Bupati Minta PSIM Jajaki Suporter PSS Sleman Sebelum Pakai Maguwoharjo

Kamis, 24 Jul 2025, 20:25 WIB

YOGYAKARTA - Bupati Sleman Harda Kiswaya meminta manajemen PSIM Yogyakarta segera menjalin komunikasi dengan suporter PSS Sleman sebelum menggunakan Stadion Maguwoharjo sebagai kandang sementara selama kompetisi BRI Super League 2025/2026.

"Saya kasih ‘PR’ manajemen PSIM untuk mengantisipasi, yang selama ini kan memang ada perbedaan antara suporter PSIM dan suporter PSS, kan ada gap komunikasi, lah. Nah, itu saya minta diselesaikan," ujar Harda saat ditemui di kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (24/7).

Ket. Foto: Bupati Sleman Harda Kiswaya saat ditemui di kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (24/7/). — Sumber: ANTARA/Luqman Hakim

Menurut Harda, permohonan dari manajemen PSIM terkait penggunaan stadion itu sudah diterima sebagaimana arahan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Namun pihaknya belum mengeluarkan rekomendasi lantaran masih menunggu sejumlah syarat dipenuhi, khususnya terkait jaminan keamanan serta komunikasi dengan suporter PSS.

Selain itu, Bupati Sleman juga meminta manajemen PSIM meninjau langsung seluruh fasilitas di Stadion Maguwoharjo untuk mengantisipasi potensi kerusakan maupun kendala teknis lain apabila stadion digunakan bersama.

"Saya minta cek semua fasilitas stadion, biar tahu persis, kalau nanti ada hal yang tidak diinginkan terjadi. Sehingga nanti kalau ada kerusakan-kerusakan tentu, ya, kembali seperti semula. Kemudian dengan masyarakat lingkungan dan utamanya dengan suporter kami PSS, BCS dan Slemania," jelasnya.

Menurut Harda, permintaan itu telah disampaikan lebih dari satu bulan lalu. Namun hingga saat ini, pihak PSIM belum menyampaikan kembali perkembangan lanjutan terkait pemenuhan syarat tersebut.

"Saya sudah sampaikan, saya akan merekomendasi itu untuk izin PSIM kalau semuanya sudah clear. Saya tetap menjalankan titah Dalem (Sultan HB X), untuk bisa Maguwo dipakai. Tapi harus ada jaminan keamanan," ujarnya.

Harda menyebut aspek keamanan itu telah dibahas bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda) Sleman, dan hasilnya telah disampaikan kepada manajemen PSIM sebagai bagian dari syarat.

Sebelumnya, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan bahwa Stadion Maguwoharjo semestinya bisa digunakan oleh semua tim sepak bola, termasuk PSIM, selama prosedur sewa dipenuhi.

Sultan menilai pemanfaatan stadion yang dibiayai dengan anggaran publik, termasuk APBN bersifat terbuka dan tidak boleh dibatasi hanya karena faktor administratif wilayah.

Karena itu, dia berharap penggunaan stadion itu tidak perlu menjadi persoalan selama proses sewa dilakukan secara resmi dan transparan.

"Wong tidak gratis, kalau gratis ya, itu masalahnya lain, gitu," ucap Sultan HB X.

PSIM bermain di Super League 2025/26 setelah menjadi juara Liga 2 Indonesia pada musim lalu. Namun hingga kini, klub belum memiliki kepastian mengenai stadion kandang untuk kompetisi mendatang.

Adapun Stadion Maguwoharjo yang berlokasi di Kabupaten Sleman selama ini menjadi markas dari PSS Sleman, klub kebanggaan warga Sleman yang dijuluki Super Elja. Ant

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.