Universitas Indonesia, Jadi Kampus Pertama Kampanye Nasional Stop Kekerasan

Jumat, 08 Agu 2025, 14:25 WIB

DEPOK - Universitas Indonesia (UI) menyelenggarakan kegiatan 'Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru' (PKKMB) di Balairung, Kampus UI, Depok, Jawa Barat, Selasa (5/8).

Dalam PKKMB ini juga diluncurkan Kampanye Nasional Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT).

Ket. Foto: Kegiatan 'Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru' (PKKMB) di Balairung, Kampus UI, Depok — Sumber: Dok. Istimewa

Kampanye Nasional PPKPT sendiri merupakan program yang digagas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) untuk mencegah kekerasan di lingkungan kampus. UI menjadi kampus pertama dari 11 perguruan tinggi di seluruh Indonesia yang disambangi dalam kampanye tersebut.

Mendiktisaintek, Brian Yuliarto mengatakan, lingkungan kampus harus bersih dari semua bentuk kekerasan, diskriminasi, dan perundungan fisik dan psikis. "Jangan ada lagi kasus kekerasan di lingkungan kampus," kata Brian dalam sambutannya di Balairung UI, Depok, Jawa Barat, Selasa (5/8).

"Alangkah sedihnya sebagai orang tua menerima laporan anaknya mengalami kekerasan, mengalami perundungan. Stop semua itu, dan ini the last call untuk kita semua,” ujarnya, menegaskan.

Ia meminta, Satuan Tugas Pencegahan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) berperan aktif dalam melakukan proses pelaporan pengaduan tindak kekerasan. "Sekaligus menjadi garda terdepan bagi dosen, tenaga pendidik, dan mahasiswa, jika terjadi tindak kekerasan di lingkungan kampus," katanya, menekankan.

Pada kesempatan yang sama, Rektor UI, Heri Hermansyah memastikan, pihaknya memberi perhatian khusus terhadap kasus perundungan dan kekerasan agar tidak terjadi di lingkungan UI. Untuk itu, ia meminta, para mahasiswa untuk peduli terhadap persoalan kekerasan hingga perundungan di lingkungan kampus.

"Ada kekerasan seksual, kekerasan verbal, kekerasan fisik, dan macam-macam sehingga mahasiswa harus aware akan hal itu. Mereka tidak boleh terjebak dengan kekerasan tersebut," kata Heri.

UI, lanjut dia, memberikan berbagai pengarahan soal kewaspadaan terhadap narkotika dan tindakan melanggar norma susila yang harus dihindari para mahasiswa. Sehingga kelak saat lulus nanti, kata dia, para mahasiswa tersebut dapat matang menjadi manusia yang siap terjun di masyarakat.

"Sehingga, mereka masuk UI tidak hanya menjadi sarjana sesuai dengan bidang keilmuannya, tapi bisa matang sebagai manusia yang kemudian siap untuk terjun di masyarakat. Baik di masyarakat tempat mereka bekerja, maupun di masyarakat tempat mereka nanti berkeluarga dan berkembang," ujarnya.

Dalam kegiatan ini juga dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifatul Choiri Fauzi, para guru besar, dan Satgas PPKS. Kegiatan ini juga diisi dengan dialog langsung dengan para mahasiswa baru.

Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menggarisbawahi pentingnya melawan kekerasan seksual di lingkungan kampus secara bersama-sama. Menurutnya, perlawanan secara kolektif dapat berdampak secara efektif dan efisien dalam memupus tindakan kekerasan di lingkungan kampus.

"Pencegahan dan penanganan kekerasan di kampus membutuhkan komitmen seluruh pihak, termasuk perguruan tinggi, pemerintah dan masyarakat, bahkan keluarga. Jadi semua harus bergerak bersama-sama," kata Arifah.

Oleh karena itu, ia mengajak kepada seluruh sivitas akademika untuk bersama-sama mencegah kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi. "Saya yakin lingkungan yang aman dan nyaman seperti kampus akan menjadi tempat untuk melahirkan generasi masa depan bangsa yang unggul dan berkualitas," ujarnya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Mohammad Zaki Alatas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.