McIntosh Lanjutkan Dominasi di Kejuaraan Dunia Renang
Rabu, 30 Jul 2025, 01:03 WIBSINGAPURA â Perenang Kanada, Summer McIntosh, kembali menunjukkan kelasnya sebagai perenang elite dunia. Perenang remaja itu merebut medali emas keduanya di Kejuaraan Dunia Renang 2025 di Singapura, Senin (28/7) malam waktu setempat. Dia menjuarai nomor 200 meter gaya ganti perorangan.Â
Namun sorotan lain tertuju kepada Yu Zidi, perenang  Tiongkok berusia 12 tahun yang nyaris mencetak sensasi dengan finis di urutan keempat. McIntosh mencatat waktu 2 menit 06,69 detik, mengungguli Alex Walsh dari Amerika Serikat (2:08,58) dan kompatriotnya Mary-Sophie Harvey (2:09,15). Kemenangan ini melanjutkan keberhasilannya di hari pembukaan saat menjuarai 400 meter gaya bebas.
âTarget saya sederhana: menyentuh dinding lebih dulu. Saya memang belum puas dengan catatannya, tapi di kejuaraan dunia, yang utama adalah memberikan yang terbaik,â ucap McIntosh. Dengan tiga nomor lagi menantinya, 400 meter gaya ganti, 200 meter kupu-kupu, dan 800 meter gaya bebas. McIntosh berpeluang menyamai prestasi Michael Phelps sebagai satu-satunya perenang yang pernah meraih lima gelar individu dalam satu kejuaraan dunia.
Di belakang dominasi McIntosh, Yu Zidi mencuri perhatian. Meski gagal naik podium, bocah 12 tahun ini tampil luar biasa di final pertamanya di kejuaraan dunia. Start tercepat dan sempat di posisi ketiga, Yu akhirnya finis keempat dengan catatan waktu 2:09,21.
âBakatnya luar biasa di usia semuda itu. Akan sangat menarik melihat bagaimana dia berkembang ke depan,â ujar Alex Walsh. Yu masih akan turun di nomor 400 meter gaya ganti dan 200 meter kupu-kupu sepanjang pekan ini.
Sementara itu, di nomor 100 meter kupu-kupu putri, Gretchen Walsh memperlihatkan ketangguhannya. Dia dilanda gangguan pencernaan yang juga menimpa sebagian besar tim Amerika Serikat. Pemegang rekor dunia itu tetap tampil prima dan mengklaim emas dengan catatan waktu 54,73 detik. Ini hanya terpaut 0,13 detik dari rekor miliknya sendiri.
âTubuh saya rapuh dalam beberapa hari terakhir, tapi mencoba memberi waktu untuk pulih dan itu membuat perbedaan besar kali ini. Saya tak menyangka bisa mencatat waktu seperti itu. Rasanya luar biasa,â Â ujar Walsh, yang juga harus menyesuaikan ekspektasinya akibat kondisi tersebut.
Di sektor putra, Qin Haiyang kembali berjaya di gaya dada. Juara dunia tiga nomor gaya dada tahun lalu itu merebut kembali mahkotanya di nomor 100 meter setelah mengalahkan juara Olimpiade Nicolo Martinenghi dari Italia. Qin finis dalam 58,23 detik, unggul atas Martinenghi (58,58) dan Denis Petrashov (Kirgistan) yang finis ketiga. Setelah kegagalan di Olimpiade Paris tahun lalu, hanya finis ketujuh, Qin menjadikan Singapura sebagai batu loncatan menuju Los Angeles 2028.
âSaya sangat menantikan Olimpiade LA,â ujarnya. Emas ini menjadi yang pertama bagi China di kejuaraan dunia tahun ini setelah  Li Bingjie menyumbang perak dari nomor 400 meter gaya bebas. Di nomor sprint 50 meter gaya kupu-kupu putra, Maxime Grousset (Prancis) menyentuh dinding sepersekian detik lebih cepat dari Noe Ponti (Swiss) dalam lomba  sprint yang akan debut di Olimpiade Los Angeles 2028.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
IIF Bukukan Rp185,3 Miliar pada 2025, Modal Optimistis Hadapi Tahun Ini
-
Wali Kota: Fasilitas Publik di Bandung Harus Aman Bagi Pengunjung
-
Douglass dan McKeown Pecahkan Rekor Dunia Renang Jarak Pendek
-
Nekat Ngerokok Sembarangan di Jakarta? Siap-Siap Kena Denda Rp250 Ribu!
-
Bundesliga Jerman: Kane Cetak Gol, Bayern Bangkit dan Atasi Leipzig
-
Gubernur Pramono Anung Apresiasi Peran Strategis Muslimat NU di Jakarta
-
PLN Sumut Siapkan 67 Petugas Siaga Listrik Piala Kemerdekaan 2025
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.