- Home
-
- Luar Negeri
-
- Gembong Narkoba Terkenal d...
Gembong Narkoba Terkenal di Ekuador 'Fito' Diekstradisi ke AS
Senin, 21 Jul 2025, 08:24 WIBQUITO - Pemerintah Ekuador pada hari Minggu (20/7) mengekstradisi gembong narkoba terkenal Adolfo Macias alias "Fito" ke Amerika Serikat, sebulan setelah ditangkap kembali menyusul pelariannya dari penjara keamanan maksimum pada tahun 2024, kata otoritas penjara negara itu.Â
Gembong narkoba itu dibebaskan dari tahanan "untuk tujuan yang sesuai dengan proses ekstradisi", kata Layanan Nasional Ekuador untuk Orang Dewasa yang Dirampas Kebebasannya (SNAI) dalam sebuah pernyataan kepada wartawan.
Jose Adolfo Macias Villamar yang dikenal dengan sebutan "Fito", melarikan diri dari penjara di Ekuador tahun lalu dan ditangkap kembali pada akhir Juni. Pada bulan April, seorang jaksa AS mendakwanya di New York City atas tuduhan mengimpor ribuan pon kokain ke Amerika Serikat.
Fito âdipindahkan dari Pusat Penahanan La Roca di bawah pengawasan Kepolisian Nasional dan Angkatan Bersenjata untuk menjalani proses yang sesuai dalam konteks proses ekstradisi,â kata badan pemerintah Ekuador yang bertanggung jawab mengawasi penjara, SNAI, dalam sebuah pesan yang dikirimkan kepada wartawan.
Rincian serah terima tidak dijelaskan lebih lanjut.
Sebuah foto yang dirilis SNAI menunjukkan Fito mengenakan kaus, celana pendek, rompi antipeluru, dan helm. Beberapa petugas polisi menjaganya di lokasi yang dirahasiakan.
Warga Ekuador tersebut akan hadir pada hari Senin (21/7) di pengadilan federal Brooklyn "di mana ia akan mengaku tidak bersalah," ujar pengacara MacÃas, Alexei Schacht, kepada The Associated Press melalui email. Setelah itu, ia akan ditahan di penjara yang belum ditentukan, tambah Schacht.
Keputusan ekstradisi muncul setelah Amerika Serikat mengirim dokumen ke Ekuador yang menawarkan jaminan penghormatan hak-hak pemimpin kriminal berusia 45 tahun itu.
Sejak 2020, MacÃas âFitoâ memimpin "Los Choneros", organisasi kriminal yang muncul pada tahun 1990-an. Geng tersebut mempekerjakan orang untuk membeli senjata api dan amunisi di Amerika Serikat dan menyelundupkannya ke Ekuador, menurut dakwaan yang dikeluarkan pada bulan April. Kokain akan mengalir ke AS dengan bantuan kartel Meksiko.
Bersama-sama, kelompok-kelompok tersebut mengendalikan rute-rute utama perdagangan kokain melalui Ekuador, dengan kekerasan menyasar aparat penegak hukum, politisi, pengacara, dan warga sipil yang menghalangi.
Fito melarikan diri dari penjara Guayaquil tempat ia menjalani hukuman 34 tahun penjara atas tuduhan perdagangan narkoba, kejahatan terorganisir, dan pembunuhan. Ia ditangkap kembali satu setengah tahun kemudian di pesisir tengah negara itu.
Fito telah membangun status kultus di kalangan sesama anggota geng dan masyarakat di negara asalnya. Saat berada di balik jeruji besi pada tahun 2023, ia merilis video yang ditujukan kepada "rakyat Ekuador" sambil diapit oleh orang-orang bersenjata. Ia juga mengadakan pesta di penjara, di mana ia memiliki akses ke segala hal mulai dari minuman keras hingga ayam jantan untuk pertandingan sabung ayam.
Macias adalah warga negara Ekuador pertama yang diekstradisi ke AS dari Ekuador, kata otoritas penjara. Dua pengedar narkoba Ekuador lainnya sebelumnya telah diserahkan ke Amerika Serikat, tetapi dari Kolombia, tempat mereka ditangkap.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Proyek Jalan Rp22,7 Miliar di Blora Sudah 50 Persen Rampung, Target Selesai Akhir 2025
-
KPK: Maktour dan Kesthuri Intens Minta Tambahan Kuota Haji 2024
-
Trump Setuju untuk Mengakhiri Gelombang Deportasi di Minnesota
-
Diburu AS dan Meksiko, Gembong Narkoba Fentanil Asal Tiongkok Ditangkap di Kuba
-
Pemerintah Targetkan Pembangunan 104 Sekolah Rakyat di 2026
-
Peringatan bagi Traveler: Jepang Larang Penggunaan Power Bank di Pesawat
-
Sinner Melaju ke Perempat Final Miami Open, Makin Dekat Menuju “Sunshine Double”
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.