• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Stop Percaya Mitos! 7 Kesa...

Stop Percaya Mitos! 7 Kesalahan Nutrisi Makanan Ini Diam Diam Merusak Tubuh, Padahal Dianggap Sehat

Senin, 28 Jul 2025, 08:35 WIB

JAKARTA - Banyak orang tanpa sadar jatuh ke dalam jebakan mitos makanan yang terdengar sehat, padahal diam-diam bisa merusak tubuh! 

Alih-alih mendapatkan manfaat, pola makan yang keliru akibat mitos justru bisa berakibat fatal dalam jangka panjang.

Ket. Foto: Ilustrasi wanita memilih bahan makanan — Sumber: Freepik

Ahli gizi dari Nutri Lean Inggris, Lynne Murphy, membongkar fakta mengejutkan ini dalam wawancaranya dengan DailyMailUK (24/07/2025). 

Menurutnya, masyarakat saat ini dibombardir dengan informasi nutrisi yang saling bertentangan, hingga tak sedikit yang terjerumus pada asumsi sesat.

“Tidak ada pola makan yang cocok untuk semua orang. Tubuh setiap individu merespons makanan dengan cara berbeda,” ujar Murphy. 

Ia menekankan usia, aktivitas, kondisi medis, hingga genetika punya peran besar dalam menentukan jenis makanan terbaik bagi tubuh.

Untuk menghindari kekeliruan fatal, Murphy menyarankan kembali ke prinsip dasar, perbanyak konsumsi sayur, kurangi makanan olahan, dan dengarkan sinyal tubuhmu. 

Tidak hanya itu, Murphy lalu mengungkap 7 mitos nutrisi yang paling sering dipercaya tapi ternyata salah besar!

1. Lemak Jadi Musuh Tubuh?

Salah total! Lemak sehat seperti dari alpukat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun justru penting untuk energi, hormon, dan fungsi otak. 

Yang perlu dihindari hanyalah lemak trans dan jenuh berlebihan dari makanan olahan.

2. Makanan Bebas Gluten Pasti Lebih Sehat?

Kalau kamu bukan penderita celiac atau alergi gluten, makanan bebas gluten tak selalu lebih baik. Banyak produk “gluten-free” justru mengandung lebih banyak gula dan kalori!

3. Jus Buah Bisa Detoks Tubuh?

Faktanya, hati dan ginjal sudah bekerja sebagai ‘detox organ’ alami. Jus buah justru sering mengandung gula tinggi dan kehilangan serat. Efeknya? Gula darah naik drastis!

4. Karbohidrat Bikin Gemuk?

Bukan karbohidratnya, tapi jumlah kalori berlebihanlah penyebabnya. Tubuh tetap butuh karbohidrat utuh seperti gandum untuk energi dan serat.

5. Gula Alami Lebih Aman Daripada Gula Putih?

Madu atau sirup maple tetaplah gula. Tubuh tidak membedakan asal-usulnya, dan efeknya tetap memicu lonjakan gula darah bila dikonsumsi berlebihan.

6. Makan Sering Bikin Metabolisme Aktif?

Ternyata, makan setiap beberapa jam tidak otomatis meningkatkan metabolisme. Yang penting adalah makan saat lapar dan pilih makanan bernutrisi.

7. Rendah Lemak Berarti Sehat?

Tidak selalu. Banyak produk rendah lemak justru ditambah gula atau zat aditif agar tetap lezat. Yoghurt rendah lemak bisa lebih buruk daripada versi full-fat alami!

Jangan telan mentah-mentah info soal makanan “sehat” yang viral. 

Saatnya jadi konsumen cerdas dan jangan biarkan mitos merusak tubuh secara diam-diam!

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.