- Home
-
- Megapolitan
-
- Pemkot Jaktim Bertekad Ci...
Pemkot Jaktim Bertekad Ciptakan Ikon Oleh-Oleh Betawi, Kini Masih Jadi Tantangan
Senin, 11 Agu 2025, 15:25 WIBJAKARTA - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur (Pemkot Jaktim) bertekad menciptakan ikon oleh-oleh khas Betawi yang mudah dikenali, memiliki daya tarik yang kuat dan populer di kalangan wisatawan. Saat ini masih menjadi tantangan karena belum ada yang kuat dan popular.
âKita perlu melestarikan, memperkenalkan ikon oleh-oleh Betawi agar lebih populer untuk anak dan cucu kita, termasuk ke wisatawan lainnya,â kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Kota Jakarta Timur Fauzi dalam kegiatan pelatihan pembuatan kuliner dan suvenir Betawi bagi wirausaha Betawi dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 RI di Kelurahan Setu, Cipayung, Jakarta Timur, Senin (11/8).
Menurut Fauzi, Jakarta masih menghadapi tantangan dalam mengelola dan mempopulerkan citra oleh-oleh khasnya.
Ia mencontohkan, orang yang berkunjung ke Sumedang langsung teringat tahu Sumedang. Begitu pula Garut yang identik dengan dodol Garut. Sementara di Jakarta, oleh-oleh Betawi belum sepopuler itu.
"Mau ke Sumedang, pasti titip tahu. Ke Garut, titip dodol Garut. Tapi kalau ke Jakarta, mau titip apa? Oleh-oleh khas Betawi yang dikenal orang masih sedikit," ujar Fauzi.
Melalui berbagai pelatihan dan kolaborasi dengan pelaku usaha ini, diharapkan dapat membuat Jakarta memiliki satu ikon oleh-oleh yang langsung terlintas dalam benak wisatawan.
"Kita ingin, misalnya, orang ke Setu sudah tahu pusat dodol Betawi di mana. Jadi, selain jadi tujuan wisata, juga membuka peluang meningkatkan perekonomian keluarga," kata Fauzi.
Selain itu, Jakarta juga perlu memperkuat identitas kuliner dan produk khas Betawi, mulai dari inovasi kemasan, promosi yang konsisten, hingga menggandeng pelaku usaha dan UMKM lokal.
Hal ini diharapkan dapat menjadikan oleh-oleh Betawi sebagai pilihan utama wisatawan yang berkunjung ke ibu kota.
âJadi kegiatan ini diharapkan bukan hanya meramaikan HUT ke-80 RI, tetapi juga mempromosikan kuliner Betawi, dan bagian dari pelestarian budaya,â kata Fauzi.
Sementara itu, Ketua Badan Musyawarah (BAMUS) Suku Betawi 1982 Ma'ah Setiawan mengatakan sebanyak 150 peserta dari berbagai unsur masyarakat mengikuti kegiatan pelatihan pembuatan kuliner dan suvenir Betawi bagi wirausaha Betawi.
Pelatihan yang digelar mencakup tiga materi utama, yaitu pembuatan kue akar kelapa, bir pletok, dan suvenir ondel-ondel setinggi 30 sentimeter. âKami ingin di 65 kelurahan di Jakarta Timur, minimal di setiap 10 kecamatan, ada makanan khas Betawi yang bisa menjadi kebanggaan,â kata Ma'ah.
Selain pelatihan, kegiatan ini juga dirangkai dengan lomba dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Nuansa merah-putih turut mewarnai acara yang diikuti oleh 150 warga dan terbagi menjadi 15 kelompok peserta, mayoritas ibu-ibu.
âKita lombakan, nanti akan dipilih juara 1, 2, dan 3, sementara yang lain tetap akan mendapat penghargaan,â ucap Ma'ah.
- pemkot jaktim
- Ikon Oleh-oleh Betawi
- Mudah Dikenali
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
KAI Sumut Ancam Tempuh Langkah Hukum Bagi Pelemparan Kereta Api
-
Jadwal Pertandingan dan Klasemen Sementara IBL 2025, Dewa United Kembali ke Puncak Klasemen
-
Ole Romeny Siap Lawan Australia
-
Pemkot Jaktim Sasar Pertanian Perkotaan Jadi "Edufarm"
-
Optimalkan Fasilitas, Jakarta Timur Siap Jadi Tuan Rumah POPNAS dan PEPARPENAS 2025
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.