Ternyata RI Bisa Bebas Tarif Trump 0%, Ini Syaratnya

Jumat, 11 Jul 2025, 14:21 WIB

JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump belum lama ini mengirim surat resmi kepada Presiden Prabowo Subianto terkait penerapan tarif sebesar 32 persen terhadap barang-barang dari Indonesia. 

"Mulai 1 Agustus 2025, kami akan mengenakan Pajak kepada Indonesia hanya sebesar 32% untuk setiap dan semua produk Indonesia yang dikirim ke Amerika Serikat, terpisah dari semua Tarif Sektoral.  Barang yang diangkut ulang untuk menghindari Tarif yang lebih tinggi akan dikenakan Tarif yang lebih tinggi tersebut," ungkap Trump dalam surat berlogo Gedung Putih, Senin (7/7).

Ket. Foto: Surat resmi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kepada Presiden Prabowo Subianto tentang penerapan tarif sebesar 32 persen terhadap barang-barang dari Indonesia. — Sumber: Istimewa

Namun jika dicermati lebih jauh, surat tersebut juga mencantumkan bahwa Trump akan membebaskan suatu negara, dalam hal ini Indonesia dari tarif AS jika bersedia berinvestasi membuka pabrik manufaktur di Amerika Serikat. 

"Harap dipahami bahwa angka 32 persen tersebut jauh lebih rendah daripada yang dibutuhkan untuk menghilangkan disparitas Defisit Perdagangan yang kami miliki dengan Negara Anda. Seperti yang Anda ketahui, tidak akan ada Tarif jika Indonesia, atau perusahaan-perusahaan di Negara Anda, memutuskan untuk membangun atau memproduksi produk di Amerika Serikat dan, faktanya, kami akan melakukan segala yang mungkin untuk mendapatkan persetujuan dengan cepat, profesional, dan rutin — Dengan kata lain, dalam hitungan minggu," jelasnya. 

Namun, Trump mengatakan dia siap mengenakan tarif yang lebih tinggi pada impor dari Indonesia jika tarif pembalasan diterapkan.

"Harap dipahami bahwa kebijakan ini diperlukan untuk mengatasi hambatan tarif dan non-tarif dengan Indonesia, yang telah berkontribusi terhadap defisit perdagangan AS," jelas Trump.

Surat tersebut kata Trump, menunjukkan kekuatan dan komitmen Hubungan Perdagangan kita, dan fakta bahwa Amerika Serikat telah setuju untuk terus bekerja sama dengan Indonesia, meskipun mengalami Defisit Perdagangan yang "signifikan". 

"Meskipun demikian, kami telah memutuskan untuk terus maju bersama Anda, tetapi hanya dengan PERDAGANGAN yang lebih seimbang dan adil. Oleh karena itu, kami mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam Perekonomian Amerika Serikat yang luar biasa, Pasar Nomor Satu di Dunia, sejauh ini. Kami telah bertahun-tahun membahas Hubungan Perdagangan kita dengan Indonesia, dan telah menyimpulkan bahwa kita harus menjauh dari Defisit Perdagangan jangka panjang dan sangat persisten ini yang ditimbulkan oleh Kebijakan Tarif, Non-Tarif, dan Hambatan Perdagangan Indonesia. Sayangnya, hubungan kita masih jauh dari timbal balik."

Pada saat yang sama, Trump juga mengirim surat kepada hampir semua mitra dagangnya.

Perlu dicatat bahwa Indonesia menghadapi tarif yang lebih tinggi daripada mitra dagang AS lainnya di kawasan Asia-Pasifik seperti Jepang, Korea, dan Malaysia.

AS hanya mengenakan tarif impor 25 persen pada Jepang, Korea, dan Malaysia.

Redaktur: M. Selamet Susanto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.