Gara-gara Larang Study Tour, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Disambut Spanduk Sindiran di Sleman Yogya

Kamis, 07 Agu 2025, 11:39 WIB

JAKARTA – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali diprotes publik terkait kebijakan larangan study tour ke luar daerah. Jika sebelumnya ia didemo pengusaha bus pariwisata, kali ini para pelaku wisata di Yogyakarta.

Di Sleman, sejumlah spanduk yang bertuliskan sindiran kepada Gubernur yang dikenal dengan sebutan KDM (akronim dari Kang Dedi Mulyadi) itu terlihat di berbagai titik strategis di salah satu daerah wisata di Yogyakarta itu.

Ket. Foto: Spanduk sindiran untuk Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di Sleman, Yogyakarta. — Sumber: Instagram/@pandanganjogja

Menurut media lokal, kemunculan spanduk-spanduk itu berbarengan dengan rencana KDM menghadiri Konser Kebangsaan di Sleman dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-13 Ponpes Ora Aji milik Gus Miftah.

Tiga spanduk terpasang di sejumlah titik seperti simpang empat Monumen Jogja Kembali (Monjali), Kentungan, dan UPNV Yogyakarta. Pada ketiganya sama tertulis nama ‘Forum Wisata Jogja Jateng’.

Para pelaku wisata di Sleman menganggap kebijakan Gubernur Jabar telah membuat jumlah kunjungan wisata turun, sehingga mengakibatan omzet mereka anjlok. 

Mereka menilai kebijakan KDM hanya pencitraan, seperti bunyi spanduk-spanduk tersebut:

“Selamatkan Pariwisata dari Gubernur Pencitraan KDM”

“KDM Sudahi Pencitraanmu, Perekonomian Wisata Gulung Tikar Karena Ulahmu!”

Gambar-gambar spanduk sindiran untuk KDM di Yogya itu langsung viral di media sosial dan memicu beragam komentar dan reaksi dari warganet, khususnya di kota wisata itu.   

Sebelumnya, saat diwawancara di podcast Deddy Corbuzer, KDM menjelaskan latar belakang mengapa ia mengeluarkan kebijakan terkait larangan study tour.

Ia menilai kegiatan seperti itu membebani orang tua siswa, dan tidak ada dalam kurikulm sekolah.

Untuk memperkuat kebijakannya, KDM mengeluarkan Surat Edaran Nomor 43/PK.03.04/Kesra tanggal 2 Mei 2025 9 Langkah Pembangunan Pendidikan Jawa Barat Menuju Terwujudnya Gapura Panca Waluya.

Dalam butir nomor 3 Surat Edaran tersebut disebutkan, sekolah dilarang membuat kegiatan piknik, yang dibungkus dengan kegiatan study tour, yang memiliki dampak pada penambahan beban orang tua. Kegiatan study tour, kata KDM, bisa diganti dengan berbagai kegiatan berbasis inovasi, serta mendukung tempat-tempat lokal daerah Jawa Barat.

Isu mengenai pemasangan spanduk-spanduk itu telah beredar, dinilai ini berasal dari aspirasi para pelaku sektor pariwisata.

Pelaku pariwisata semua elemen merasakan dampak langsung dari kebijakan KDM ini, spanduk tersebut sebagai sarana untuk menyuarakan keresahan mereka.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.