- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump dan Uni Eropa Sepaka...
Trump dan Uni Eropa Sepakati Pengiriman Senjata AS Dukung Ukraina
Kamis, 24 Jul 2025, 20:30 WIBJAKARTA - Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan pada 23 Juli bahwa Amerika Serikat dan Uni Eropa resmi menandatangani kesepakatan pengadaan senjata AS oleh Eropa, sebagian akan dikirimkan kepada Ukraina melalui mekanisme Uni Eropa. Kesepakatan tersebut diumumkan saat sesi KTT kecerdasan buatan di Washington, DC.
Menurut Trump, AS akan menyiapkan persenjataan, sementara Uni Eropa bertugas membelinya menggunakan dana mereka, kemudian mendistribusikannya ke negara yang membutuhkanâterutama Ukraina. Trump menegaskan bahwa transaksi ini juga mendukung industri pertahanan AS karena Eropa membeli langsung dari perusahaan AS.
Dua paket bantuan militer AS senilai total US$?322 juta telah disetujui oleh Departemen Luar Negeri pada hari yang sama. Paket pertama mencakup sistem pertahanan udara HAWK fase III, sementara paket kedua berisi suku cadang untuk perbaikan kendaraan tempur infanteri Bradley.
Trump juga mengaitkan dukungan ini dengan kebijakan âAmerica Firstâ, menegaskan bahwa Eropa dan NATO harus menanggung sebagian besar biaya pertahanan, bukan hanya mengandalkan AS. Ia menyebut langkah ini sebagai strategi efisiensi anggaran bagi Negeri Paman Sam.
Dalam beberapa pekan terakhir, Trump mengubah sikap agresifnya terhadap Rusia menjadi lebih tegas mendukung Ukraina. Ia juga memperingatkan bahwa jika Rusia tidak menyetujui gencatan senjata dalam 50 hari, AS akan memberlakukan tarif 100 persen terhadap ekspor energi Rusia dan negara-negara yang masih mendukungnya.
Sebelum ini, Trump pernah menghentikan bantuan militer dan intelijen untuk Ukraina usai insiden tegang di Oval Office pada FebruariâMaret 2025, tetapi kini kebijakan kembali berubah. Langkah ini dianggap sebagai pembalikan penuh arah setelah AS menghentikan dukungan sementara pada awal Maret.
NATO pun segera merespons dengan konsolidasi pasokan senjata, termasuk sistem Patriot, melalui mekanisme koordinasi antara negara anggotanya. Jerman, Britania Raya, dan beberapa negara lain akan mendukung proses pembelian dan pengiriman senjata kepada Ukraina.
Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, menyambut baik keputusan ini namun menegaskan bahwa dukungan Eropa tidak bersifat sebagai âutangâ kepada AS, melainkan ekspresi komitmen mandiri untuk membantu Ukraina. Ia menyoroti bagaimana Eropa telah berkontribusi substansial sebelum kesepakatan ini terjadi.
Reaksi dari Ukraina juga positif. Presiden Volodymyr Zelensky menyebut ini sebagai peningkatan kapasitas pertahanan signifikan, terutama karena Ukraina kini memiliki enam baterai Patriot aktif. Namun, beberapa pihak memperingatkan bahwa pengiriman akan memakan waktu dan kurang memadai untuk mengubah jalannya perang.
Sementara itu, Rusia dengan dingin menanggapi ancaman tarif Trump dan penyediaan senjata ini. Mereka menilai bahwa kebijakan tersebut tidak akan menghentikan serangan ke Ukraina dan menyuarakan skeptisisme terhadap kemampuan sanksi dan pengiriman senjata untuk mengubah peta konflik.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
-
Trump Ancam Naikkan Tarif Jika Inggris Tak Hapus Pajak Layanan Digital
-
Trump akan Bicara dengan Pemimpin Taiwan Pasca Kunjungan ke Beijing
-
Trump Minta Juru Runding AS Tidak Terburu-buru Capai Kesepakatan dengan Iran
-
Trump dan Xi Jinping Gelar Pertemuan di Beijing
-
Trump akan Tampil di Paspor Edisi Terbatas Ulang Tahun AS ke-250
-
Trump Ingin Tiongkok Belanja Lebih Banyak Energi dari AS
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.