Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rano Ingatkan Warga Cabut Alat Listrik Usai Dipakai untuk Cegah Kebakaran

📅 Minggu, 20 Jul 2025, 17:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rano Ingatkan Warga Cabut Alat Listrik Usai Dipakai untuk Cegah Kebakaran Doc: Antara
Ket. Kondisi salah satu rumah di Jalan Kutilang, Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan usai terbakar pada Sabtu (19/7).

Jakarta - Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno mengingatkan masyarakat untuk segera mencabut peralatan listrik dari sumber daya listrik setelah digunakan untuk mencegah korsleting yang bisa berujung kebakaran.

"Minimal, kalau setelah memasak nasi atau lainnya dicabut (kepala kabel dari stop kontak), supaya tidak terlalu lama (pada sumber daya listrik," kata dia di Jakarta, Minggu (20/7).

Rano mengatakan, 90 persen kebakaran di Jakarta terjadi akibat korsleting listrik. Karenanya, dia mengingatkan warga mewaspadai potensi kebakaran dari sumber listrik.

Selain itu, mereka juga perlu memastikan instalasi listrik sesuai standar, menggunakan kabel berkualitas, serta menghindari beban berlebih pada satu stop kontak.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, telah melakukan sejumlah upaya sebagai pencegahan terjadinya kebakaran di rumah-rumah, termasuk melalui Gerakan Masyarakat Punya Apar (alat pemadam api ringan) (GEMPAR).

Namun, upaya ini, kata Rano tetap membutuhkan kesadaran masyarakat untuk mewaspadai potensi kebakaran.

"Selain memang kita punya program memberikan Apar di setiap RT/RW, tapi juga dari kesadaran masyarakat itu sendiri," kata dia.

Sementara itu, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta (Gulkarmat) mencatat setidaknya hingga 15 Juli 2025 telah terjadi 922 kali kebakaran.

Kebakaran merupakan ancaman yang serius dan jumlah kejadiannya meningkat setiap tahun. Pada tahun 2020, misalnya, tercatat sebanyak 1.505 kasus kebakaran, kemudian meningkat menjadi 1.535 kasus pada tahun 2021 dan terus meningkat menjadi 1.691 kasus pada tahun 2022.

Lalu, pada tahun 2023 tercatat 2.286 kasus kebakaran, sementara tahun 2024 kejadian kebakaran sebanyak 1.969 kasus (terjadi penurunan akibat program yang dijalankan Dinas Gulkarmat DKI).

Kebakaran ini sebanyak 61 persen diduga karena masalah listrik, baik komponen listrik yang tidak sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), pemasangan yang kurang memenuhi standar operasi maupun kelalaian masyarakat mengelola listrik pada saat di rumah dan kantor.

Pekan ini, tercatat kebakaran terjadi di tiga lokasi yakni di Jalan Muara Baru Raya Penjaringan Jakarta Utara pada Minggu, menyebabkan dua orang meninggal dunia, lalu siang tadi di Jalan Juraganan 1, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, dan di Jalan Kutilang 28, RW02, Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan pada Sabtu (19/7), mengakibatkan empat korban meninggal dunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.