Unsoed Gempar, BEM Unsoed Desak Kampus Usut Dugaan Kasus Kekerasan Seksual oleh Seorang Guru Besar
Kamis, 24 Jul 2025, 14:35 WIBPURWOKERTO - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto mendesak pihak Unsoed untuk mengusut tuntas dugaan kasus kekerasan seksual yang diduga melibatkan seorang oknum guru besar terhadap mahasiswi di lingkungan kampus tersebut.
Saat dihubungi wartawan di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (24/7), Presiden BEM Unsoed Muhammad Hafidz Baihaqi mengakui sejumlah mahasiswa telah menggelar aksi solidaritas di Kampus Unsoed pada Rabu (23/7) siang sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap penanganan kasus kekerasan seksual di perguruan tinggi.
Kendati demikian, dia mengatakan aksi tersebut tidak dilakukan atas nama lembaga BEM, namun sebagai inisiatif mahasiswa yang menuntut penegakan keadilan terhadap korban.
âKami mendesak kampus untuk memproses dugaan pelecehan seksual ini secara adil, transparan, dan berpihak pada korban. Kami juga mendukung penuh kerja-kerja Satgas PPKS Unsoed," katanya.
Menurut dia, laporan terkait dugaan pelecehan seksual tersebut telah diterima oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Unsoed dan saat ini tengah ditindaklanjuti melalui mekanisme internal kampus.
âYang kami ketahui, pelakunya adalah guru besar. Dugaan sementara, baru satu korban yang melapor ke Satgas," katanya menjelaskan.
Lebih lanjut, dia mengatakan dalam aksi solidaritas yang digelar Rabu (23/7) siang, mahasiswa sempat ditemui Wakil Rektor 3 Unsoed Prof Norman Arie Prayogo yang menyampaikan bahwa pihak kampus sedang rapat untuk membahas rekomendasi yang akan diberikan kepada pelaku.
Dalam hal ini, prosedur penanganan kasus dimulai dari proses investigasi oleh Satgas PPKS, kemudian hasilnya diserahkan kepada tim khusus yang dibentuk oleh rektorat. Tim ini terdiri dari unsur rektorat, atasan langsung pelaku, serta satuan pengelola internal kampus.
Selanjutnya, hasil investigasi dan rekomendasi sanksi akan diajukan ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) untuk diproses lebih lanjut.
"Kebetulan kemarin itu ada rapat pembahasan terkait rekomendasi sanksi apa yang akan diberikan. Makanya kami memanfaatkan momentum itu dengan menggelar aksi," kata Hafidz.
Saat dihubungi melalui grup perpesanan WhatsApp "Tim Gercep" (grup yang mewadahi Humas Unsoed dan wartawan), Juru Bicara Unsoed Prof Mite Setiansah mengaku sedang dalam perjalanan pulang dari Taiwan bersama Juru Bicara Unsoed lainnya, yakni Dr Edi Santoso setelah melaksanakan serangkaian kegiatan akademik.
âKami juga sambil mengumpulkan informasi lebih lengkap dulu karena posisi seminggu ini sedang tidak di kampus. Semoga setibanya di Purwokerto, sudah ada info lengkap yang bisa dibagi," katanya.
- Guru Besar
- Unsoed
- BEM Unsoed
- Kasus Kekerasan Seksual
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Nur Rachmat Yuliantoro Dikukuhkan sebagai Guru Besar, Soroti Kompleksitas Utang BRI Tiongkok di Indonesia
-
Gelar Lebaran Depok, Pemkot Ingin Angkat Tradisi Masyarakat Depok
-
CAS Tangguhkan Sanksi FIFA terkait Tujuh Pemain Naturalisasi Malaysia
-
Menperin Agus Gumiwang Tekankan Industri Pengolahan Mendominasi Ekonomi RI di 2025
-
Wali Kota Bandung: Event Olahraga dan Festival Jadi Motor Ekonomi Baru
-
Udang Indonesia Kembali Diserap Pasar AS, Ekspor Triwulan III Naik 16,3 Persen
-
Fitur ‘Live’ Kembali AKtif, TikTok Janjikan Ruang Aman Berekspresi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.