Forum Konservasi Orangutan Tapanuli (FOKAT) Resmi Dibentuk di Batang Toru

Kamis, 07 Agu 2025, 13:20 WIB

Sekelompok organisasi masyarakat sipil yang aktif di kawasan ekosistem Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, membentuk forum konservasi orang utan tapanuli (Fokat) guna menjaga pelestarian hewan langka tersebut.

"Forum itu dibentuk untuk memperkuat upaya perlindungan habitat dan populasi orang utan tapanuli (Pongo tapanuliensis) yang merupakan spesies terancam punah," ujar Inisiator dan Deklarator Fokat Hendrawan Hasibuan di Sipirok, Kamis.

Ket. Foto: Seekor orang utan tapanuli dilepasliarkan di cagar alam Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. — Sumber: Antara Foto

Hendrawan mengatakan orang utan tapanuli merupakan spesies yang baru diidentifikasi pada 2017 dan berbeda dari orang utan Kalimantan maupun Sumatra bagian Utara.

lebih lanjut ia mengatakan, orang utan itu hanya ditemukan di kawasan hutan Batang Toru dan telah ditetapkan sebagai satwa dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri LHK No.P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/13/2018.

"Oleh karena itu, forum tersebut menjadi wadah membangun strategi perlindungan habitat dan orang utan tapanuli dari terancam punah, sarana edukasi bagi generasi muda," ujarnya.

Hendra mengatakan selain itu, forum tersebut sebagai respon atas meningkatnya tekanan terhadap habitat orang utan tapanuli, termasuk aktivitas perusahaan ekstraktif, deforestasi, serta maraknya perdagangan satwa dilindungi.

"Fokat terbuka untuk siapa saja yang peduli. Kami mengajak lembaga di sepanjang lanskap Batang Toru untuk bergabung, karena hanya dengan kolaborasi kita bisa menyelamatkan spesies ini dari kepunahan," ucap dia.

Menurutnya, ancaman terhadap orang utan tapanuli bukan hanya persoalan ekologis, tapi juga menyangkut keberlanjutan budaya, sosial, dan ekonomi masyarakat di sekitar hutan.

Ke depan, ia mengatakan Fokat diharapkan berkembang menjadi forum lintas sektor yang tidak hanya mendorong advokasi perlindungan, tetapi juga menghasilkan kajian dan solusi berbasis data untuk menjaga kelestarian spesies ini secara berkelanjutan.

pembentukan forum itu juga dalam rangka untuk memperingati orang utan sedunia yang jatuh pada 19 Agustus, sebagai bukti masih banyak pihak yang peduli terhadap perlindungan habitat dan orang utan tapanuli.

Sebelumnya, berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), orang utan tapanuli hanya berjumlah sekitar 760 individu.

Dengan demikian, populasi orang utan tapanuli jauh lebih sedikit daripada jumlah orang utan sumatera (sekitar 14 ribu individu) dan orang utan kalimantan (sekitar 57 ribu individu).

  • Ekosistem Batang Toru

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Tim Koran Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.