NTB Dorong Wisata yang Berkualitas Dunia, Beberapa Layanan Penerbangan Dibuka Mulai Agustus
Selasa, 12 Agu 2025, 08:35 WIBMATARAM - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menekankan pengembangan wisata berkualitas global harus berbasis dokumen Rencana Pengembangan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029.
"Pemerintah harus melihat sektor pariwisata sebagai sektor basis yang menjadi pengungkit bagi sektor-sektor yang lainnya bagi setiap produk yang dihasilkan oleh Nusa Tenggara Barat," kata Juru Bicara Pansus RPJMD Hasbullah Muis Konco dalam pernyataan di Mataram, Selasa (12/8).
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan kontribusi sektor pariwisata (penyediaan akomodasi makan minum) di Nusa Tenggara Barat sebesar Rp3,20 triliun terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada tahun 2024.
Hasbullah mengatakan penetapan RPJMD menjadi momentum kebangkitan bersama untuk menjadikan Nusa Tenggara Barat sebagai provinsi kepulauan yang makmur dan mendunia melalui pembangunan destinasi wisata berkelas dunia.
Menurutnya, pemerintah daerah sudah saatnya memilih pariwisata berkualitas yang menjadi pilihan logis bagi Nusa Tenggara Barat karena arah kebijakan itu sesuai dengan arah kebijakan pusat berupa pariwisata petualangan.
"Pariwisata berkualitas lebih berpihak terhadap lingkungan dengan jumlah wisatawan yang lebih sedikit, namun produktif," kata Hasbullah.
Lebih lanjut dia menyampaikan sektor pariwisata harus didukung dengan sumber daya yang memadai terutama menyangkut keramahan dalam menerima tamu, pemandu wisata, dan mitigasi resiko dengan standar global.
Panitia Khusus RPJMD NTB 2025-2029 mendorong agar ada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemanuan kebudayaan, dan ragam kegiatan nasional maupun internasional di Nusa Tenggara Barat.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan beberapa layanan penerbangan telah ditingkatkan untuk mendukung kunjungan ke Nusa Tenggara Barat. Destinasi penerbangan nasional baru dijadwalkan dibuka sekitar Agustus-Oktober 2025. Adapun destinasi tersebut antara lain:
1. Lombok - Labuan Bajo
2. Lombok - Kupang
3. Lombok - Yogyakarta Adi Sutjipto
4. Lombok - Malang
5. Lombok - Jakarta (sore)
6. Lombok - Perth (Australia)
Sementara itu, penerbangan Lombok-Bangkok (Don Mueang) yang semula dijadwalkan dibuka dalam waktu dekat kemungkinan mengalami penundaan karena perkembangan situasi keamanan di Thailand yang tidak kondusif.
"Untuk pembukaan jalur barunya mulai Agustus, sudah ada yang mulai seperti Labuan Bajo yang awalnya tiga kali seminggu, empat kali, enam kali sekarang dua kali sehari kami koneksikan dengan wisata," kata Iqbal.
Lebih lanjut dia mengungkapkan bahwa Jakarta juga meminta penambahan jadwal penerbangan dengan maskapai Pelita Air untuk penerbangan sore hari lantaran pesawat asing mendarat dari siang ke sore.
Pemerintah NTB berjanji segera meminta pengurangan suplai agar bisa menurunkan harga tiket pesawat yang saat ini masih terbilang mahal.
- NTB
- Layanan Penerbangan
- Wisata Berkelas Dunia
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Catat Ini Siapa Tahu Ada yang Membutuhkan, SIM Keliling Tersedia di Lima Lokasi Jakarta Pada Jumat
-
Perkuat Upaya Pelestarian Seni, Pembangunan Taman Budaya Bantul Tahap I Selesai Desember
-
Pemkab Karawang Siapkan PSEL Atasi Over Kapasitas TPA Jalupang
-
Revitalisasi bangunan sekolah di Bangkalan
-
Dukung Iklim Investasi dan Pariwisata, Imigrasi Maluku Perkuat Pengawasan
-
Pocari Sweat Run Lombok 2026 Padukan Sensasi Lari di Sirkuit dan Budaya Lokal, Tarik 9.200 Peserta
-
Tak Lagi Muda, Lansia Panti Wreda di Surabaya Tetap Antusias Ikuti Lomba Agustusan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.