Anggaran Rp13 Triliun untuk Irigasi, Tapi Sawah Masih Kekeringan Setiap Musim Kemarau!

Minggu, 20 Jul 2025, 20:16 WIB

TEMANGGUNG - Perbaikan irigasi merupakan investasi penting untuk pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. 

Irigasi yang efisien membantu mengoptimalkan penggunaan air, mengurangi pemborosan, dan memastikan ketersediaan air untuk kebutuhan lain. 

Ket. Foto: Pengerjaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi tersier (RJIT) di Desa Pagutan, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. — Sumber: ANTARA/HO-dokumen pribadi

Sistem irigasi yang baik dapat membantu mencegah konflik terkait air antara petani atau antar wilayah. 

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyampaikan Pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk perbaikan irigasi pertanian pada 2025 mencapai hampir Rp13 triliun.

"Sekarang pemerintah pusat telah menganggarkan hampir Rp13 triliun di tahun ini untuk memperbaiki irigasi-irigasi, dan para kepala dinas sekarang sudah mengirimkan usulan mana saja, daerah irigasi yang rusak da harus diperbaiki," kata Sudaryono, di Temanggung, Jawa Tengah, Minggu (20/7).

Ia menyampaikan hal tersebut dalam kunjungan kerja dalam rangka ke Pekan Agro Digital dan Inovasi Padi Jateng 2025, di Soropadan, Kabupaten Temanggung.

Menurut dia, dulu sistem desentralisasi urusan irigasi, pemerintah pusat untuk irigasi primer, pemerintah provinsi sekunder, dan pemerintah kabupaten mengurusi tersier.

"Dulu pemerintah pusat tidak boleh memperbaiki yang bukan kewenangannya," katanya pula.

Ia menuturkan, kemudian laporan itu masuk ke Presiden dan dalam dua minggu langsung dibuat Inpres Perbaikan Irigasi, yaitu bahwa semua boleh mengerjakan semua saluran yang rusak.

"Jadi kalau misalnya sudah rusak parah dan petani sudah mengeluh, pemerintah pusat bisa memperbaiki yang tidak diperbaiki oleh bupati maupun gubernur," katanya pula.

Irigasi yang efisien memastikan tanaman mendapatkan air yang cukup, sehingga dapat tumbuh optimal dan menghasilkan hasil panen yang lebih tinggi. 

Dengan meningkatkan produktivitas pertanian, perbaikan irigasi berkontribusi pada penyediaan pangan yang lebih stabil dan mencukupi untuk masyarakat. 

Irigasi yang baik dapat mengurangi risiko gagal panen akibat kekeringan, terutama di daerah yang memiliki curah hujan tidak menentu. 

Irigasi yang tepat dapat membantu menjaga kualitas tanah dan mengurangi dampak negatif kekeringan pada tanaman. 

Dengan hasil panen yang lebih baik dan risiko gagal panen yang lebih rendah, petani dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka. 

  • Rehabilitasi Irigasi

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.