DPR Desak Pengawalan Menyeluruh Industri Tekstil untuk Ekonomi Hijau

Selasa, 22 Jul 2025, 02:51 WIB

Bandung - Komisi VII DPR RI menekankan pentingnya pengawalan menyeluruh industri tekstil nasional, mulai dari ketersediaan bahan baku, penyediaan SDM unggul, hingga pengelolaan limbah, guna mendorong terciptanya ekonomi yang berkelanjutan lewat industri hijau.

Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, dalam kunjungan kerja spesifik ke Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (STTT) Bandung, Senin (21/7), menyebutkan industri tekstil memiliki potensi besar sebagai penyumbang pendapatan negara, namun tantangan besar masih dihadapi, mulai dari ketergantungan pada impor bahan baku hingga rendahnya penerapan prinsip industri hijau di dalam negeri.

Ket. Foto: Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, dalam kunjungan kerja spesifik ke Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (STTT) Bandung, Senin (21/7). — Sumber: Antara

Menurut Novita, salah satu yang perlu perhatian adalah persoalan ketergantungan bahan baku tekstil dari luar negeri. Di mana berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, Indonesia masih mengimpor produk tekstil dari Tiongkok sebesar 2,19 ton atau setara dengan 8,94 miliar dolar AS.

"Masalah tekstil ini harus dikawal dari hulu sampai hilir. Bukan hanya peningkatan anggaran pendidikan vokasi seperti STTT, persoalan bahan baku harus jadi perhatian. Kalau kita diam dan terus bergerak lambat, industri dalam negeri akan semakin terjepit oleh tekanan barang impor. Kita harus tegas, jangan sampai industri dalam negeri terus berguguran," kata Novita.

Selain itu, lanjut Novita, industri hijau harus digalakkan guna memberikan kepastian keberlanjutan pada industri tekstil, salah satu caranya, dengan peningkatan investasi dari pemerintah kabupaten/kota, provinsi dan pusat untuk pengolahan limbah.

"Hadirnya pengelolaan limbah, penting demi lahirnya industri hijau yang berkualitas di Indonesia," ujar dia.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini, penerapan industri hijau di sektor tekstil masih terbatas, di mana hanya sekitar 35 persen perusahaan yang telah menerapkan prinsip tersebut.

"Pengelolaan limbah ini belum menjadi perhatian serius, bahkan di tingkat industri rumah tangga. Karena itu, kepala daerah harus berani berinvestasi dalam sistem pengolahan limbah tekstil agar tidak menjadi bom waktu," tambah Novita.

Novita juga mengingatkan bahwa lambatnya transisi menuju industri hijau akan memperburuk kondisi sektor manufaktur nasional, terutama di tengah tekanan krisis energi global.

"Dengan Industri hijau kita masih rendah, hanya 35 persen. Kita butuh percepatan. Sertifikasi hijau harus dibuka lebih luas, dan investasi pada teknologi pengolahan limbah harus segera disiapkan. Ini butuh dukungan penuh dari pemerintah," tuturnya

Redaktur: Andreas Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

UMKM Tegal Punya Harapan Baru, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

Awal yang Baik bagi Madrid Bersama Mourinho Usai Tundukkan Espanyol

Program-program Unggulan Gorontalo akan Menuju Laut

Banjarmasin 5 Abad, Festival Tari Jadi Cara Rawat Tradisi Banjar

NU Menegaskan akan Menolak Penggunaan Uang dalam Muktamar. Politik Uang Itu Moral Bobrok

Jangan Tertipu! BP3MI Sulsel Ingatkan Warga Pilih Jalur Resmi Kerja di Luar Negeri

Awal yang Cantik di Periode Kedua, Mourinho bawa Madrid Kalahkan Espanyol 2-1

Lima Mahasiswa UI Bikin Gebrakan di AS, Jadi Satu-satunya Tim S-1 di Program Geosains Dunia

Mandi di Pantai Tuturuga Berujung Petaka, 4 Orang Terseret Ombak

Niat Awal Ingin Inspeksi, GM Pelindo Maumere Justru Berjibaku Selamatkan Korban Gempa Jatuh ke Laut

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

Inter Milan Rekrut Curtis Jones dari Liverpool, Kontrak hingga 2031

Kirab Ancak Agung Jember Kembali Bikin Sejarah, Rekor MURI Berhasil Dipecahkan!

Pemprov Gorontalo Perkuat Sektor Agro Maritim

Sungai Musi Bersih, Kota Palembang Asri! Wali Kota Dorong Aksi Peduli Lingkungan

Pemkot Palu Sasar 31.316 Penerima Manfaat Bantuan Pangan

Hasil Liga Spanyol: Mourinho Awali Periode Kedua di Madrid dengan Kemenangan 2-1 Atas Espanyol

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.