Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Habitat Penyu di Raja Ampat Kian Terdesak, KKP Bangun Aliansi Penyelamat Laut!

📅 Senin, 21 Jul 2025, 22:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Habitat Penyu di Raja Ampat Kian Terdesak, KKP Bangun Aliansi Penyelamat Laut! Doc: Antara
Ket. Ilustrasi - Pelepasan anak penyu (tukik) di perairan Raja Ampat, Papua. 

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjalin kerja sama strategis dengan Yayasan Penyu Papua (YPP) dalam upaya perlindungan penyu dan pelestarian habitatnya di kawasan konservasi Raja Ampat dan Waigeo Barat, Papua Barat Daya.

Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP Koswara mengatakan model kemitraan itu menjadi salah satu pendekatan yang didorong untuk memperkuat konservasi berbasis wilayah, dengan prinsip kolaborasi dan keberlanjutan.

"Ini sejalan dengan visi pengelolaan laut yang sehat dan produktif,” kata Koswara di Jakarta, Senin (21/7).

Kesepakatan itu dituangkan dalam bentuk Perjanjian Kemitraan yang ditandatangani di Kantor YPP, Raja Ampat.

Kerja sama antara Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang dengan YPP mencakup berbagai kegiatan konservasi bersama, mulai dari pemantauan populasi penyu dan habitatnya, perlindungan ekosistem laut, hingga peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian spesies ini.

Kegiatan edukasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat juga menjadi bagian integral dari kemitraan ini.

Kepulauan Waigeo sebelah barat dan kawasan konservasi Kepulauan Raja Ampat dan laut sekitarnya dikenal memiliki tingkat keanekaragaman hayati laut yang sangat tinggi.

Dengan demikian, tujuan utama dari kemitraan ini adalah memperkuat perlindungan populasi penyu dan habitat alaminya yang semakin terancam oleh aktivitas manusia dan perubahan iklim.

Perjanjian kemitraan berlangsung selama tiga tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan hasil evaluasi berkala.

Kegiatan monitoring dan evaluasi dirancang dilakukan setidaknya satu kali dalam setahun, dengan evaluasi triwulanan oleh BKKPN Kupang untuk menjamin akuntabilitas dan efektivitas program.

Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Ditjen Pengelolaan Kelautan KKP Sarmintohadi menambahkan kerja sama itu merupakan bagian dari strategi nasional pelestarian spesies terancam punah.

"Penyu merupakan spesies kunci dalam ekosistem laut. Kemitraan ini sangat penting untuk memastikan langkah konservasi kita berbasis ilmu pengetahuan dan melibatkan masyarakat sebagai garda depan pelestarian," ujarnya.

Kepala BKKPN Kupang Imam Fauzi menyampaikan bahwa kemitraan dengan organisasi lokal seperti YPP sangat penting dalam mendukung pengelolaan kawasan konservasi yang lebih efektif.

"Walau penyu belum menjadi target utama konservasi kami, upaya ini penting sebagai langkah awal untuk mendapatkan data valid tentang populasi dan genetika penyu. Ini juga membuka peluang kerja sama lanjutan dengan mitra pendukung seperti Blue Abadi Fund," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ada Penambahan Diskotek Baru di Surabaya

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.