Ons Jabeur Istirahat Sejenak dari Tenis

Jumat, 18 Jul 2025, 06:50 WIB

PARIS, PRANCIS - Ons Jabeur, salah satu sosok paling dicintai di dunia tenis, mengumumkan keputusan mengejutkan: ia akan mengambil jeda dari kompetisi profesional untuk sementara waktu. Lewat pernyataan pribadi yang menyentuh di media sosial pada hari Jumat (18/7), petenis Tunisia berusia 30 tahun itu mengungkapkan bahwa ia sudah terlalu lama menomorduakan kebahagiaannya sendiri demi mengejar prestasi.

“Selama dua tahun terakhir, saya memaksa diri dengan sangat keras, berjuang melawan cedera dan menghadapi banyak tantangan,” tulis Jabeur, yang pernah menempati peringkat kedua dunia dan kini berada di peringkat 71 WTA. “Namun jauh di lubuk hati, saya tidak benar-benar merasa bahagia di lapangan.”

Ket. Foto: Petenis Tunisia Ons Jabeur — Sumber: AFP

“Tennis adalah olahraga yang indah. Tapi saat ini, saya merasa sudah waktunya untuk mundur sejenak, memberi ruang untuk bernapas, menyembuhkan diri, dan menemukan kembali kebahagiaan dalam hidup,” lanjutnya.

Musim 2025 menjadi periode yang sulit bagi Jabeur. Ia mundur dari babak pertama Wimbledon setelah sebelumnya juga tersingkir di laga pembuka Roland Garros. Meski tampil dalam kondisi yang tidak ideal, ia mengaku tak menyangka tubuhnya bereaksi begitu buruk.

“Saya cukup percaya diri karena berlatih dengan baik dalam beberapa hari terakhir, tapi semuanya berubah begitu cepat,” katanya usai mundur di All England Club. “Saya sangat sedih, dan ini jelas tidak membantu rasa percaya diri saya.”

Dalam wawancara sebelumnya, Jabeur secara terbuka membahas tekanan mental yang dihadapi para pemain profesional, termasuk rasa bersalah karena merasa tidak berbuat cukup, baik di lapangan maupun di luar.

“Kami merasa bersalah jika tidak memberikan hasil, tidak cukup bekerja keras,” ungkapnya. “Ada tekanan dari sponsor, dari ranking, dari kebutuhan untuk menafkahi keluarga. Beberapa pemain, termasuk saya, punya tanggung jawab besar di luar tenis.”

Jabeur adalah ikon tersendiri di WTA Tour, tidak hanya karena prestasinya sebagai finalis Wimbledon (2022, 2023) dan US Open (2022), tetapi juga karena kepribadian hangat yang membuatnya dicintai banyak orang. Ia adalah pionir untuk dunia Arab dan Afrika dalam olahraga yang masih didominasi oleh Eropa dan Amerika Serikat.

Namun, di balik senyumnya yang menenangkan, ia menyimpan beban yang lama tak terlihat. Pengakuannya ini menjadi pengingat keras bahwa para atlet elite pun manusia biasa yang membutuhkan ruang untuk bernapas.

Keputusan Jabeur mendapat banyak dukungan dari sesama atlet, penggemar, dan pemerhati olahraga. Langkahnya ini dipandang bukan sebagai tanda kelemahan, melainkan keberanian untuk menempatkan kesehatan mental dan kebahagiaan pribadi di atas segalanya.

“Saya ingin menyembuhkan tubuh dan pikiran saya. Saya ingin menemukan kembali cinta saya pada hidup, bukan hanya pada tenis,” tulis Jabeur menutup pesannya. “Ini bukan perpisahan. Ini hanya waktu untuk menjaga diri.”

Dunia tenis mungkin akan merindukan kehadirannya di lapangan, tapi Ons Jabeur telah memberikan pelajaran berharga: bahwa mencintai diri sendiri juga merupakan bagian dari perjuangan sebagai seorang juara.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.