• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Napas Kamu 'Bau Naga'? Ini...

Napas Kamu 'Bau Naga'? Ini Penyebab dan Cara Mudah Menghilangkannya

Senin, 11 Agu 2025, 14:30 WIB

Jika Anda pernah merasakan hal yang kurang menyenangkan berkaitan dengan napas tak sedap saat berkencan, wawancara kerja, atau sekadar mengobrol dengan teman, Anda tidak sendirian.

Studi menunjukkan, 50 persen orang dewasa pernah mengalami bau mulut (halitosis) dalam hidup mereka. Biasanya, bau mulut disebabkan oleh pemecahan protein oleh bakteri di dalam mulut. Namun, ada kemungkinan penyebab lain di saluran pernapasan, kerongkongan, dan lambung yang juga dapat menyebabkan bau mulut.

Ket. Foto: — Sumber: IST

Mengutip Mouth Health dan NDTV, berikut penyebab bau mulut dan cara menghilangkannya.

Apa Penyebab Bau Mulut?

Ada sejumlah alasan mengapa Anda mungkin mengalami “napas naga”. Meskipun banyak penyebabnya tidak berbahaya, bau mulut terkadang bisa menjadi tanda sesuatu yang lebih serius.

Bakteri

Bau mulut bisa terjadi kapan saja karena ratusan jenis bakteri penyebab bau mulut yang secara alami hidup di mulut Anda. Mulut Anda juga bertindak seperti rumah kaca alami yang memungkinkan bakteri ini berkembang biak. Saat makan, bakteri memakan sisa makanan di mulut dan meninggalkan produk limbah berbau busuk.

Mulut Kering

Mulut Anda mungkin tidak memproduksi cukup air liur. Air liur penting karena bekerja sepanjang waktu untuk membersihkan mulut. Jika produksinya tidak mencukupi, mulut tidak dibersihkan sebaik yang seharusnya. Mulut kering dapat disebabkan oleh obat-obatan tertentu, masalah kelenjar ludah, atau sekadar bernapas melalui mulut.

Penyakit Gusi

Bau mulut yang tak kunjung hilang atau rasa tak enak yang terus-menerus di mulut bisa menjadi tanda peringatan adanya penyakit gusi lanjut, yang disebabkan oleh bakteri lengket penyebab gigi berlubang yang disebut plak.

Makanan

Bawang putih, bawang bombai, kopi… Daftar makanan yang dapat menyebabkan bau mulut sangat panjang, dan apa yang Anda makan memengaruhi udara yang Anda hembuskan.

Merokok 

Merokok bisa menodai gigi, menyebabkan bau mulut, dan meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan. Tembakau mengurangi kemampuan Anda untuk merasakan makanan dan mengiritasi jaringan gusi. Pengguna tembakau lebih mungkin menderita penyakit gusi. Karena merokok juga memengaruhi indra penciuman, perokok mungkin tidak menyadari bau napas mereka.

Kondisi Medis 

Infeksi mulut dapat menyebabkan bau mulut. Namun, jika dokter gigi telah menyingkirkan kemungkinan penyebab lain dan Anda menyikat gigi serta membersihkan gigi dengan benang setiap hari, bau mulut mungkin disebabkan oleh masalah lain, seperti kondisi sinus, refluks lambung, diabetes, penyakit hati, atau ginjal. Jika demikian, segera konsultasikan dengan dokter.

Cara Menghilangkan Bau Mulut

  • Selalu jaga kebersihan gigi dan mulut yang baik. Selain menyikat gigi, penting juga untuk membersihkan sela-sela gigi menggunakan benang gigi. Gunakan pembersih lidah dan bersihkan hingga ke bagian belakang lidah.
  • Minum banyak cairan dan hindari terlalu banyak produk berkafein seperti kopi. Konsumsilah sayuran segar yang berserat. Beralihlah ke teh herbal atau teh hijau.
  • Gunakan obat kumur yang direkomendasikan dokter gigi atau apoteker Anda. Waktu terbaik sebelum tidur. Obat kumur berfluoride, yang digunakan bersamaan dengan menyikat gigi dan membersihkan gigi dengan benang, dapat membantu mencegah kerusakan gigi.
  • Bersihkan mulut setelah mengonsumsi produk susu, ikan, dan daging. Makanan-makanan ini dapat menumpuk di sela-sela gigi, di lidah, dan di sekitar gusi, sehingga dapat membusuk dan meninggalkan bau tak sedap.
  • Bau mulut akibat mulut kering (xerostomia), disarankan untuk mengunyah permen karet bebas gula, terutama jika mulut terasa kering.
  • Kunjungi dokter gigi secara teratur dan bersihkan gigi sesuai kebutuhan. Pemeriksaan rutin akan memungkinkan dokter gigi mendeteksi masalah seperti penyakit gusi, mulut kering, atau gangguan lain yang mungkin menjadi penyebabnya.
  • Kurangi merokok. Selain bau mulut, produk tembakau mengurangi kemampuan untuk merasakan makanan dan mengiritasi jaringan gusi. Pengguna tembakau juga lebih mungkin menderita penyakit periodontal dan berisiko lebih tinggi terkena kanker mulut.
  • Tetap terhidrasi. Jika tidak bisa menyikat gigi setelah makan, minum banyak air dapat membantu mempercepat proses pembersihan bakteri dan kotoran berbahaya dari sela-sela gigi. Minum susu bahkan dapat membantu menghilangkan bau mulut yang mengganggu. Hindari minuman manis.
  • Kurangi konsumsi alkohol. Alkohol dapat menyebabkan mulut kering. Terlalu banyak bir, anggur, dan minuman keras dapat membuat napas bau hingga delapan hingga 10 jam setelah Anda selesai minum.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.