga cabai rawit merah dan bawang merah. “Kami koordinasi dengan stakeholder cabai dan bawang merah terkait distribusi dan ketersediaan tingkat produsen,” tambah Hasudungan Sidabalok. Selain itu, Pemprov menanam cabai dengan melibatkan masyarakat, terutama ibu rumah tangga.

Upaya tersebut telah dilaksanakan sejak 18 Juli dengan total 25.000 bibit. Pemprov juga memberikan bimbingan pengolahan cabai dan bawang bagi pelaku usaha Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), terutama pemilik katering. “Kegiatan itu dilakukan berkolaborasi dengan Bank Indonesia Perwakilan Jakarta,” ujar Hasudungan.

Tekan Inflasi 

Sementara itu, dalam rangka menekan laju inflasi, Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi menggelar pasar murah dan bazar UMKM. Langkah ini juga untuk menjaga stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok.

“Kegiatan ini sebagai bagian dari Pasar Murah Sinergi yang diinisiasi Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Juga dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan serta Hari Lahir ke-80 Kejaksaan,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi Eddy Sumarman di Cikarang, Selasa.

Menurutnya, sembilan bahan pokok atau sembako merupakan kebutuhan dasar masyarakat hingga ketersediaan dan keterjangkauan harganya berdampak langsung inflasi serta daya beli. Ini termasuk turut mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat.

Eddy menjelaskan, bazaar menyasar kalangan menengah bawah melalui skema penjualan dan pendistribusian dengan sistem kupon. Kupon telah dibagikan secara tepat sasaran kepada masyarakat Kabupaten Bekasi. “Kupon tersebut dapat ditukarkan dengan paket sembako di stan-stan yang tersedia di halaman kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi dengan hanya membayar sebesar 50.000,” katanya.

Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi bersinergi dengan Perum Bulog Cabang Karawang, Dinas Perdagangan, Lapas Cikarang, Dinas Ketahanan Pangan, Ikatan Adhyaksa Dharmakarini serta Forum UMKM Disabilitas Kabupaten Bekasi. Sebanyak 12 gerai dibuka untuk public. Gerai memasarkan sembako murah dan produk UMKM. Ada 250 paket sembako berupa beras, gula, tepung dan minyak.

Kemudian hasil laut, ada ikan laut segar, udang, dan cumi. Ada juga olahan ikan berupa bandeng presto, tekwan, kerupuk ikan dan pempek. 

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.