Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Banten Matangkan Sekolah Rakyat untuk Beroperasi Agustus

📅 Senin, 21 Jul 2025, 23:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov Banten Matangkan Sekolah Rakyat untuk Beroperasi Agustus Doc: ANTARA
Ket. Pelaksana tugas Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten, Dicky Hardiana.

SERANG – Pemerintah Provinsi Banten tengah mematangkan persiapan dua Sekolah Rakyat (SR) yang akan segera beroperasi mulai Agustus 2025.

Program ini menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, dengan sistem pendidikan berbasis asrama yang seluruh pembiayaannya ditanggung oleh negara.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten, Dicky Hardiana, di Serang, Senin (21/7), menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi nasional pemerintah pusat, yang digagas langsung oleh Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan sejak usia sekolah.

“Tujuannya (Sekolah Rakyat) itu untuk memutus mata rantai kemiskinan sebagaimana cita-cita bapak presiden. Karena kan kita sering lihat tuh anak-anak miskin terpaksa ngamen, ikut kerja orang tua. Nah, Sekolah Rakyat ini hadir supaya anak-anak ini tidak terus diwarisi kemiskinan,” kata Dicky.

Pemprov Banten bertanggung jawab dalam penyediaan guru, lahan, dan bangunan sekolah, sementara seluruh kebutuhan siswa ditanggung oleh Kementerian Sosial. “Total biaya untuk satu siswa per tahun itu sekitar Rp49 juta. Orang tua tidak dibebani biaya apapun,” jelasnya.

Dua sekolah rakyat yang disiapkan berlokasi di BLKI Serpong, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Lebak, dengan kapasitas 150 siswa dan 100 siswa secara berturut-turut.

Siswa dipilih berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Ekstrem (DTSEN 1 dan 2), dan seluruh kebutuhan mulai dari makan, tempat tinggal, perlengkapan sekolah, hingga laptop disediakan penuh oleh negara.

“Konsepnya boarding school. Jadi siswa tinggal penuh di asrama. Kita siapkan juga guru yang menginap dan mendampingi sebagai Wali Asrama,” kata Dicky.

Sementara, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Dindik Provinsi Banten, Rahmat Tamam, menyebut sebanyak 30 guru telah disiapkan, masing-masing 15 orang di setiap sekolah.

“Setelah pelantikan P3K tahap dua Oktober nanti, mereka akan bertugas secara definitif,” ungkapnya.

Dindik juga menyiapkan tenaga pendukung non-guru seperti juru masak, kebersihan, keamanan, dan tata usaha. Sekolah Rakyat akan menggunakan kurikulum nasional dan lulusannya mendapat ijazah resmi yang terdaftar di Dapodik.

“Kalau dulu anak-anak dari keluarga miskin ekstrem nyaris tidak punya pilihan, sekarang mereka punya tempat, punya guru, dan punya masa depan. Kita semua ingin mereka bisa membuktikan bahwa kemiskinan bukan akhir dari segalanya,” ujar Rahmat.

Program Sekolah Rakyat menjadi satu dari tiga trisula pengentasan kemiskinan nasional selain layanan kesehatan gratis dan pendirian Koperasi Desa Merah Putih.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Olahraga
Menang 4-1 dari Newcastle, ...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.