Kenduri Jirat Tradisi yang Masih Dipertahankan Warga Aceh Barat Daya

Minggu, 20 Jul 2025, 22:49 WIB

Banda Aceh - Warga dari tiga gampong (desa) di Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) masih mempertahankan tradisi kenduri Jirat (kegiatan berdoa bersama di pemakaman) yang sudah berlangsung sejak turun temurun.

"Disamping memanjatkan doa bersama, acara ini juga mempererat silaturahim masyarakat antardesa." kata Keuchik (Kepala Desa) Kuta Bakdrien, Abdya, Zulkifli, Minggu.

Ket. Foto: — Sumber: Antara

Pelaksanaan kenduri Jirat dari tiga desa yakni Ie Lhob, Mon Mameh, dan tuan rumah Kuta Bakdrien ini berlangsung di kompleks pemakaman umum Desa Kuta Bakdrien, Abdya.

Zulkifli mengatakan, ratusan warga hadir ke kompleks pemakaman mengikuti kenduri Jirat ini masing-masing memanjatkan doa bersama memohon kepada Allah SWT agar keluarga yang telah tiada diberikan ampunan dosa.

Dirinya mengatakan, sebelum pelaksanaan kenduri, warga desa terlebih dahulu menggelar musyawarah bersama untuk mematangkan jadwal dan persiapan acara kenduri Jirat agar semua proses berjalan tertib dan sesuai dengan kebiasaan turun-temurun.

“Kami undang semua warga dari desa tetangga. Tradisi ini terus kami lestarikan sebagai bagian dari kebersamaan,” ujarnya.

Ia menyampaikan, tradisi kenduri Jirat ini digelar selama dua hari sejak Sabtu (19/7), malam pertamanya dimulai dengan pembacaan ayat suci Al Quran oleh qari yang diundang khusus dari luar kabupaten, berlangsung ba'da Isya hingga menjelang subuh.

Keesokan paginya, warga setempat, baik laki-laki, perempuan, maupun anak-anak memadati kompleks pemakaman. Menjelang siang, warga dari gampong tetangga tiba di lokasi.

Usai melaksanakan doa bersama, panitia membagikan bingkisan nasi beserta lauk-pauk kepada para tamu untuk dibawa pulang.

Zulkifli menambahkan, pelaksanaan tradisi kenduri Jirat tahun ini dilakukan penyesuaian. Jika dulunya warga makan bersama di lokasi makam, kini makanan diberikan dalam bentuk bingkisan, demi menjaga suasana khidmat serta kenyamanan kegiatan.

"Kenduri bukan hanya soal makan bersama. Ini soal menjaga doa, menjaga silaturahim,” kata Zulkifli.

Dalam kesempatan ini, salah seorang tamu undangan dari Gampong Ie Lhob, Yusuf mengaku senang bisa menghadiri kegiatan kenduri Jirat tersebut.

Menurutnya, kenduri Jirat ini bukan hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga mengingatkan akan pentingnya menjaga hubungan antar sesama.

“Rasanya seperti di kampung sendiri. Kami saling jumpa, tegur sapa, saling ingat. Doa untuk almarhum jadi jalan mempererat hati yang masih hidup,” demikian Yusuf.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Ones

Berita Terbaru

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.