Serap 1,4 Juta Pekerja, KDMP Jadi Mesin Baru Ekonomi RI?

Senin, 28 Jul 2025, 22:46 WIB

JAKARTA - Koperasi Merah Putih memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi desa dan kesejahteraan masyarakat. 

Koperasi ini bertujuan untuk memperkuat perekonomian desa, meningkatkan pendapatan petani, menekan inflasi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan inklusi keuangan. 

Ket. Foto: Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan Tatang Yuliono dalam Diskusi Redaksi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di ANTARA Heritage Center, Jakarta, Senin (28/7/2025). — Sumber: ANTARA/Maria Cicilia Galuh.

Dengan prinsip gotong royong dan kekeluargaan, koperasi ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi. 

Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) menyebut pembentukan 80.000 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di seluruh Indonesia berperan dalam menciptakan lapangan kerja.

Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kemenko Pangan Tatang Yuliono mengatakan proyeksi penyerapan tenaga kerja dari KDMP meliputi 240 ribu pengelola koperasi, 400 ribu pengurus koperasi, 240 ribu pengawas koperasi, dan 560 ribu tenaga unit usaha (seperti toko, apotek, cold storage, dan logistik).

Totalnya, lebih dari 1,4 juta lapangan kerja baru akan terbuka, khususnya bagi pemuda dan masyarakat desa.

"Mekanisme perekrutannya akan dilakukan oleh para pemangku kepentingan di tingkat daerah, agar selaras dengan potensi lokal masing-masing wilayah," kata Tatang di Jakarta, Senin (28/7).

KDMP juga dirancang menjadi platform berbasis e-commerce, sebagai jawaban atas perubahan perilaku konsumen dan tren perdagangan digital global.

"Kita tengah merancang transformasi KDMP menjadi platform e-commerce, sebagaimana tren saat ini. Produk dalam negeri harus punya ruang lebih luas untuk dikenalkan ke seluruh penjuru tanah air," ujarnya.

Melalui dukungan infrastruktur digital dan kolaborasi antarinstansi, KDMP tidak hanya memperkuat distribusi bahan pokok secara merata dan terjangkau, tapi juga menjadi jembatan bagi produk lokal desa untuk menembus pasar ekspor.

Setiap unit KDMP ditargetkan mampu mengelola transaksi harian senilai Rp5 juta hingga Rp9 juta, dengan dominasi dari sektor beras, LPG, dan pupuk.

Selain itu, pemerintah terus mengakselerasi penguatan ekonomi desa melalui program KDMP, yang tidak hanya dirancang sebagai sarana distribusi kebutuhan pokok, tetapi juga sebagai simpul strategis pembangunan ekonomi kerakyatan.

Keterlibatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti Bulog, Telkom, dan Himbara akan membentuk ekosistem kolaboratif yang menghubungkan produksi lokal dengan akses pasar, logistik, pembiayaan, hingga layanan publik seperti klinik dan apotek desa.

Menurutnya, ini adalah transformasi koperasi menjadi lembaga ekonomi produktif berbasis komunitas.

"Dengan begitu, margin yang selama ini dinikmati tengkulak atau distributor besar, bisa kembali ke rakyat," imbuhnya.

  • Koperasi Desa Merah Putih

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.