Dua Makna Berbeda

Selasa, 29 Jul 2025, 07:40 WIB

PADA bulan Maret 1889, setelah wafatnya Yohannes IV, Italia sangat ingin meresmikan aliansi mereka dengan penerusnya, dengan harapan dapat mengamankan kekuasaan mereka di Etiopia. Demikian pula, Menelik, yang khawatir akan klaim takhta yang diajukan oleh Mangasha, putra mantan penguasa, memandang hubungannya dengan pemerintah Italia sebagai cara untuk memperkuat posisinya.

Maka, pada 2 Mei 1889, Menelik II dan Pietro Antonelli (atas nama Raja Umberto I dari Italia) menandatangani Perjanjian Wuchale, yang dinamai berdasarkan kota di Etiopia tempat perwakilan kedua negara bertemu untuk merundingkan perjanjian tersebut.

Ket. Foto: Emperor Menelik II — Sumber: istimewa

Dua versi resmi dokumen tersebut dihasilkan, satu dalam bahasa Italia dan yang lainnya dalam bahasa Amharik. Menurut Pasal 3 perjanjian tersebut, Menelik secara resmi mengakui kepemilikan teritorial Italia di Tigray dan Eritrea modern.

“Ini adalah pertama kalinya seorang raja Etiopia menyerahkan sebagian wilayahnya secara sukarela,” Antonelli membanggakan dalam suratnya kepada Francesco Crispi pada tahun 1890 dikutip dari The Collector. Sebagai imbalannya, dengan Pasal 6, Kerajaan Italia memberikan hak eksklusif kepada kaisar Etiopia untuk mengimpor senjata dan amunisi melalui pelabuhan Massawa “tanpa biaya”.

Draf sementara perjanjian tersebut, yang kemungkinan besar ditulis di Italia sebelum dimulainya negosiasi, juga memuat ketentuan yang mengusulkan agar Menelik II menjalankan semua hubungan diplomatik di masa mendatang dengan kekuatan-kekuatan Eropa melalui pemerintah Italia.

Dalam versi Italia Perjanjian Wuchale, Pasal 17 mengumumkan bahwa Kaisar Etiopia setuju untuk menggunakan (consente di servirsi) “jasa penghubung pemerintah Italia” untuk hubungan luar negerinya. Kata-kata dalam frasa tersebut tampaknya menyiratkan protektorat Italia di masa depan atas Etiopia.

Namun, implikasi Pasal 17 mengenai status masa depan negara Afrika tersebut hilang dalam penerjemahan. Bahkan, teks Amharik perjanjian tersebut hanya menyatakan bahwa Kaisar “dapat, jika ia menghendaki (yichalachewal),” merujuk pada Kerajaan Italia dalam hubungannya dengan negara-negara Eropa lainnya.

Berbeda dengan dokumen Italia, teks Etiopia tidak menyiratkan bahwa Menelik II akan diminta untuk melepaskan haknya untuk menjalankan kebijakan luar negeri secara independen. Karena kata “protektorat” tidak disebutkan secara eksplisit dalam kedua versi Perjanjian Wuchale, Menelik II memahami penggunaan bantuan Italia dalam inisiatif diplomatiknya di masa depan sebagai sesuatu yang opsional.

Meskipun terdapat perbedaan antara susunan kata dalam bahasa Italia dan Amharik mengenai status Ethiopia, Pasal 19 justru meyakinkan para penandatangan bahwa kedua salinan dokumen tersebut “memiliki validitas dan kekuatan hukum yang sama.”

Paragraf yang sama juga menegaskan keakuratan terjemahan dari draf bahasa Italia: le due versioni combaciano perfettamente fra di loro (“kedua versi tersebut persis sama”).  hay

  • Perjanjian Wuchale

Redaktur: Haryo Brono

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Wisatawan Jangan Panik, Pemerintah Pastikan Labuan Bajo Aman Pascagempa

The Brink of War: Teror Psikologis Menjelang Kiamat Nuklir Dunia

Darurat Pascagempa Flores! Evakuasi Warga Dipercepat demi Keselamatan

Penanganan Gempa NTT Dikebut! Pemerintah Pastikan Respons Bencana Terkoordinasi

Semoga Tidak Ada Jatuh Korban, Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Parigi Moutong

Review dan Easter Eggs Trailer Avengers: Doomsday Special Look D23, Doctor Doom Bersekutu dengan Sentinel Jadi Ancaman Dunia

Aksi 'Mapalus' untuk Mencegah Stunting dan Meningkatkan SDM

Memeriahkan HUT RI dengan Lomba Bersama Warga Binaan Lapas Gorontalo

56 Tim ikut Meramaikan Kompetisi Basket 3X3 Hut RI di Bandara Sultan Hasanuddin

Menyambut HUT RI dengan Kerja Bakti Membersihkan Rumah Ibadah

Karnaval Budaya untuk Memperingati HUT RI di Distrik Kurik

Memanfaatkan Mobil Water Canon untuk Menyalurkan Air Bersih untuk Warga yang Terdampak kekeringan

Program BIAS Dapat Memperkuat Kekebalan Tubuh Anak

Persebaya Menang Tipis 1-0 atas Penang FC di Stadion Gelora Bung Tomo

Daftar 13 Atlet Panjat Tebing yang Akan Tampil di Asia Youth Championship di China

Logistik Negara Digerakkan: Bulog Salurkan Beras & Migor untuk Warga Terdampak Gempa Flores

Angin Kencang Merusak Sejumlah Rumah Warga di Sigi

Mengenaskan Jumlahnya Terus Bertambah! Korban Jiwa Gempa M7,7 Tembus 47 Orang hingga Sabtu Malam

Telkom Perkuat Bisnis Enterprise, Siapkan Fondasi Digital Indonesia Hadapi Era AI

Gaia Music Festival 2026 Hadirkan RAN hingga Teddy Adhitya, Musik dan Alam Berpadu di Bandung

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.