Menakar Peluang Timnas Lolos ke Piala Dunia

Selasa, 22 Jul 2025, 07:38 WIB

JAKARTA – Peluang Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 masih terbuka. Namun jalan menuju panggung tertinggi sepak bola dunia itu bukan tanpa rintangan. Di babak keempat Kualifikasi Zona Asia, skuad Garuda tergabung di Grup B bersama dua kekuatan tradisional Asia: Arab Saudi dan Irak. Seluruh pertandingan grup ini akan berlangsung di Arab Saudi, selaku tuan rumah.

Format grup ini sangat sederhana sekaligus krusial. Setiap tim hanya menjalani dua laga. Indonesia akan melawan Arab Saudi pada tanggal 8 Oktober, kemudian menghadapi Irak tiga hari berselang. Laga terakhir mempertemukan Arab Saudi melawan Irak pada tanggal 14 Oktober. Hanya juara grup yang langsung lolos ke Piala Dunia 2026. Runner-up harus melewati babak playoff kelima.

Ket. Foto: Pelatih Indonesia Patrick Kluivert (2 kanan) bersama timnya merayakan gol dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia antara Indonesia dan Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 25 Maret 2025. — Sumber: Bay ISMOYO / AFP

Dilihat dari kualitas skuad, Indonesia tidak bisa dianggap remeh. Berdasarkan data Transfermarkt, nilai pasar pemain Indonesia bahkan lebih tinggi dibanding Irak dan tidak terlalu jauh dari Arab Saudi. Namun, nilai skuad bukan satu-satunya tolok ukur. Pengalaman, mental bertanding, dan konsistensi tetap menjadi faktor penting dalam turnamen sependek ini.

Indonesia sudah pernah menunjukkan mampu bersaing. Di babak ketiga, Skuad Garuda menahan imbang Arab Saudi 1-1 dan bahkan menang 2-0. Namun, Irak menjadi batu sandungan, dengan dua kekalahan telak 1-5 dan 0-2. Catatan tersebut menunjukkan potensi sekaligus tantangan.

Dengan hanya dua laga yang dimainkan, format ini justru bisa menguntungkan tim yang tampil efisien. Indonesia tidak harus sempurna, cukup tampil solid dan mencuri kemenangan di satu laga, sambil berharap hasil lain berpihak. Arab Saudi sebagai tuan rumah tentu akan lebih difavoritkan, tetapi performa mereka belakangan ini kurang konsisten. Irak juga sedang dalam fase transisi dan belum menunjukkan kestabilan.

Kabar kurang menggembirakan datang dari lini depan. Striker andalan Ole Romeny masih diragukan tampil akibat cedera yang dia alami di Piala Presiden 2025. Romeny merupakan target man utama dengan insting gol yang tajam, dan ketidakhadirannya bisa mengurangi daya gedor lini serang.

Alternatif yang tersedia antara lain Rafael Struick, Dimas Drajad, dan Ramadhan Sananta. Meski memiliki kualitas, ketiganya belum sepenuhnya teruji dalam laga-laga berintensitas tinggi melawan tim Asia Barat. Pelatih Patrick Kluivert dituntut menemukan formula taktik yang lebih fleksibel dan cair, serta tidak bertumpu pada satu figur di lini depan.

Penguatan Tim

Menurut analis sepak bola asal Malaysia, Raja Isa, peluang Indonesia akan berat jika tidak ada penyegaran komposisi pemain. “Kalau masih mengandalkan skuad saat kalah dari Jepang, berat. Minimal lima pemain naturalisasi baru dengan kualitas grade A harus segera didatangkan,” ujarnya.

Dia menilai sektor belakang dan depan menjadi prioritas utama perbaikan. “Tak bisa ditawar. Indonesia butuh pemain diaspora dengan kualitas tinggi. Dengan manuver PSSI, saya yakin akan ada kejutan dalam beberapa bulan ke depan,” sambung mantan pelatih Persipura dan PSM tersebut.

Raja Isa juga mengingatkan agar Indonesia tidak larut dalam euforia kemenangan masa lalu atas Arab Saudi. “Ini babak baru. Semua tim mulai dari nol. Tak ada jaminan bisa mengulang hasil sebelumnya,” tegasnya.

Secara realistis, peluang Indonesia memang tidak besar, tetapi juga tidak mustahil. Skuad Garuda sudah menunjukkan perkembangan pesat dalam dua tahun terakhir. Jika Romeny pulih tepat waktu dan PSSI berhasil menambah kekuatan dengan pemain naturalisasi berkualitas, Indonesia bisa tampil kompetitif di grup ini.

Kunci keberhasilan adalah tampil efektif, disiplin, dan fokus sejak menit pertama. Dalam turnamen sependek ini, satu kesalahan bisa sangat fatal. Sebaliknya, satu kemenangan bisa membuka pintu sejarah. ben/G-1

  • Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.