Kalimantan Selatan Memperkuat Kerukunan melalu Dialog Antarumat
Kamis, 07 Agu 2025, 15:11 WIBBANJARBARUÂ - Di Indonesia ini paling aneh, katanya, orang beragama tapi sedikit-sedikit merusak dan anarkistis. Untuk menjaga kerukunan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menekankan dialog umat dan pertemuan lintas sektor sebagai sarana penting dalam memperkuat kerukunan umat beragama di daerah tersebut.
"Penting forum, seperti sarasehan dan dialog, sebagai wahana memperkuat nilai-nilai toleransi di tengah masyarakat majemuk," kata Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel Fatkhan. Dia mengatakan ini saat membuka Sarasehan dan Dialog Umat Beragama Tahun 2025 bertajuk "Meningkatkan Indeks Kerukunan Umat Beragama" di Banjarbaru, Kamis.
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 100 peserta berasal dari Kanwil Kementerian Agama Kalsel, perwakilan Bagian Kesra se-Kalsel, perwakilan Kantor Kemenag kabupaten/kota, akademisi, dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) se-Kalsel, para tokoh agama, perwakilan instansi keagamaan, dan organisasi kemasyarakatan lainnya.
Narasumber acara itu, antara lain pejabat Biro Kesra Setda Provinsi Kalsel dan pimpinan Badan Koordinasi Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama RI, serta Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Provinsi Kalsel. Dia mengapresiasi seluruh elemen keagamaan yang selama ini telah menjaga harmoni dan kedamaian kehidupan umat beragama di Provinsi Kalsel.
âPemuka agama, tokoh agama, pimpinan organisasi keagamaan, dan semua pilar umat beragama telah berperan aktif menjalin kehidupan beragama yang rukun dan damai di Kalsel,â ujarnya. Fatkhan menyampaikan amanat Gubernur Kalsel mengenai pengalaman konflik bernuansa agama pada masa lalu yang harus menjadi pelajaran berharga agar tidak terulang.
Terlebih, kata dia, penyebaran maupun hasutan mengatasnamakan agama menjadi tantangan serius yang harus diwaspadai bersama pada era keterbukaan informasi saat ini. âSaatnya kita mengajak seluruh penganut agama untuk waspada dan mawas diri agar tidak mudah terprovokasi pihak-pihak yang ingin merusak kerukunan yang telah terjalin dengan baik di Banua (sebutan untuk Kalsel),â kata dia.
Oleh karena itu, ia menyerukan seluruh komponen bangsa, mulai dari pemerintah, tokoh agama, akademisi, media, hingga masyarakat sipil, untuk berkolaborasi secara berkelanjutan guna menjaga suasana damai, toleran, dan inklusif.
Kepala Bagian Bina Mental Spiritual Biro Kesra Setda Kalsel Fahrurazi menegaskan kegiatan ini sebagai forum yang mampu menyatukan berbagai pandangan demi membangun keharmonisan hidup beragama di daerah setempat.
âSarasehan ini bukan hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga ruang dialog yang sangat dibutuhkan dalam merespons dinamika keberagamaan saat ini," ujar dia. Pemprov Kalsel mendorong pertumbuhan pemahaman lintas agama, mencegah potensi konflik, dan mempromosikan nilai-nilai toleransi serta kebersamaan.
Ia mengemukakan tantangan pada era modern, seperti radikalisme, disinformasi keagamaan melalui media sosial, serta kepekaan sosial antarkelompok yang menurun, harus dihadapi dengan pendekatan dialogis dan kolaboratif lintas lembaga.
"Kami menginginkan Kalimantan Selatan sebagai contoh provinsi yang damai, rukun, dan saling menghargai dalam keberagaman,â demikian Fahrurazi.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Isu Dugaan Zionisme Merebak di PBNU, Charles Holland Dicopot dari Penasihat Ketum PBNU
-
Kemenhub Berkomitmen Wujudkan Transportasi Rendah Karbon di Indonesia
-
Kaum Muda Kukar Diberi Pelatihan agar Siap Kerja supaya Menekan Pengangguran
-
Waspadalah! 61 Kasus DBD Terdeteksi di Jaktim
-
Menlu Indonesia dan Negara Muslim Dukung Upaya Trump Akhiri Perang Gaza
-
Satgas Pangan Kolaka Siapkan Sanksi Bagi Pedagang Beras yang Jual di Atas HET
-
Mapolda DIY Disiapkan Jadi Pusat Keamanan Terpadu Berbasis Teknologi dan Kolaborasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.