Studi: Kasus Kanker Hati Global Meningkat Dua Kali Lipat

Rabu, 30 Jul 2025, 02:15 WIB

PARIS – Jumlah penderita kanker hati akan hampir dua kali lipat di seluruh dunia pada tahun 2050 kecuali ada upaya lebih besar untuk mengatasi penyebab yang dapat dicegah seperti obesitas, konsumsi alkohol, dan hepatitis, sebuah studi memperingatkan pada Selasa (29/7).

Kasus baru kanker hati yang merupakan bentuk penyakit keenam yang paling umum, akan meningkat menjadi 1,52 juta per tahun dari 870.000 jika tren saat ini terus berlanjut, menurut data dari Global Cancer Observatory yang diterbitkan dalam jurnal medis Lancet.

Ket. Foto: Seorang anak menerima vaksinasi hepatitis B di Klinik Mixcoac, Kota Meksiko, beberapa waktu lalu. Sebuah studi mengungkapkan bahwa kasus baru kanker hati global yang salah satunya diakibatkan virus hepatitis akan meningkat dua kali lipat pada tahun 2050. — Sumber: AFP/Luis Acosta

Penyakit ini juga merupakan kanker paling mematikan ketiga di antara semua kanker, dan penelitian memperkirakan penyakit ini akan merenggut 1,37 juta jiwa pada pertengahan abad ini.

“Namun, tiga dari lima kasus kanker hati dapat dicegah,” kata tim ahli internasional.

Faktor risikonya adalah konsumsi alkohol, virus hepatitis, dan penumpukan lemak di hati yang terkait dengan obesitas yang disebut penyakit hati steatotik terkait disfungsi metabolik, yang sebelumnya dikenal sebagai penyakit pelemakan hati non-alkohol.

“Virus penyebab hepatitis B dan C diperkirakan akan tetap menjadi penyebab utama kanker hati pada tahun 2050,” menurut penelitian yang diterbitkan pada Hari Hepatitis Sedunia. “Vaksinasi saat lahir adalah cara terbaik untuk mencegah hepatitis B, tetapi cakupan vaksin masih rendah di negara-negara miskin termasuk di Afrika sub-Sahara,” kata penelitian tersebut seraya menambahkan bahwa hepatitis B diperkirakan akan membunuh 17 juta orang antara tahun 2015 dan 2030.

Konsumsi alkohol diperkirakan menyebabkan lebih dari 21 persen dari semua kasus kanker hati pada tahun 2050, naik lebih dari dua poin persentase dari tahun 2022.

Sedangkan kanker akibat lemak terkait obesitas di hati akan meningkat hingga 11 persen, juga naik lebih dari dua poin persentase, menurut perhitungan para peneliti.

Studi berskala besar ini, yang meninjau bukti-bukti yang tersedia mengenai subjek tersebut, menggarisbawahi kebutuhan mendesak akan tindakan global terhadap kanker hati, kata para penulisnya. SB/AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.