Efek Sound Horeg? RSUD Haryoto Lumajang Catat Lonjakan Pasien THT Akibat Suara Brutal Hajatan
Senin, 11 Agu 2025, 10:28 WIBJAKARTA - Fenomena sound horeg, sound system super kencang yang kerap jadi bintang di hajatan dan karnaval ternyata mulai memakan korban. RSUD dr. Haryoto Lumajang melaporkan adanya lonjakan pasien di poli Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT), terutama mereka yang mengeluhkan gangguan pendengaran.
Peningkatan kasus ini diungkap langsung dr. Aliyah Hidayati, Sp.THT-KL, dokter spesialis THT di rumah sakit tersebut. Menurutnya, selama beberapa bulan terakhir, grafik pasien yang datang dengan keluhan telinga bermasalah merangkak naik secara signifikan.
âJumlah pasien gangguan telinga meningkat akibat suara keras dari sound horeg. Setelah kami telusuri, sebagian besar baru saja menghadiri acara dengan sound horeg,â ungkap dr. Aliyah, Kamis (7/8/2025).
Bukan hanya karnaval, bahkan acara hajatan warga kini sering jadi sumber masalah. Banyak pasien datang mengaku pendengarannya terganggu setelah tetangganya menyewa sound horeg yang volumenya menghajar telinga tanpa ampun.
Aliyah menjelaskan, sebagian pasien sebenarnya sudah memiliki gangguan pendengaran ringan. Namun, paparan suara ekstrem dari sound horeg yang bisa menembus ambang batas aman desibel memperparah kondisi mereka hingga memerlukan penanganan medis.
âPasien THT juga dimungkinkan karena sebelumnya ada gangguan telinga, lalu ada tetangganya hajatan menyewa sound horeg sehingga memperburuk kondisi,â tambahnya.
Fenomena ini sejalan dengan keluhan warga di media sosial yang belakangan ramai memprotes maraknya penggunaan sound horeg tanpa batas. Banyak yang mengeluh suara bass dan treblenya yang menggetarkan dada tidak hanya merusak suasana, tapi juga kesehatan telinga.
Penelitian medis menyebutkan, paparan suara di atas 85 desibel dalam waktu lama bisa menyebabkan kerusakan permanen pada sel-sel rambut di dalam koklea (bagian telinga dalam).Â
Sementara, beberapa sound horeg di hajatan diketahui bisa mencapai lebih dari 100 desibel, setara suara gergaji mesin yang menempel di telinga.
Meski belum ada regulasi ketat terkait pembatasan penggunaan sound horeg di Lumajang, para tenaga medis berharap masyarakat mulai sadar risiko kesehatan yang mengintai.Â
Dr. Aliyah pun mengimbau warga untuk menjaga jarak aman dari sumber suara, menggunakan pelindung telinga bila perlu, dan tidak segan memeriksakan diri ke dokter jika mengalami denging, nyeri, atau penurunan pendengaran.
Fenomena ini akhirnya menimbulkan pertanyaan besar, apakah tradisi hiburan keras di hajatan layak dipertahankan, jika taruhannya adalah kesehatan pendengaran warga?
- Lumajang
- sound horeg
- pasien tht
- gangguan telinga
- rsud haryoto
- dokter spesialis tht
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
Berita Terkait:
-
“Picu Ketagihan”, Uni Eropa Desak TikTok Ubah Desain
-
Ini Alasan Orang Muda Pilih "Childfree" Menurut Mendukbangga
-
Negara Segitiga Terumbu Karang Bahas Strategi Atasi Polusi Plastik Laut
-
Khawatir Keselamatan Mahasiswa, Universitas Jember Tarik Ribuan Peserta KKN dari Lumajang, Jatim
-
Bukan Cuma di Jawa Timur, Sound Horeg Juga Ada di Brasil, Bikin Rambut Terbang hingga Buat Telinga Nyaris Meledak!
-
Band Zenith Project Rilis Single "Semangat Merah Putih" Sambut Hari Kemerdekaan RI ke-80
-
H-1 Imlek, Arus Kendaraan ke Jakarta via Tol Layang MBZ Sheikh Mohammed Bin Zayed Naik 66 Persen
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.