Korea Selatan akan Mengizinkan Warganya Berwisata ke Korea Utara

Senin, 21 Jul 2025, 16:59 WIB

SEOUL - Korea Selatan dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk mengizinkan tur individu ke Korea Utara sementara negara itu mempelajari cara-cara untuk meningkatkan hubungan dengan tetangganya.

"Pemerintah sedang merumuskan dan menjalankan kebijakan Korea Utara dengan tujuan meredakan ketegangan di Semenanjung Korea dan meningkatkan hubungan antar-Korea dengan berbagai langkah yang sedang dipertimbangkan dalam prosesnya," kata kata juru bicara Kementerian Unifikasi Korea Selatan, Senin (20/7).

Ket. Foto: Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan putrinya Kim Ju Ae dalam peresmian Zona Wisata Pesisir Wonsan Kalma di Wonsan. Kawasan ini memiliki hotel yang dapat menampung hampir 20.000 tamu, baik domestik maupun internasional, dan fasilitas berbagai fasilitas ol — Sumber: Istimewa

Dari Al Jazeera, pengumuman itu dibuat saat Seoul mengambil lebih banyak langkah untuk meredakan ketegangan dengan rival utaranya setelah terpilihnya Presiden Lee Jae-myung , yang telah berjanji untuk memperbaiki hubungan yang tegang dengan Pyongyang.

Dalam upaya meredakan ketegangan, Lee menghentikan siaran pengeras suara anti-Korea Utara di sepanjang perbatasan dan memerintahkan penghentian kampanye selebaran yang mengkritik para pemimpin Korea Utara oleh aktivis anti-Pyongyang.

Koo Byung-sam, juru bicara Kementerian Unifikasi, yang menangani urusan antar-Korea, menolak berkomentar mengenai "isu tertentu". Namun, ia mengatakan bahwa ia memahami bahwa tur-tur individu tidak melanggar sanksi internasional. 

Surat kabar Dong-A Ilbo Korea Selatan juga mengatakan pemerintahan Lee sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan perjalanan individu ke Korea Utara sebagai kartu negosiasi untuk membuka kembali dialog dengan Pyongyang.

Lee melaporkan bahwa proposal tersebut telah disinggung dalam rapat Dewan Keamanan Nasional pada 10 Juli. Pemerintah kemudian mulai meninjau rencana tersebut, tambah laporan tersebut, mengutip seorang pejabat senior.

Pariwisata merupakan salah satu dari sejumlah kecil sumber pendapatan bagi Korea Utara yang tidak menjadi sasaran sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dijatuhkan atas program nuklir dan persenjataannya.

Mengutip lembaga penyiaran anti-Pyongyang, Kantor Berita Yonhap Korea Selatan juga melaporkan pada hari Senin bahwa Badan Intelijen Nasional bulan ini telah menangguhkan semua siarannya yang telah berlangsung puluhan tahun yang menargetkan rezim Korea Utara.

Lee mengatakan dia akan membahas rencana lebih lanjut dengan pejabat keamanan tinggi untuk melanjutkan dialog dengan Korea Utara, yang secara teknis masih berperang dengan Korea Selatan setelah Perang Korea 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata dan bukan perjanjian damai.

Korea Utara baru-baru ini membuka sebuah resor pantai di kota Wonsan, sebuah proyek unggulan yang digagas oleh pemimpin Kim Jong Un untuk mempromosikan pariwisata. Namun, kawasan wisata tersebut untuk sementara tidak menerima pengunjung asing, menurut catatan DPR Korea Tour, situs web yang dioperasikan oleh Administrasi Pariwisata Nasional Korea Utara, pada hari Rabu.

Industri pariwisata Korea Utara tampaknya sedang berjuang bahkan setelah mencabut pembatasan perbatasan COVID-19 , yang mengizinkan layanan kereta api dan penerbangan dengan Rusia dan Tiongkok.

Ketika ditanya apakah warga Korea Selatan akan bepergian ke Wonsan, Koo mengatakan Korea Utara pertama-tama perlu membuka wilayah itu bagi dunia luar.

Korea Selatan pernah menjalankan tur ke daerah Gunung Kumgang Korea Utara tetapi menangguhkannya pada tahun 2008 ketika seorang turis Korea Selatan ditembak mati oleh seorang tentara Korea Utara.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.