PVMBG: Aktivitas Gunung Marapi Sumbar Meningkat Tajam
Minggu, 20 Jul 2025, 15:00 WIBAGAM - Aktivitas Gunung Marapi di Sumatera Barat meningkat selama periode 1 hingga 18 Juli 2025. Gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Agam dan Tanah Datar ini masih berstatus Level II atau Waspada.
âUntuk aktivitas Gunung Marapi memang terjadi peningkatan dari sisi aktivitas erupsi,â kata Teguh Purnomo, Sabtu (19/7).
Teguh adalah petugas Pos Gunung Api (PGA) Gunung Marapi yang memantau dari Kota Bukittinggi.
Peningkatan ini ditandai delapan kali erupsi sejak 3 hingga 18 Juli 2025 secara berturut-turut. Letusan terakhir terjadi pada 18 Juli pukul 18.51 WIB dengan kolom abu 1.000 meter dari puncak.
Berdasarkan evaluasi periode 16 hingga 30 Juni, PGA mengamati terjadi fluktuasi aktivitas dari gempa vulkanik. Termasuk deformasi maupun secara visual gunung tersebut.
Saat ini Gunung Marapi masih berstatus Level II atau Waspada. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pun telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi untuk masyarakat sekitat.
PVMBG melarang masyarakat, wisatawan, atau pengunjung berkegiatan di sekitar gunung api. Khususnya, dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas (Kawah Verbeek).
PVMBG juga mengingatkan ancaman potensi lahar dingin. Terutama bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak gunung api.
Terkait endapan material di kawah gunung api itu, Teguh membenarkan belum ada kajian khusus mengenai berapa jumlah material sisa-sisa letusan. Terutama pascaerupsi besar 3 Desember 2023 yang menyebabkan 24 pendaki meninggal dunia.
Pasalnya, hingga saat ini gunung api itu terus mengalami erupsi secara fluktuatif.
"Saat ini kajian itu belum bisa kita lakukan karena erupsi masih terus berlangsung," ujar dia.
Namun, apabila kondisi atau aktivitas gunung sudah mulai landai, PVMBG atau PGA akan melakukan survei secara langsung yaitu dengan menggunakan metode pengukuran topografi maupun bantuan drone.
PGA atau PVMBG juga akan mengukur dan memastikan jumlah kadar kandungan gas beracun yang mengendap atau berada di sekitar Gunung Marapi. Hal ini penting dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat agar tidak terpapar gas beracun seperti sulfur dioksida atau SO2. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
ASUS Naikkan Harga Produk pada 2026 Imbas Meroketnya Harga RAM Global
-
Terus Erupsi, Gunung Marapi Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 500 Meter Arah Tenggara
-
DPR Minta Kepastian Keselamatan Imbas Gangguan Penerbangan akibat Perang di Timur Tengah
-
Kejar Zero Stunting, Pemkot Malang Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor
-
Pemkot Mataram Lanjutkan Pendistribusian Banpang untuk 46.983 PBP, Ini Kriteria dan Cara Dapatnya
-
Hasil Liga Spanyol: Gol Larut Vitor Reis Selamatkan Girona dari Kekalahan saat Jamu Getafe
-
Menkomdigi Sebut Infrastruktur Digital Penentu Keselamatan Masyarakat dari Bencana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.