Koki AI Ambil Alih Pengembangan Menu di Restoran Dubai
Minggu, 13 Jul 2025, 20:39 WIBJAKARTA - Sebuah restoran yang akan dibuka di pusat Kota Dubai, WOOHOO membangun konsep masa depan dengan melibatkan koki artificial intelligence (AI) yang mengambil alih pengembangan menu secara berkelanjutan.
Ditulis laman New York Post, Kamis (10/7), Aiman, gabungan kata 'AI' dan 'man' yang cerdik telah dilatih dengan prinsip-prinsip ilmu pangan, teknik kuliner, dan ribuan resep dan tradisi makanan yang sudah ada sebelumnya dari seluruh dunia, menurut Ahmet Oytun Cakir, salah satu pendiri WOOHOO.
âMasakan manusia tidak akan tergantikan, tetapi kami percaya (Aiman) akan meningkatkan ide dan kreativitas,â jelas Oytun Cakir, yang juga merupakan kepala eksekutif perusahaan perhotelan Gastronaut.
Chef Aiman tidak benar-benar memasak. Sebaliknya, ia mengembangkan resep-resep baru yang unik dengan menganalisis profil rasa, tekstur, dan musim dari berbagai macam bahan.
Resep-resep ini kemudian diuji oleh tim koki manusia yang dipimpin oleh Reif Othman, dan disempurnakan seperlunya.
âTanggapan mereka terhadap saran saya membantu menyempurnakan pemahaman saya tentang apa yang berhasil melampaui data murni,â kata Aiman.
Restoran WOOHOO yang akan dibuka pada akhir September 2025, ini rencananya akan menyajikan masakan yang terinspirasi dari Asia dengan pengaruh internasional, dan dibangun berdasarkan konsep menawarkan makanan dan minuman yang benar-benar unik kepada pengunjungnya, koki terkomputerisasi juga akan memikirkan menu minumannya.
Aiman juga telah dilatih dengan mempertimbangkan keberlanjutan. Menurut penciptanya, koki AI akan mensintesis resep yang menggunakan kembali, mengurangi, dan mendaur ulang bahan-bahan yang sering ditolak, seperti lemak, sisa makanan, atau komponen lain yang mungkin membutuhkan sedikit kreativitas kuliner.
Dengan mengingat hal ini, pembuat restoran robotik tersebut mengatakan bahwa di masa mendatang, mereka berharap teknologi tersebut akan dilisensikan ke dapur lain di seluruh dunia dalam upaya untuk meningkatkan beberapa masalah efisiensi dan keberlanjutan yang tertanam dalam industri tersebut.
Meskipun robot di restoran bukanlah hal baru, beberapa tahun terakhir telah terjadi peningkatan nyata dalam pelayan automaton karena industri kuliner dan perhotelan bergulat dengan meningkatnya biaya operasional, Aiman tentu saja menandai yang pertama, dan mungkin bukan yang terakhir, juru masak terkomputerisasi yang benar-benar ada di dapur. Ant
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Jadwal dan Lokasi Perayaan Imlek 2026 di Jakarta: Dari Monas hingga Cap Go Meh Glodok
-
Tak Punya Peternakan, Batam Butuh Pasokan 10.000 Hewan Kurban untuk Idul Adha 2025
-
BMKG imbau warga Manggarai Barat waspadai potensi cuaca ekstrem
-
Pemkab Batang Menata Kawasan Wisata Pantai Sigandu
-
Carlos Alcaraz Catat Kemenangan di Lapangan Keras Ke-150 pada Laga Pembuka Doha
-
Dukung Industri Kulit dan Alas Kaki, Krista Exhibitions Gelar Indo Leather & Footwear (ILF) Expo 2025
-
Goretzka Cetak Gol Bawa Jerman Kalahkan Italia di UNL
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.