Produksi Minyak Capai 608 Ribu Barel Per Hari, Bahlil: Lampaui Target APBN

Senin, 11 Agu 2025, 13:38 WIB

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan produksi minyak nasional pada Juni berhasil mencapai 608,1 ribu barel per hari (MBOPD), dengan demikian melampaui target APBN yang ditetapkan sebesar 605 ribu bph.

“Tahun 2025, target APBN bisa tercapai dan ini baru pertama sejak 2008,” ucap Bahlil dalam konferensi pers capaian kinerja semester I tahun 2025 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang digelar di Jakarta, Senin (11/8).

Ket. Foto: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia — Sumber: antara foto

Produksi minyak pada Juni 2025 mencapai 608,1 MBOPD atau 100,5 persen dari target. Adapun rata-rata produksi minyak sepanjang Semester I 2025 mencapai 602,4 MBOPD atau 99,5 persen dari target APBN.

Sementara itu, produksi gas bumi pada bulan Juni 2025 mencapai 1,146 juta barel setara minyak per hari (MMBOEPD) atau 114 persen dari target APBN yang ditetapkan sebesar 1,005 juta barel setara minyak per hari.

Rata-rata produksi gas bumi pada Semester I 2025 mencapai 1,199 juta barel setara minyak per hari, atau 119 persen dari target.

“Rata-rata enam bulan, di APBN, 1,005 MMBOEPD, tapi realisasi kita sekarang sudah melampaui 1,005 MMBOEPD, dengan rata-rata 1,199 MMBOEPD,” kata dia.

Secara keseluruhan, akumulasi produksi minyak dan gas bumi pada Semester I 2025 mencapai rata-rata 111,9 persen di atas target APBN 2025 yang ditetapkan sebesar 1,610 MMBOEPD. Pada Juni, akumulasi produksi migas tercatat sebesar 1,754 MMBOEPD.

“Ini akumulasi minyak dan gas. Yang terjadi sekarang, kita sudah mencapai target APBN, sudah mencapai 1,754 MMBOEPD,” tutur Bahlil.

Sebelumnya, Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (Adpmet) memiliki komitmen kuat mengawal pemerintah dalam mendukung pencapaian produksi minyak dan gas bumi serta energi baru terbarukan (EBT) di Tanah Air.

“Intinya Adpmet dibentuk untuk meningkatkan lifting minyak, jika hal tersebut terwujud maka potensi penerimaan negara di bidang migas besar,” kata Ketua Adpmet sekaligus Gubernur Jambi Al Haris, Minggu (10/8).

Ia mengatakan untuk mendukung program tersebut, Adpmet telah merancang program kerja lima tahun ke depan. Fokus terhadap Keputusan Menteri (Kepmen) mengacu pada Peraturan Menteri (Permen) Energi Sumber Daya Mineral Nomor 14 tahun 2025. Termasuk bersinggungan tata kelola hasil Minyak dan Gas (Migas).

Al Haris juga menyoroti pentingnya memperkuat regulasi untuk mempercepat reformasi sektor energi, khususnya di daerah penghasil.

Selain aspek kebijakan, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi isu prioritas. Adpmet mendorong inisiatif agar generasi muda di daerah penghasil migas dapat mengakses pendidikan yang relevan, khususnya di bidang teknologi energi.

Lebih lanjut, Al Haris mengatakan kerangka organisasi Adpmet dinaungi langsung dengan tiga kementerian. Terdiri dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementrian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian ESDM.

Dalam waktu dekat, ketua Adpmet dan kepengurusan akan mendatangi tiga kementerian tersebut, membahas program kerja dan rencana pelantikan.

"Ya kemarin sudah rapat merancang program-program kami ke depan. Termasuk rencana pelantikan oleh menteri," ujar dia.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.