Jonathan Milan Akhiri Paceklik Italia di Tour de France
Senin, 14 Jul 2025, 07:38 WIBLAVAL, PRANCIS â Pembalap Italia, Jonathan Milan, mempersembahkan kemenangan manis bagi negerinya dalam etape delapan Tour de France 2025, Sabtu (12/7) waktu setempat. Dia menang sprint massal yang ketat di Laval. Pembalap berusia 24 tahun dari tim Lidl-Trek ini mengungguli Wout van Aert (Belgia) dan Kaden Groves (Australia) di garis finis. Dia sekaligus mematahkan paceklik kemenangan pembalap Italia yang telah berlangsung sejak era Vincenzo Nibali pada tahun 2019.
Kemenangan ini bukan hanya bersejarah, tetapi juga strategis. Milan kini memimpin klasemen poin sprinter. Dia berhak mengenakan kaus hijau, menggusur Tadej Pogacar yang memegang dua kaus sekaligus: kuning dan hijau. âIni kemenangan besar baik untuk saya pribadi maupun negara. Saya ditempatkan dalam posisi ideal oleh tim. Saya akan coba mengulanginya,â ujar Milan.
Tidak ada perubahan di klasemen umum. Pogacar masih memimpin, disusul Remco Evenepoel dan Kevin Vauquelin. Etape kali ini menjadi ajang menghemat tenaga bagi para unggulan. âSenang rasanya punya etape seperti ini. Lebih santai, tidak harus memforsir tenaga di bawah terik matahari. Tapi etape selanjutnya akan jadi ujian berat,â ujar Pogacar. Dia mengacu pada etape ke sepuluh yang akan melewati delapan tanjakan di kawasan Massif Central, bertepatan dengan Hari Bastille, hari nasional Prancis.
Pogacar juga menyinggung kondisi rekannya di UAE Team Emirates, Joao Almeida, yang sempat terjatuh pada hari Jumat malam. âSenang melihat Joao bisa finis. Tapi kami tidak menuntutnya berkorban terlalu banyak untuk satu etape brutal,â ujarnya. Saat ditanya soal kemungkinan tampil di Vuelta a Espana, Pogacar belum mau berkomitmen. âSaya harus pikir-pikir dulu, apakah ingin satu bulan lagi jauh dari rumah,â ucap pembalap Slovenia itu diplomatis.
Remco Evenepoel, pemegang kaus putih pembalap muda terbaik dan juara Olimpiade, juga tampil solid. Dia sempat mencatat kecepatan 82 km perjam di akhir lomba. âFinalnya cukup menegangkan. Saya hanya ingin tetap di depan untuk menghindari insiden,â ujar pembalap Belgia itu.
Sayangnya, rekan setimnya Tim Merlier tidak seberuntung itu. Dia mengalami kebocoran ban di jalur lurus terakhir dan kehilangan momentum. Sementara itu, harapan tuan rumah kembali pupus. Paul Penhoet, sprinter dari tim Groupama-FDJ yang bermarkas di wilayah ini, juga mengalami nasib serupa. Dia tertinggal 7 km menjelang finis setelah mengalami puncture dan tak mampu kembali ke barisan depan. ben/AFP/G-1
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Pasar Murah Riau Digelar di 5 Lokasi, Ini Daftar Harga Beras, MinyaKita, dan Bahan Pokok
-
Pembalap Sepeda Remco Evenepoel Mundur dari Tour de France
-
Ben O’Connor Juarai Etape Brutal di Pegunungan Alpen, Pogacar Semakin Dekat ke Gelar Tour de France
-
Semoga segera Diwujudkan, Guru Besar UGM: Penanganan PMK di RI Perlu Vaksinasi Menyeluruh
-
Ketua MPR Kok Jadi Juru Bicara Pemerintah
-
Saatnya Perkuat Kolaborasi untuk Wujudkan Perdamaian, Sekjen PBB Serukan Persatuan Hadapi Krisis Dunia di 2025
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.