Final Piala Asean, Vanenburg Tak Lagi Melatih U-23. Karena Gagal Juara?

Rabu, 30 Jul 2025, 14:21 WIB

JAKARTA – Kekalahan tim sepak bola selalu membawa dampak, utamanya ke pelatih. Demikian juga terhadap pelatih U-23 Gerald Vanenburg, akibat gagal jaura Piala Asean 2025? Sebab ternyata dia tak akan melatih Tim U-23, utamanya untuk Sea Games. 

“Saya tak akan melatih U-23 untuk Sea Games Desember,” tutur Vanenburg. Pelatih timnas Indonesia U-23 Gerald Vanenburg menegaskan dirinya bukan pelatih untuk SEA Games 2025 yang akan berlangsung Desember.

Ket. Foto: Vanenburg — Sumber: ist

“Untuk SEA Games, saya diberitahu bukan turnamen yang akan saya tangani langsung. Saya akan menangani turnamen kualifikasi Piala Asia U-23 berikutnya,” tambahnya.

Dia akan mencoba memenanginya. SEA Games bukan tugasnya. Itu keputusan yang sudah diambil dan dia tidak masalah. Tim Indonesia U-23 takluk 0-1 dari Vietnam pada pertandingan final Asean U-23 Championship 2025. Kekalahan itu memperpanjang catatan kegagalan timnas meraih prestasi di Stadion Utama Gelora Bung Karno yang telah berlangsung selama 38 tahun.

Pada ajang Asean U-23 Championship 2025, tim U-23 dapat disebut kurang tajam. Setelah membuka perjalanannya dengan kemenangan 8-0 atas Brunei Darussalam, Indonesia hanya menang tipis 1-0 atas Filipina, dan ditahan imbang 0-0 oleh Malaysia selama fase grup.

Setelah melaju ke semifinal, Garuda Muda menang adu penalti 7-6 atas Thailand, setelah bermain imbang 1-1 pada waktu normal dan perpanjangan waktu. Vanenburg tidak mengelak bahwa tim asuhannya masih kurang tajam.

“Kalau bicara apa yang perlu ditingkatkan, kami tidak mencetak banyak gol. Jadi kami harus memikirkan bagaimana cara mencetak lebih banyak gol. Itulah pertanyaannya, karena permainan dan rencana kami sebenarnya sudah oke,” ujar Vanenburg.

“Tapi dalam sepak bola, kamu harus mencetak gol. Dan menurut saya, kami harus meningkatkan aspek itu, bukan hanya cara bermainnya. Kami baru menjalani pramusim selama tiga pekan, lalu bermain beberapa pertandingan, dan hasilnya cukup baik. Satu hal yang harus kami pikirkan adalah bagaimana cara mencetak gol,” lanjut dia.

Vanenburg pun tidak mau menyalahkan pemain-pemainnya secara khusus terkait kurang tajamnya mereka. “Kalau saya mau menyampaikan sesuatu, saya akan menyampaikannya langsung kepada pemain, bukan menyalahkan mereka di depan publik. Kami menang bersama dan kalah bersama, itulah sepak bola,” pungkas dia.

Sebelumnya, permainan tim Indonesia mendapat kritik keras legenda hidup sepak bola Indonesia Rully Nere. Rully memberikan kritikan keras untuk permainan timnas U-23 Indonesia saat dikalahkan timnas U-23 Vietnam 0-1 (Nguyen Cong Phuong 37') pada laga final Kejuaraan Asean U-23 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa.

Dalam kritikannya, mantan pesepak bola yang kini berusia 68 tahun itu menilai Garuda Muda terlalu terbawa permainan lawan, sehingga permainan apik yang mereka tampilkan pada laga sebelumnya tak kelihatan.

"Pertandingan kemarin, kalau saya lihat, anak-anak bukan fokus ke permainan, tapi fokus ke lawan. Akhirnya jadi tidak jalan," kata Rully yang pernah berseragam timnas senior sebanyak 38 kali itu, saat ditemui wartawan setelah pertandingan di SUGBK, Selasa.

  • Gerarld Vanenburg
  • Piala Asean 2025

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.