Pemerintah Sumbar Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla untuk Minimalkan Dampak Asap

Sabtu, 26 Jul 2025, 13:30 WIB

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) saat ini mempersiapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk mengurangi risiko dan dampak bencana asap di daerah itu.

"Kami sudah persiapkan untuk siaga darurat, saat ini sedang berproses," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar Rudy Rinaldy di Kota Padang, Sabtu.

Ket. Foto: Foto udara kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat. — Sumber: Antara Foto

Sebelumnya, dua daerah di Ranah Minang yakni Kabupaten Limapuluh Kota dan Kabupaten Solok telah menetapkan status tanggap darurat karhutla di masing-masing wilayah. Hal itu menyusul meluasnya kejadian karhutla. Bahkan, di Kabupaten Solok, seluruh kecamatan sudah terdampak karhutla.

Terkait potensi daerah lain untuk menetapkan status tanggap darurat karhutla, Rudy mengatakan hingga saat ini belum ada potensi sebab kebakaran yang terjadi masih pada area-area kecil saja.

"Sampai saat ini belum dan mudah-mudahan tidak ada yang menetapkan status tanggap darurat karhutla selain dari dua daerah itu," ujarnya.

Ia menyebutkan sejauh ini tercatat sekitar 500 hektare hutan dan lahan mengalami kebakaran dengan wilayah terdampak paling luas berada di Kabupaten Limapuluh Kota dan Solok, yang sebagian besar disebabkan oleh pembukaan lahan pertanian.

Oleh sebab itu, ia mengimbau masyarakat untuk tidak membakar hutan ataupun membuka lahan pertanian dengan cara membakar karena bisa menyebabkan dampak kerusakan yang luar biasa.

"Sejauh ini belum ada investigasi atau ditemukan tersangka dalam pembukaan lahan itu karena kami baru fokus kepada pemadaman," kata dia.

Terkait upaya pemadaman karhutla, pemangku kepentingan mesti melakukan operasi modifikasi cuaca sebab mengalami kesulitan dalam proses pemadaman api. Hal itu dikarenakan faktor topografi dimana tingkat kemiringannya cukup tajam dan curam. Kemudian, jangkauan karhutla itu masuk ke dalam wilayah hutan sehingga hanya dapat dijangkau oleh pesawat sebagaimana dilaksanakan dalam operasi modifikasi cuaca.

"Kondisinya terbatas dimana tidak mungkin mobil pemadam kebakaran masuk ke sana," ujar dia.

Secara umum, berdasarkan data dari aplikasi SIPONGI+ atau Sistem Pemantauan Karhutla pada kategori tingkat kepercayaan di atas 80 persen, diketahui terdapat 50 hotspot atau titik api di wilayah Sumbar pada 1 hingga 25 Juli 2025.

  • Siaga Darurat Karhutla

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Tim Koran Jakarta

Berita Terbaru

118 Ijazah Siswa dari 11 Madrasah Ditebus, Pemkot Jakbar Gandeng Kemenag dan Baznas Bazis.

Bukan Sekadar Besaran Gaji, Pekerja Indonesia Cari Rasa Dihargai di Tempat Kerja

Virtus Technology Indonesia Resmi Jadi Master Distributor DJI Enterprise di Indonesia

Produk Bernilai Tambah Tinggi Asal Cilegon Tembus Kanada, Kemendag: Bukti Industri RI Makin Kuat

Trafik Uplink Melampaui Downlink, Pola Penggunaan Jaringan Digital Mulai Berubah

Info Loker! Job Fair Pemkab Magelang 2026 Tersedia 3.717 Lowongan

Shin Ye Eun Ajak Masyarakat Indonesia Rasakan Kehangatan Hunian Pintar Berbasis K-Wellness

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Babak Gugur Piala Dunia 2026 Mulai Terbentuk, Enam Negara Amankan Tiket 32 Besar, Empat Tersingkir

Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Ini Deretan Pemain yang Memperebutkan dari Messi, Mbappe, hingga Haaland, Siapa yang Layak?

Tiga Pejabat Tinggi Pratama Setjen MPR RI Dilantik, Siti Fauziah Tekankan Penguatan Kolaborasi dan Peningkatan Kinerja Lembaga

Peternak Sapi Perah Indonesia Raih Kenaikan Produksi Susu Berkat Transfer Teknologi AS

DFSK E5 Plus Resmi Buka Pre-Booking di Indonesia, Konsumen Berpeluang Dapat Benefit Rp60 Juta.

Info Lowongan kerja! Ayo Walk in Interview ke GOR Tanjung Duren Jakbar, Buka 4.262 Lowongan

Pertama di Indonesia, Whitesky Group dan SkyDrive Hadirkan Mockup eVTOL 1:1

1.151 KM Jalan Daerah Dilebarkan dari 3 Jadi 8 Meter, Dana Rp5,41 T Digelontorkan

Iming-iming Gaji Tinggi! Wamen P2MI dan Australia Bahas Ancaman Penipuan Pekerja Migran

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.