Mitos Sepak Bola; Dulu Sepak Bola Taruhannya Nyawa, Yang Kalah Jadi Tumbal Dewa
Senin, 21 Jul 2025, 20:08 WIBKoran Jakarta - Menurut Fédération Internationale de Football Association (FIFA) sebagai organisasi induk sepak bola Internasional, sepak bola berasal dari daratan Asia Timur, China, yakni pada sekitar abad ke-2 dan ke 3. Di masa Dinasti Han, masyarakat China sudah suka melakukan sepak bola dengan cara digiring dan dimasukkan ke dalam jaring kecil. Bola yang digunakan pada masa ini terbuat dari kulit hewan. Masyarakat China dahulu menyebut olahraga yang dimainkan di atas bidang persegi ini dengan sebutan tsu chu.
Mitos Sepak Bola; Sepak Bola Sebagai Ritual
Salah satu catatan sejarah menyebutkan bahwa sepak bola sudah ada pada 3.000 tahun silam, lebih tepatnya dalam budaya Mesoamerika kuno oleh suku Aztec atau biasa dikenal dengan Tchatali. Pada zaman itu, sepak bola sudah dimainkan dengan bola yang ditendang oleh kedua tim. Bola yang digunakan berbahan dasar karet. Menurut cerita-cerita yang beredar dari zaman prasejarah hingga awal peradaban kuno, permainan yang mirip dengan sepak bola dipercaya bukan diciptakan untuk hiburan atau kompetisi, melainkan sebagai bagian dari ritual suci kepada para dewa.
Di wilayah Mesoamerika kuno, seperti yang dilakukan oleh bangsa Maya dan Aztek, ditemukan bukti adanya permainan bola yang disebut ?llamaliztli. Permainan ini dimainkan dengan bola karet padat di lapangan batu, dan konon, pertandingan tersebut bukan sekadar olahraga, tapi perayaan spiritual, yang mengerikan dalam beberapa mitos, tim yang kalah tidak hanya gagal juara tapi juga kehilangan nyawa. Cerita-cerita lisan dari zaman itu menyebutkan bahwa setelah pertandingan besar, para pemain dari tim yang kalah akan dipersembahkan di atas altar, dengan jantung mereka diambil sebagai persembahan langsung kepada Dewa Matahari atau Dewa Hujan. Ritual ini dipercaya dapat menjaga keseimbangan alam dan memastikan hasil panen yang melimpah.
Beberapa arkeolog juga menemukan mural-mural yang menggambarkan adegan pemenggalan kepala setelah pertandingan bola. Apakah ini hanya simbol? Atau benar-benar menggambarkan praktik nyata yang mengerikan?
Di wilayah Mesoamerika kuno, seperti yang dilakukan oleh bangsa Maya dan Aztek, ditemukan bukti adanya permainan bola yang disebut ?llamaliztli. Permainan ini dimainkan dengan bola karet padat di lapangan batu, dan konon, pertandingan tersebut bukan sekadar olahraga, tapi perayaan spiritual, yang mengerikan dalam beberapa mitos, tim yang kalah tidak hanya gagal juara tapi juga kehilangan nyawa. Cerita-cerita lisan dari zaman itu menyebutkan bahwa setelah pertandingan besar, para pemain dari tim yang kalah akan dipersembahkan di atas altar, dengan jantung mereka diambil sebagai persembahan langsung kepada Dewa Matahari atau Dewa Hujan. Ritual ini dipercaya dapat menjaga keseimbangan alam dan memastikan hasil panen yang melimpah.
Beberapa arkeolog juga menemukan mural-mural yang menggambarkan adegan pemenggalan kepala setelah pertandingan bola. Apakah ini hanya simbol? Atau benar-benar menggambarkan praktik nyata yang mengerikan?
Sejarah Sepak Bola Modern
Sejarah sepak bola modern mulai benar-benar mengalami perkembangan besar pada tahun 1815. Beberapa universitas dan sekolah di Inggris menjadikan sepak bola sebagai salah satu olahraga bagi para pelajarnya. Sampai pada akhirnya pada tahun 1857, berdiri klub sepak bola pertama di dunia dengan nama Sheffield Football Club di Inggris.Â
Tak lama berselang, terjadi sebuah perkumpulan yang mempertemukan 11 wakil dari sekolah dan klub sepak bola di London, Inggris untuk mendirikan Football Association (FA) sebagai asosiasi sepak bola Inggris.
FA sendiri menjadi organisasi pertama yang mengeluarkan peraturan permainan sepak bola secara resmi.
Lahirnya FA menjadikan sepak bola menjadi lebih teratur, terorganisir, dan banyak masyarakat yang terhibur.
- Sepakbola
- Mitos
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Winoto Wahyu
Berita Terkait:
-
5.865 Wisatawan Mengisi Waktu Libur Natal di Kepulauan Seribu
-
Al Ittihad Tertarik untuk Memboyong Casemiro
-
Cedera, Bryan Mbeumo dan Benjamin Sesko Mundur dari Tim Nasional
-
Indonesia vs Myanmar Imbang 1-1 pada Babak Pertama
-
Gagal Total di SEA Games 2025, Tanggung Jawab PSSI Dipertanyakan
-
Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul Siagakan Petugas Kebersihan di Objek Wisata Libur Akhir Tahun
-
Segera Bergulir Liga IV Zona Papua Pegunungan Diikuti 12 Klub
Berita Terbaru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.