Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Meski Kemarau, Kaltim Masih Diguyur Hujan hingga 20 Agustus 2025

📅 Selasa, 12 Agu 2025, 08:52 WIB | Oleh:
Meski Kemarau, Kaltim Masih Diguyur Hujan hingga 20 Agustus 2025 Doc: ANTARA
Ket. Kantor Stasiun Meteorologi APT Pranoto BMKG Samarinda

SAMARINDA - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan secara umum Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) berpeluang mengalami hujan ringan hingga sedang pada dasarian dua (11-20 Agustus), meski saat ini musim kemarau.

Hujan masih terjadi, karena kemarau tahun ini disebut dengan kemarau basah, namun tidak intensif, sebab munculnya siklon tropis utara Indonesia, sehingga mempengaruhi arah angin dan terjadinya hujan di wilayah Kaltim.

"Pada prakiraan peluang curah hujan dasarian dua Agustus 2025, wilayah Kaltim bagian timur dan selatan diprediksi mengalami curah hujan kategori rendah antara 0-50 mm," ujar Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III APT Pranoto BMKG Samarinda Riza Arian Noor di Samarinda, Selasa.

Hujan kategori rendah tersebut memiliki peluang lebih dari 90 persen, sementara untuk wilayah Kaltim bagian utara hingga barat diprediksi mengalami curah hujan kategori menengah antara 50 hingga 150 milimeter (mm) dengan peluang hujan antara 70 hingga 90 persen.

Untuk itu, ia mengimbau warga waspada terhadap dampak hujan ringan hingga sedang tersebut, seperti genangan air, tanah longsor hingga jalan licin yang bisa saja memicu kecelakaan.

Ia mengatakan untuk prakiraan deterministik curah hujan di dasarian yang sama, secara umum wilayah Kaltim menunjukkan curah hujan kategori rendah antara 20 sampai 50 mm, sedangkan khusus wilayah Kaltim bagian utara hingga barat, diprakirakan mengalami hujan dengan kategori menengah antara 50 hingga 75 mm.

Kemudian, prakiraan deterministik sifat hujan umumnya kategori atas normal antara 116 hingga 200 persen.

"Sebagian wilayah Kaltim bagian selatan, Kabupaten Kutai Timur bagian timur, Kabupaten Berau bagian utara, dan sebagian kecil wilayah Kabupaten Mahakam Ulu diprakirakan mengalami sifat hujan kategori normal antara 85 sampai 115 persen," katanya.

Riza juga menyinggung tentang hasil pantauan hari tanpa hujan pada dasarian satu Agustus (1-10 Agustus), Provinsi Kaltim pada umumnya juga mengalami hari tanpa hujan dalam kriteria sangat pendek antara 1 sampai 5 hari hingga kriteria menengah antara 11 sampai 20 hari.

"Wilayah dengan durasi hari tanpa hujan terpanjang terdapat di Kabupaten Kutai Barat, yakni di Kecamatan Barong Tongkok dengan durasi hari tanpa hujan mencapai 14 hari," ujar Riza.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar

Indonesia Tertinggal 0-2 dari Tiongkok

55 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia Tertinggal 0-2 da...
Olahraga
Atlet Angkat Besi Saatnya U...
Megapolitan
Enam Desa Wisata Ditetapkan...
Advertisement
Pascabanjir Arosuka, Operasional AKAP di Terminal Tipe A Bareh Solok Tetap Berjalan Normal

Pascabanjir Arosuka, Operasional AKAP di Terminal Tipe A Bareh Solok Tetap Berjalan Normal

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.